breaking news
Ilustrasi: tmtimes.id
Iklan

Selamat Jalan, Jakob Oetama

Pendiri Kompas itu kini berpulang menghadap Ilahi di usia 88 tahun. Meninggalkan warisan berupa grup Kompas-Gramedia.

Photo of author

Oleh: tmtimes news

Penanggung jawab bagian penulisan warta berita. Menulis dengan cepat, tangkas, hemat dan cerdas.

tmtimes.id – Jakob Oetama menutup usia di angka 88 tahun hari ini (9/09/2020). Pendiri Kompas Gramedia itu meninggal di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara jam 13:50 WIB.

Mengutip berita dari Kompas.com, Jakob wafat setelah mengalami gangguan multiorgan. Lebih jauh lagi, Jakob masuk rumah sakit pertama kali pada 22 Agustus 2020.

advertisement

Praktis Jakob dirawat di Mitra Keluarga selama 18 hari. Masih mengutip Kompas.com, usia Jakob yang sudah sepuh ikut memperparah kondisinya. Jakob sempat mengalami koma pada Minggu (06/09/2020).

Pendiri Kompas itu kini berpulang menghadap Ilahi di usia 88 tahun. Meninggalkan warisan berupa grup Kompas-Gramedia.
Jakob Oetama tahun 1971. (Foto: Wikipedia)

Jakob Oetama mengawali karirnya sebagai guru. Namun akhirnya dia menekuni dunia kewartawanan dan merupakan sosok yang ikut mendirikan Harian Kompas bersama P.K. Ojong.

Kompas yang didirikan Ojong dan Jacob lahir pada 28 Juni 1965 dan memulai publikasi pertamanya di sebuah kantor yang berlokasi di Jakarta Pusat.

advertisement
Berita Terkini:
kereta bogowonto

Kereta Bogowonto menempuh perjalanan selama kurang lebih 8 jam 40 menit dari Jakarta Pasar Senen hingga Lempuyangan

advertisement
Artikel Terkait:
indeks konsumen
Optimisme Konsumen Meningkat, Menurut Survei BI
bagian dalam KRL Jogja Solo
KAI Commuter Menambah 6 Jadwal KRL Jogja Solo Khusus Libur Nataru
ilustrasi pecel madiun
Grebeg Maulid Madiun dan Pecel Diakui Sebagai Warisan Budaya tak Benda
ilustrasi gratifikasi
Di Hakordia 2022, KPK Melelang 15 Barang Sitaan Eks Gratifikasi
gedung DPR RI
DPR Bersiap Mengesahkan RKUHP, Akan Menghukum Pelaku Seks diluar Nikah
ilustrasi-pendidikan-siswa
Mahasiswa Harus Siap Menjawab Tantangan Kebutuhan Zaman, Kata Menteri Pendidikan
advertisement
Bagikan artikel ini