Tugu Selamat Datang Jakarta
Jakarta masih waspada pandemi, kendati grafik kasus harian diklaim melandai. (Foto: Canva)
Iklan

Benarkah Grafik Corona Jakarta sudah Melandai?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hari ini (24/09/20) memutuskan perpanjangan PSBB ketat sampai 11 Oktober 2020. Bagaimana grafik kasus harian pandemi di ibukota?

Photo of author

Oleh: tmtimes news

Penanggung jawab bagian penulisan warta berita. Menulis dengan cepat, tangkas, hemat dan cerdas.

tmtimes.id – DKI Jakarta masih diperlakukan sebagai provinsi yang memberlakukan PSBB ketat, setidaknya sampai 14 Oktober 2020 mendatang. Keputusan ini diambil oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020.

Anies mengklaim angka kasus harian COVID-19 telah melandai dan terkendali. Namun dia juga mengungkapkan bahwa kasus harian di kawasan penyangga Jakarta: Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (bodetabek) masih meningkat.

advertisement

“(S)ehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan. Menko Marives (Menteri Koordinator Maritim dan Investasired) juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu,” kata Anies dalam siaran pers tertulis yang ditampilkan di situs corona.jakarta.go.id.

Dari hasil pantauan tmtimes – berdasarkan data dari Kemenkes, kasus harian positif di DKI Jakarta memang cenderung melandai dalam empat hari belakangan. Namun jika mencermati data perkembangan kasus harian di Jakarta sejak PSBB kembali diperketat, grafik pertambahan kasus harian masih belum stabil.

Titik terendah kasus harian positif di DKI Jakarta terlihat pada 19 September 2020, yakni sebanyak 988 kasus. Namun di luar tanggal tersebut, kasus harian di ibukota masih berkisar di angka 1,000-an kasus, dengan puncaknya terlihat pada 21 September 2020 dengan 1,352 kasus.

Di Jakarta, PSBB kembali diperketat mulai 14 – 27 September 2020.

Perkembangan kasus harian Corona di Indonesia

Ilustrasi pandemi di Indonesia
Ilustrasi statistik pandemi. (Foto: Canva)

Data nasional menunjukkan rekor kasus harian yang tercatat 24 September 2020, yakni sebanyak 4,634 kasus harian positif. Jakarta masih menempati status sebagai provinsi dengan kasus harian terbanyak, 1,044 kasus positif.

Menyusul di bawah Jakarta adalah Jawa Barat (804 kasus), Jawa Tengah (434 kasus), Jawa Timur (343 kasus) dan Sumatera Barat (302 kasus).

Dilihat secara nasional, data situasi pandemi di Indonesia menunjukkan bahwa akumulasi kasus positif cenderung terus mengalami kenaikan sejak awal September 2020. Hari ini pemerintah mengumumkan jumlah akumulasi kasus positif sebanyak 262,022 kasus.

advertisement
Berita Terkini:
kereta bogowonto

Kereta Bogowonto menempuh perjalanan selama kurang lebih 8 jam 40 menit dari Jakarta Pasar Senen hingga Lempuyangan

advertisement
Artikel Terkait:
indeks konsumen
Optimisme Konsumen Meningkat, Menurut Survei BI
bagian dalam KRL Jogja Solo
KAI Commuter Menambah 6 Jadwal KRL Jogja Solo Khusus Libur Nataru
ilustrasi pecel madiun
Grebeg Maulid Madiun dan Pecel Diakui Sebagai Warisan Budaya tak Benda
ilustrasi gratifikasi
Di Hakordia 2022, KPK Melelang 15 Barang Sitaan Eks Gratifikasi
gedung DPR RI
DPR Bersiap Mengesahkan RKUHP, Akan Menghukum Pelaku Seks diluar Nikah
ilustrasi-pendidikan-siswa
Mahasiswa Harus Siap Menjawab Tantangan Kebutuhan Zaman, Kata Menteri Pendidikan
advertisement
Bagikan artikel ini