Penulis: Redoni

4 Fakta Menarik Kain Songket Palembang yang Mendunia

Bumi Sriwijaya ternyata masih menyimpan harta karunnya, tidak hanya pempek yang menjadi ikon kota.

the Monkey Times – Jujur deh Indonesia itu memang paket lengkap untuk ragam budayanya, dari Sabang ke Merauke dari Pulau Miangas ke Pulau Rote, menyajikan variasi budaya yang menjadi simbol kekayaan bangsa.

Salah satunya warisan budaya dari Sumatera Selatan yaitu Kain Songket Palembang yang mendunia. 

Bumi Sriwijaya ternyata masih menyimpan harta karunnya, tidak hanya pempek yang menjadi ikon kota.

Tapi, kain yang ditenun dari benang emas dan perak tersebut telah mencuri perhatian dunia, khususnya negara tetangga Malaysia dan Thailand. Nah, apa sih fakta menarik dari kain songket asal Palembang tersebut? Simak yuk selengkapnya. 

Bukti Peninggalan Kemakmuran Kerajaan Sriwijaya 

Jika melihat dari berbagai sumber yang ada, terutama dari laman Indonesia Kaya menjelaskan apabila kain songket itu bukti peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya.

Tepatnya pada abad ke-7 sampai ke-13 menjelaskan kalau Kerajaan Sriwijaya masih berjaya dan termasuk kerajaan paling diperhitungkan di kawasan nusantara kala itu. 

Benang dengan balutan emas dan perak memang identik dengan kain songket tersebut, bahan-bahannya diyakini didapatkan dari saudagar asal India dan Tiongkok.

Waktu itu, Kerajaan Sriwijaya berada pada lokasi yang strategis dan menjadi jalur perdagangan dunia, tidak heran banyak pedagang datang dan memasarkan produknya. 

Salah satunya bahan kain yang terbuat dari sutra dan benang emas, sehingga menjadi cikal bakal lahirnya kain songket.

Tidak heran sematan yang muncul kalau kain songket adalah “Ratu Segala Kain”, karena untuk proses pembuatannya saja butuh 3 bulan untuk kain songket eksklusif khas Palembang tersebut. 

Ada Banyak Keistimewaan yang Mahal 

Hal paling membedakan kain songket dengan kain tenunan lainnya terletak pada corak dan warna yang diberikan.

Tidak hanya itu saja, beberapa tenunan yang diberikan pun juga memiliki perbedaan makna antara satu sama lainnya.

Bahannya pun masih diimpor langsung dari India dan Tiongkok, sehingga terus menjaga sisi kualitas yang diberikan.

Harganya pun memang sangat mahal dan melambung tinggi, ditambah dengan teknik pembuatan yang sangat rumit menjadikan kain ini penuh dengan nilai keindahan dan keunikan tersendiri.

Belum lagi proses pemakaiannya pun berbeda-beda, terutama pada bagian atas, pria menggunakan rumpak (bumpak) yang tidak penuh tumpal (kepala kain). 

Lalu, untuk bagian bawahnya, kalau pria belum menikah kain songket yang digunakan dari pinggul ke bawah lutut (khusus pria menikah), tapi untuk yang belum menikah penggunaan kain songketnya berada diatas lutut.

Sedangkan, penggunaan kumpal (kepala kain) untuk wanita wajib ada didepan dan posisinya dari pinggul menuju mata kaki. 

Proses Pengerjaan Lama dan Terbilang Rumit 

Untuk satu kain songket saja butuh waktu 3 bulan mungkin lebih, karena teknik pembuatannya masih manual dan butuh ketelitian lebih untuk menghasilkan motif yang memukau.

Bukan hanya itu saja, bahan yang terbilang mahal dan dibanderol tidak murah butuh pengerjaan yang penuh kehati-hatian dan tidak boleh sembarangan. 

Apalagi bahan utamanya itu dari benang sutera asli dan masih berwarna putih, jadi prosesnya benar-benar dari nol sebelum dilapisi emas.

Alat untuk menenun songket disebut sebagai dayan, bagiannya terdapat cagak dan belira yang memiliki beberapa fungsi yang berbeda-beda antara satu sama lainnya. 

Untuk penenunannya masih satu per satu dan bukan dengan teknik cetakan, peranan belira dan cagak untuk mengatur dan merangkai benangnya tersebut hingga menjadi satu kesatuan.

Oleh karena itu, butuh tenaga profesional ahli dibidangnya dan harus konsentrasi. Jika ada salah benang akibat kesalahan dalam urutan lidinya, motif akan rusak dan tidak sempurna. 

Apabila tidak sesuai, semuanya harus diganti dan diulang kembali. Tidak salah kan kalau harga kain songket sangat mahal dan tinggi di pasaran. 

Penuh Makna Dalam Setiap Motifnya

Wujud kain songket eklusif enggan membuat mata kamu berkedip, liuk benang yang khas dan dibalut dengan pancaran emasnya, memberikan nilai keindahan yang tidak pernah ada habisnya.

Kain songket memang bukanlah pakaian sehari-hari yang bisa kamu pamerkan, namun kehadirannya hanya untuk momen tertentu saja, tapi semua mata tertuju padamu. 

Bahkan, beberapa motif yang diberikan pun mempunyai makna dari setiap rajutan yang disajikan.

Mulai dari motif songket lepus, songket tawur, songket bungo pacik, songket tawur, dan songket kombinasi. Semuanya menghadirkan berbagai motif yang begitu memukau dan berbeda-beda maknanya. 

Beberapa motif ini memang dipengaruhi oleh lingkungan atau kekhasan daerah masing-masing, khususnya daerah Sumatera bagian Timur yang didominasi dengan bunga dan hewan.

Makna bunga itu berarti ramah tamah atau ungkapan selamat datang, bunga melati bagian dari keanggunan dan kesucian, lalu motif pucuk rebung bermakna harapan, kebaikan, dan doa. 

Kain songket Palembang memang mendunia, warisan leluhur satu ini harus terus dijaga dan jangan sampai hilang dalam peradabannya. 

Photo of author
Sibuk mengurus konten sambil menikmati hidup.

Berita Terkini:

Promo Shopee Cashback
Shopee Berikan Cashback Rp 75,000 untuk Pengguna Baru
Bagi bagi ikan nelayan
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Bagikan Ikan Gratis Sebanyak Satu Ton
BMW iX5 Hydrogen
BMW Mulai Memproduksi Fuel Cell Untuk Model iX5 Hidrogen
jenis power steering
Dua Jenis Power Steering yang Bikin Hidup Pengendara jadi Lebih Mudah

Artikel Terkait:

Songket Palembang
4 Fakta Menarik Kain Songket Palembang yang Mendunia
Batik Keraton
Sejarah Motif Batik Keraton dan Menelusuri Larangan Motif Batik Untuk Umum
kebaya nusantara
Mengenal Kebaya Nusantara Tradisional-Modern

Favicon tmtimes new

the Monkey Times

Kontak
Kontribusi
Kirim Surat

The Monkey Times adalah media digital yang dikelola Rotasi Media Bahagia