ilustrasi zona hijau bebas COVID-19
Ilustrasi zona hijau bebas COVID-19.
Iklan

102 Zona Hijau Berikut Sudah Siap Menjalani Kelaziman Baru, Kata BNPB

Ada banyak kabupaten/kota di Jawa & Bali yang belum masuk kriteria zona hijau, menurut Gugus Tugas Pusat Percepatan Penanganan COVID-19.

Photo of author

Oleh: tmtimes news

Penanggung jawab bagian penulisan warta berita. Menulis dengan cepat, tangkas, hemat dan cerdas.

the Monkey Times – Gugus Tugas Pusat Percepatan Penanganan COVID-19 memberikan wewenang kepada pemerintah daerah di 102 zona hijau di Indonesia untuk membawa warganya menjalani kelaziman baru.

Kabar tersebut terangkum dalam cuitan yang ditulis akun Twitter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (@BNPB_Indonesia) pada Minggu 31 Mei 2020, seperti yang terlihat oleh redaksi tmtimes.

advertisement

Menurut BNPB Indonesia, wewenang tersebut diberikan setelah mendapat rekomendasi dari sejumlah pakar.

Lebih jauh lagi, BNPB juga menyebut bahwa rekomendasi diberikan dengan beberapa macam pendekatan, termasuk kriteria pelayanan kesehatan sesuai rekomendasi WHO, surveilans kesehatan masyarakat, dan epidemologi.

Berikut daftar kabupaten/kota di Indonesia yang dianggap sudah siap memasuki era kelaziman baru:

  1. Sumatera Utara: Nias Barat, Pakpak Barat, Samosir, Tapanuli Tengah, Nias, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Nias Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Kota Gunungsitoli, dan Nias Selatan.
  2. Prov Jambi: Kerinci.
  3. Prov Bengkulu: Rejang Lebong.
  4. Prov. Lampung: Lampung Timur dan Mesuji.
  5. Kepulauan Riau, Natuna, Lingga, Kepulauan Anambas.
  6. Riau: Rokan Hilir, dan Kuantan Singgigi.
  7. Prov. Aceh: Pidie Jaya, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Jaya, Raya, Kota Subulussalam, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Selatan, Kota Sabang, Kota Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Besar.
  8. Prov. Sumatera Selatan: Kota Pagar Alam, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Empat Lawang.
  9. Provinsi Papua: Yahukimo, Mappi, Dogiyal, Kepulauan Yapen, Paniai, Tolikara, Yalimo, Deiyai, Puncak Jaya, Mamberamo Raya, Nduga, Pegunungan Bintang Asmat, Supiori, Lanny Jaya, Puncak dan Intan Jaya.
  10. Provinsi Maluku: Kota Tual, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, dan Maluku Barat Daya.
  11. Provinsi Papua Barat: Kaimana, Tambrauw, Sorong Selatan, Maybrat, Pegunungan Arfak. 12. Provinsi Maluku Utara: Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.
  12. Provinsi Sulawesi Utara: Bolaang Mongondow Timur dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
  13. Provinsi Sulawesi Selatan: Toraja Utara.
  14. Provinsi Sulawesi Tenggara, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Utara, Buton, Konawe Utara, Konawe Kepulauan.
  15. Provinsi Sulawesi Tengah: Donggala, Tojo Una-Una, Banggai Laut. 17. Provinsi Sulawesi Barat: Mamasa. 18. Provinsi Gorontalo: Gorontalo Utara.
  16. Provinsi Nusa Tenggara Timur: Ngada, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Alor, Sumba Barat, Lembata, Malaka, Rote Ndao, Manggarai Timur, Timor Tengah Utara, Sabu Raijua, Kupang, Belu, dan Timor Tengah Selatan.
  17. Provinsi Kalimantan Tengah: Sukamara.
  18. Provinsi Kalimantan Timur: Mahakam Ulu.
  19. Provinsi Jawa Tengah: Tegal.
  20. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: Belitung Timur.

(tmtimes.id – Warta – COVID-19)

Penulis: Pemburu Berita

Baca Juga: Kelaziman Baru di Tengah Wacana Ketakutan akan Virus

advertisement
Berita Terkini:
kereta bogowonto

Kereta Bogowonto menempuh perjalanan selama kurang lebih 8 jam 40 menit dari Jakarta Pasar Senen hingga Lempuyangan

advertisement
Artikel Terkait:
indeks konsumen
Optimisme Konsumen Meningkat, Menurut Survei BI
bagian dalam KRL Jogja Solo
KAI Commuter Menambah 6 Jadwal KRL Jogja Solo Khusus Libur Nataru
ilustrasi pecel madiun
Grebeg Maulid Madiun dan Pecel Diakui Sebagai Warisan Budaya tak Benda
ilustrasi gratifikasi
Di Hakordia 2022, KPK Melelang 15 Barang Sitaan Eks Gratifikasi
gedung DPR RI
DPR Bersiap Mengesahkan RKUHP, Akan Menghukum Pelaku Seks diluar Nikah
ilustrasi-pendidikan-siswa
Mahasiswa Harus Siap Menjawab Tantangan Kebutuhan Zaman, Kata Menteri Pendidikan
advertisement
Bagikan artikel ini