Penulis: tmtimes tech

Google Photos Berhenti Pura-pura Menyediakan Penyimpanan ‘Kualitas Tinggi’

Jadi maunya gimana?

the Monkey Times – Kalau kamu akrab dengan layanan Google Photos – aplikasi standar penyimpanan foto yang diciptakan raksasa mesin pencari itu, istilah “simpan foto dengan kualitas tinggi” semestinya jadi sebuah opsi yang disediakan oleh Google bagi pengguna yang ingin mencadangkan foto dan videonya di aplikasi tersebut.

Well, agaknya klaim penyimpanan foto kualitas tinggi itu segera dihentikan Google. Dengan kata lain, mereka akan berhenti berpiura-pura menyimpan foto pengguna di Photos dalam kualitas tinggi.

Kurang lebih sudah 6 tahun Google mengoperasikan Photos sebagai media pencadangan cloud untuk berkas media (foto dan video) yang tersimpan di perangkat smartphone kita. Umumnya model pencadangan seperti ini bakal mendegradasi kualitas foto, meski hasilnya terlihat normal-normal saja bagi mata awam seperti kita.

Nah, praktik pencadangan semacam itu sebetulnya lumrah dilakukan kebanyakan layanan penyimpanan media personal berbasis cloud. Hanya saja Google melabeli “High Quality” atau “Kualitas Tinggi” bagi pengguna yang ingin menyimpan foto dan videonya di Photos.

Dan selama 6 tahun pula, Google menyediakan layanan penyimpanan “High Quality” dengan embel-embel “gratis dan tidak terbatas”.

Perubahan kebijakan bagi Google Photos

Kebijakan itu akan berubah mulai 1 Juni 2021. Photos akan mulai menagih penggunanya yang sudah kelebihan dalam memakai kuota penyimpanan standar akun Google sebesar 15GB. Perubahan kebijakan itu sekaligus berlaku bagi dokumen yang tersimpan di Google Workspace yang memakai akun Google yang sama.

Jadi katakanlah kamu saat ini memiliki akun Google. Umumnya standar kapasitas penyimpanan yang diberikan Google kepada pengguna seperti kita adalah sebesar 15GB. Ketika kebijakan penyimpanan berubah nantinya, dokumen dan berkas media yang tersimpan di Workspace sekaligus Photos bakal disatukan ke dalam manajemen berkas penyimpanan akun Google yang sama.

Seandainya kamu menyimpan 7 GB foto di Photos, 1 GB dokumen di Workspace, dan akun Google personalmu menyimpan berkas sebesar 13 GB, maka bisa dipastikan kamu harus membayar tagihan ke Google.

Nantinya Google juga berhenti berpura-pura. Label “High Quality” pada berkas media yang tersimpan di Photos pengguna diganti dengan “Storage Saver”.

Mengutip Wired, Google juga menyediakan opsi bagi pengguna Photos untuk menyimpan berkas media dalam kualitas “Original”. Opsi terakhir ini menggunakan lebih banyak kuota data ketimbang “Storage Saver”.

Namun yang menarik, semua pengguna ponsel non-(Google) Pixel tidak akan terkena aturan penggunaan penyimpanan akun Google. Sederhananya, berkas media apapun yang diunggah sebelum 1 Juni di ponsel selain Pixel tidak akan terkena kebijakan kuota data baru yang berlaku untuk Photos. (Sumber: Wired)

Photo of author
Redaktur the Monkey Times yang hobi menulis apa saja yang menarik. Pokoknya gitu aja.

Berita Terkini:

Kenapa mobil butuh asuransi
Kenapa Mobil Butuh Asuransi?
teknologi pengenlan wajah
Samsung Disebut-sebut Sedang Bekerja Meningkatkan Akurasi Teknologi Pengenalan Wajah
Promo Shopee Cashback
Shopee Berikan Cashback Rp 75,000 untuk Pengguna Baru
Bagi bagi ikan nelayan
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Bagikan Ikan Gratis Sebanyak Satu Ton

Artikel Terkait:

teknologi pengenlan wajah
Samsung Disebut-sebut Sedang Bekerja Meningkatkan Akurasi Teknologi Pengenalan Wajah
harga Asus Zenfone 8
Resmi Diluncurkan di Indonesia, Ini Harga Asus Zenfone 8 Beserta Review Spesifikasinya
Fitur baru Whatsapp
6 Fitur Baru WhatsApp: dari Joinable Call sampai Smart Switch
ilustrasi cara kirim pesan wa ke nomor sendiri
Kirim Pesan WA ke Nomor Sendiri tidak Terlalu Sulit, Ada Caranya kok
Samsung Galaxy Z Flip 3
Spesifikasi Samsung Galaxy Z Flip 3, Harga dan Tips Merawatnya
ilustrasi charger ponsel
Uni Eropa mungkin akan Memaksakan USB-C sebagai Standar Baru Charger Ponsel

Logo the Monkey Times

Kontribusi
Kirim Surat

The Monkey Times adalah media digital yang dikelola Rotasi Media Bahagia

Bagikan artikel ini