Kami mungkin menerima komisi untuk setiap pembelian yang dilakukan lewat tautan afiliasi yang termuat di beberapa jenis konten yang diterbitkan pada topik/kategori tertentu. Pelajari selengkapnya.

Urban Legend Indonesia Bikin Merinding: Beberapa Mitos Supernatural dari Solo

Walau hanya sekedar cerita, tapi nyatanya masyarakat mempercayai kisah yang tersebar.


urban legend adalah

Tampilan kota Solo (Foto : Ustman Amrullah/Canva Pro)

Diterbitkan:

the Monkey Times – Boleh jadi kita menyenangi cerita urban legend Indonesia. Misalnya kaya’ satu contoh terkenal macam Si Manis Jembatan Ancol. Dari generasi ke generasi, masyarakat kita selalu dijejali tentang betapa seramnya satu kisah misteri yang ada di suatu lokasi.

Iklan

Walau hanya sekedar cerita, tapi nyatanya masyarakat mempercayai kisah yang tersebar. Setiap kota yang ada di Indonesia pasti mempunyai urban legend yang hingga saat ini masih ada jejaknya, termasuk kota Solo, Jawa Tengah. 

Penasaran apa saja urban legend yang ada di kota Solo? Yuk, simak pembahasannya di bawah ini.

Iklan

Urban Legend Kota Solo 

Kebanyakan urban legend memang seputar cerita horor, misteri, mitos, hingga cerita moral. Tapi, memang selalu dikaitkan dengan hal mistis.

Kota Solo yang masih kental akan kebudayaan Jawa juga memiliki beberapa urban legend. Berikut ini adalah deretan cerita urban legend dari Solo: 

Iklan

Sendang Pengantin Kandang Sapi 

Kandang Sapi terletak di Kecamatan Jebres dan termasuk pemukiman yang ramai. Di daerah ini ada satu mitos supernatural yang cukup terkenal adalah Sendang Pengantin. 

Konon ceritanya ada seorang laki-laki dan perempuan yang bernama Sangkalan dan Jumirah.

Keduanya jatuh cinta dan ingin menikah. Tapi, keluarga Jumirah saat itu tidak setuju dan menentang hubungan keduanya.

Banyak yang mengatakan bahwa keluarga Jumirah adalah abdi dalem dari Keraton Pajang, tapi ada juga cerita yang mengatakan dari Keraton Kartasura. 

Sangkalan hanyalah seorang pidak padarakan atau orang miskin. Meski ada perbedaan status, Jumirah dan Sangkalan tetap kekeh untuk menikah.

Tapi, saat acara pernikahan sedang berlangsung, ayah dari Jumirah membawa pasukan dan menyerang mereka. Ayah Jumirah ingin membawa pulang kembali anaknya. 

Kedua pasangan berhasil melarikan diri serta menghilang. Padahal pasukan sudah mengepung seluruh tempat, tapi kedua pengantin tidak dapat ditemukan. Disinilah terjadi keanehan.

Tempat di mana kedua pengantin menghilang ternyata muncul dua buah sendang atau mata air.

Banyak yang percaya bahwa Sangkalan dan Jumirah berubah menjadi dua buah sendang yang telah ditumbuhi pohon yang disebut Kepuh.

Tak ayal cerita ini menjadi sebuah legenda. Berubahnya pengantin menjadi dua buah sendang karena sumpah untuk sehidup semati. 

Hingga saat ini Sendang Pengantin masih ada dan bisa kamu kunjungi. Letaknya dekat dengan Rumah Sakit  Dr. Oen Kandang Sapi. Sendang Pengantin berlokasi di sebelah sebuah masjid dan masih sangat terawat. 

Ada kepercayaan, jika seorang yang belum menemukan jodohnya dan mandi dengan menggunakan air dari Sendang Pengantin, maka dalam waktu dekat bisa bertemu pujaan hati.

Di antara kalian siapa yang masih jomblo? Mungkin bisa berkunjung ke Sendang Pengantin agar jodoh didekatkan. 

Mitos Mbah Peyot Stasiun Balapan 

Kalau mengunjungi Solo dengan menggunakan kereta, maka kamu akan turun di Stasiun Balapan.

Stasiun yang juga menjadi salah satu judul lagu dari Maestro Didi Kempot ini ternyata menyimpan urban legend yang cukup seram. 

Konon katanya, di Stasiun Balapan ada sosok nenek-nenek. Banyak yang mengaku pernah melihat sosok perempuan tua yang menggunakan baju kebaya serta selendang hitam.

Nenek inilah yang bernama Mbah Peyot. Ia sering memunculkan diri di beberapa lokasi dalam Stasiun Balapan. 

Mbah Peyot mempunyai rupa rusak separuh dan bola mata yang keluar seakan mau putus dari uratnya.

Apabila kamu dikejarnya dan langsung lari. Maka tidak akan ada hal apapun yang terjadi dengan dirimu. Tapi, jika kamu bertahan dan tetap dalam posisi semula. Mbah Peyot akan memberikan sebuah gambaran akan masa depanmu. 

Banyak yang bercerita bahwa Mbah Peyot ini adalah orang sakti. Ia meninggal karena terserempet kereta pada sekitar tahun 1960-an. 

Mbah Minggir Benowo 

Sedikit bergeser dari pusat kota Solo, yaitu Ngringo, Palur, Karanganyar. Masih sangat dekat dengan Solo, hanya sekitar 5 hingga 7 menit kamu bisa sampai ke lokasi ini. Di daerah tersebut ada satu cerita dan dikenal dengan Mbah Minggir Benowo. 

Konon katanya, masyarakat menemukan sesosok mayat yang terapung. Walau sudah diusahakan untuk dilarung ke arah Sungai Bengawan, entah kenapa mayat tersebut kembali lagi.

Oleh masyarakat mayat ini disebut dengan Mbah Minggir. Tapi ada yang percaya bahwa itu adalah tubuh dari Pangeran Benowo.  

Akhirnya masyarakat pun menguburkannya di lokasi yang sama dan disebut dengan Mbah Minggir Benowo.

Hingga sekarang kuburannya pun masih dikeramatkan oleh warga sekitar. Tidak hanya itu saja, ada cerita lain yang juga cukup bikin merinding. 

Di dekat lokasi ada sebuah sebuah jembatan yang dulu menggunakan kayu. Sekarang sudah diberikan aspal agar jembatan kokoh.

Tapi, kayu jembatan tersebut ada yang tidak bisa ditutup aspal. Meski sudah berkali-kali dicoba. Akhirnya, masyarakat tidak lagi berusaha untuk menutupinya. 

Tidak hanya dari cerita tentang Mbah Minggir Benowo saja. Banyak juga orang yang melewati jembatan ini menemui sosok-sosok makhluk halus.

Jalan yang gelap dan juga ditumbuhi pohon beringin dan bambu, menyebabkan lokasi ini semakin seram. Bahkan ada yang pernah melihat sosok ular naga besar. 

Itulah beberapa urban legend dari Kota Solo dan masih banyak cerita lainnya yang hingga saat ini belum terpecahkan. Bagaimana? Apakah kamu tertarik mengunjungi semua lokasi ini? 

1637809467 LMqn9WyiH4rRRXbPuXboe1tYL1EqK5ei