Untuk Temanku yang Sedang Merasa Tersakiti

Kadang manusia sedih. Itu normal. Tapi kalau terus menerus merasa tersakiti? Jelas ada sesuatu yang salah.


teman

Ilustrasi menjadi diri sendiri. (Foto: Getty Images lewat Canva)


Oleh: Pak Pos

Diterbitkan:

Canggung rasanya jika aku menulis surat ini untukmu. Tapi tidak apa, karena aku ingin mengutarakan sebuah perasaan kepadamu yang sedang bersedih.

Meski sudah berulang kali kuungkap saat kita sedang bercengkrama, namun ada suatu hal yang tak bisa kuutarakan langsung kepadamu. Inilah sebuah pengungkapan perasaanku yang sebenarnya kepadamu, kawan.

Sepi memang rasanya jika kita tak ada orang yang menyayangi serta memperhatikan kita setiap saat. Tetapi jangan khawatir, masih banyak orang yang peduli terhadapmu yang tak ingin kamu merasakan kesendirian.

Aku tahu bahwa selama dua bulan akhir akhir ini kamu dalam masa masa sulit, dimana kamu sedang diuji mengenai hubungan percintaan dengan kekasih hatimu. 

Ya memang aku tidak tahu banyak mengenai masalah kalian berdua, aku juga tak pandai memberikan saran yang baik untuk hubungan kalian. Tapi apakah kamu tahu, kalau aku selalu memperhatikanmu secara diam diam.

Segala gerak gerikmu dan kekasihmu itu selalu aku perhatikan. Kenapa? Karena aku tidak mau kamu mendapatkan pasangan hati yang salah kawan.

Tak semua laki-laki memang seburuk dia, tetapi paling tidak kamu harus perhatikan langkahmu dalam memperhatikan dan menggubrisnya selama menjalin hubungan. Boleh bucin tapi ingat batasannya kawan.

Jika kamu sudah jatuh terlalu dalam, pastinya kamu akan kesusahan untuk kembali lagi. Bahkan cara untuk mengembalikan seperti semula pun akan melewati berbagai tahap yang menyusahkan.

Aku tahu, aku bukanlah orang yang mengetahui bagaimana cerita awal kalian menjalin kisah kasih. Tetapi selama kalian berhubungan aku disisimu kawan, segala gerak gerik yang dilakukan pasanganmu itu sudah mencurigakan dari awal.

Mungkin ia yang lebih muda dibanding kamu, jadi dia memiliki sikap yang kekanakan daripadamu mulai dari meminta perhatian yang lebih, meminta pengertian yang lebih, dan masih banyak lagi.

Bahkan setiap kali kesalahan yang ditimbulkannya, kamu yang harus menanggungnya. Kalau diawal hubungan sebenarnya hal seperti itu bukanlah menjadi suatu masalah yang besar, karena masih butuh suatu proses adaptasi antara kalian berdua.

Tapi ini kalian sudah menjalani hubungan lebih dari empat bulan lamanya. Ya memang sih masih berumur jagung, karena belum mencapai setahun lebih.

Paling tidak ia memberikan pengertian serta perhatian yang lebih pula kepadamu, bersikap yang lebih dewasa daripada kamu, dan berfikir yang lebih rasional juga. Apa kamu tahu berapa kali kamu dibuat menangis olehnya? Tak terhitung kawan!

Baca Juga:  Surat untuk Kita, Belasan Tahun Kemudian

Kalau boleh jujur aku bosan melihatmu tersakiti olehnya tiap hari. Bahkan untuk masalah sepele pun ia tak ingin jujur kepadamu, dan harus kamu yang mengalah.

Tetapi ada kalanya kamu juga melakukan kesalahan, dimana kamu yang selalu mengharapkan perhatian yang lebih darinya padahal ia tak bisa melakukannya. Pernah dicoba satu atau dua kali, tetapi seterusnya apakah ia bisa mempertahankannya? Tidak kan?

Aku sudah capek melihat kamu terus dibuat menangis olehnya, aku tidak mau air matamu itu dibuang sia sia karena orang yang tak berperasaan seperti dia.

Saat ini waktunya kamu memutuskan sebuah keputusan besar, dimana kamu harus memilih antara kembali ke dia dan menjalani masa masa terberatmu.

Atau memilih berhenti dengannya dan menjalani masa masa terbaru sebagai diri yang baru pula. Berat memang memutuskan semua hal tersebut, tapi tak ada salahnya jika kamu mendengarkan pendapat dari teman teman dekatmu.

Awal mula ketika kamu memutuskan untuk berhenti menjalani hubungan dengannya, jujur perasaan lega mengalir dalam diriku kawan. Entah kenapa aku sangat bahagia kamu telah memutuskan hubungan dengannya, meskipun berat.

Tetapi beberapa hari kemudian ia kembali lagi kepadamu, dengan sejuta alasannya yang sudah muak untuk didengar. Apalah daya, kau yang telah terbuai oleh rayuan dan segudang alasannya, kembali lagi dengannya.

Asal kamu tahu saja aku dan teman teman dekatmu kecewa kawan! Kami kecewa karena kamu lebih memilih kembali kepadanya, padahal kamu sudah tahu kalau dia itu telah melakukan kesalahan terbesar.

Meskipun begitu namanya pertemanan, kami hanya bisa memahamimu saja dan tak memilih untuk melarangmu melakukan semua keputusanmu tersebut.

Hingga satu minggu kemudian, disaat kamu sedang pergi muncak bersama yang lainnya ada satu hal rahasia yang terungkap.

Kekasih pujaanmu ternyata telah berpaling darimu dan lebih memilih wanita lain. Tak ada yang tahu memang kebenarannya bagaimana, tapi paling tidak dengan cara tersebut bisa menyadarkan kamu bahwa dia sangat pantas untuk dilepaskan dan dilupakan.

Kini saatnya kamu mulai membuka lembaran baru lagi, tak usah memikirkan segala kenangan indah bersamanya.

Biarkan semua kenangan tersebut, menjadi masa lalu yang entah bisa terulang kembali atau tidak karena jodoh tak ada yang tahu. Fokuskan pikiranmu pada masa depan yang cerah, kamu boleh berhubungan lagi dengan lelaki lainnya asalkan jangan sampai mengulangi kesalahan yang terdahulu.

Baca Juga:  Surat dari Ibu untuk Anak yang Tegar Hatinya

Cukup kamu tersakiti dengan yang terdahulu, dan sekarang cobalah untuk mencari pengganti yang lebih baik dan lebih menyayangimu.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: kabar belakang

Atau baca artikel lain yang ditulis: Pak Pos


Artikel Terkait



Terbanyak Dibaca



Artikel Terbaru