Bisa Jadi kamu Mengisi ulang Baterai Smartphone dengan Cara yang Salah

Supaya jadi benar, kamu mesti tahu beberapa mitos seputar mengecas baterai hp sepanjang malam. Benarkah buruk bagi smartphone kita?


ilustrasi baterai smartphone

Oleh: Kaisar

Diterbitkan:

the Monkey Times – Kesalahan dalam mengisi ulang baterai smartphone berarti kabar buruk bagi smartphone, sebab kemungkinan besar kamu malah memperpendek usia pemakaian baterai.

Sebagian besar dari kita mengisi ulang baterai dengan membiarkannya terisi sepanjang malam, walau toh ketika tidur baterai smartphone ternyata sudah terisi 100 persen. Kalau konsisten melakukannya, kita malah mereduksi usia pemakaian baterai. Membuatnya cepat tua dan rusak.

“Bila kamu akan mengisi ulang baterai smartphone hingga 100 persen dan menjaganya tetap 100 persen – membiarkannya tetap terisi sepanjang malam – maka [tindakan itu] akan berakibat negatif pada penuaan [baterai],” kata Manajer-Direktur BatterieIngenieure (perusahaan konsultan teknologi baterai) Dominik Schulte seperti dikutip the Monkey Times (23/03/2021) dari Business Insider.

Sama seperti manusia, umur baterai hp terbatas. Senyawa kimia yang tersimpan di dalamnya berubah seiring dengan waktu. Dengan kata lain, daya tahan baterai smartphone semakin berkurang seiring dengan pertambahan usia perangkat.

Tapi benarkah klaim tersebut?

ilustrasi mengecas baterai hp
Foto via Getty Images lewat Canva Pro

Hanya saja ada sanggahan terkait dengan kebiasaan sebagian orang yang demen mengisi baterai hp sepanjang malam. Salah satunya adalah Ronald Ho, manajer produk di Google.

Dikutip Business Insider, Ho mengatakan pemikiran bahwa mengisi daya baterai hp sepanjang malam berefek buruk pada umur baterai sebetulnya merupakan opini yang usang, dikarenakan teknologi optimalisasi penggunaan baterai smartphone yang juga terus berkembang.

“Ketika baterai ponsel mencapai 100 persen, [sistem] pengisian daya baterai di dalam smartphone sebetulnya akan berhenti mengisi daya, guna mencegah terjadinya pengisian berlebihan,” kata Ho seperti dikutip Business Insider.

Yang perlu diperhatikan adalah daya baterai yang tersisa ketika kita tidak memakai smartphone dalam jangka waktu tertentu.

Sebagian besar produsen smartphone menyarankan agar pemilik hp menyisakan daya baterai lebih dari 50 persen hingga 80 persen ketika ponsel tidak dipakai dalam waktu lama.

Mengutip pernyataan Schulte kembali, baterai lithium-ion pada smartphone akan berkurang usianya ketika dibiarkan hidup tanpa digunakan, dengan kondisi baterai ada di rentang 30 persen hingga 50 persen.

Sederhananya, dengan menjaga kapasitas daya baterai setidaknya 50 persen ketika tidak digunakan dalam waktu lama, maka kamu sudah ikut memperpanjang usia baterai perangkat.

Dua jenis baterai smartphone kekinian

Evolusi baterai smartphone sebetulnya sudah dimulai pada 1980-an, meski sel baterai ponsel pertama sudah ditemukan sejak 1940-an. Dekade 1980-an memperlihatkan pengembangan baterai ponsel yang menggunakan Nickel-Cadmium, yang kemudian dilanjutkan Nickel-Metal Hydride pada dekade 1990-an.

Baca Juga:  Penjualan Smartphone Global akan Naik 11 persen pada 2021, kata Riset Gartner

Baru setelah itu era penggunaan baterai ponsel mulai beralih ke jenis Lithium, yang dibagi lagi ke dalam dua jenis, Lithium Ion dan Lithium Polymer Ion

Apa itu baterai Lithium Ion

Lithium Ion (Li-Ion) digunakan setelah era baterai Nickel-Metal Hydride selesai di dekade 1990-an. Jenis baterai ini masih digunakan hingga sekarang, dengan pertimbangan lebih tipis, lebih ringan dan lebih tahan lama.

Apa itu baterai Lithium Polymer Ion

Jenis ini (sering disebut Li-Pol) kurang populer ketimbang Li-Ion, namun dianggap 40 persen lebih kuat ketimbang Li-Ion. Tidak banyak vendor smartphone memakai Li-Pol. Mungkin karena biaya produksinya yang mahal.

Tips mengecas baterai hp

Jadi kita bisa mengabaikan klaim bahwa mengecas baterai hp semalaman bakal berakibat buruk pada kesehatan perangkat, terutama daya baterainya.

Walau begitu ada sejumlah tips mengecas baterai hp yang bisa diikuti sebagai berikut:

  • Mengisi daya baterai hp hingga maksimum 80 persen lebih baik bagi umur baterai, ketimbang mengecasnya hingga 100 persen.
  • Bila memungkinkan, gunakan teknologi fast charging.
  • Jauhkan perangkat smartphone dari lingkungan bersuhu panas ketika mengecas. Panas berlebihan adalah musuh bagi segala macam perangkat smartphone.
  • Matikan perangkat ketika mengecas. Atau setidaknya jangan gunakan perangkat untuk memainkan gim atau video ketika sedang dilakukan pengisian ulang baterai.

Oh ya, satu lagi, kamu mungkin demen memainkan video atau gim ketika perangkat sedang dicas. Sebaiknya jangan lakukan itu, karena akan memunculkan parasitic loads.

Mengutip Android Authority, parasitic loads berdampak buruk bagi baterai karena merusak siklus pengisian daya. Lebih jauh lagi, parasitic loads merujuk pada kondisi dimana bagian baterai menurun kemampuannya jauh lebih cepat ketimbang bagian sel baterai lainnya.

Jadi kalau tidak mau baterai hp mu lebih cepat habis dalam beberapa bulan mendatang, sebaiknya matikan perangkat smartphone ketika benda itu dicas.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: berita teknologi, tips teknologi

Atau baca artikel lain yang ditulis: Kaisar


Artikel Terkait



Terbanyak Dibaca



Artikel Terbaru