Tips Mencegah Anemia saat Masa Kehamilan

Anemia cukup berbahaya bagi ibu hamil. Karena itu harus dicegah sejak dini.


Tips mencegah anemia

Ilustrasi kekurangan darah. (Foto: Istimewa)


Oleh: Ika Umi Hayati

Diterbitkan:

the Monkey Times – Anemia cukup sering terjadi pada ibu hamil, sehingga penting untuk diketahui supaya tidak menyebabkan hal yang membahayakan bagi kesehatan ibu dan janin. 

Karena berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Mencegah anemia ketika masa kehamilan sebenarnya mudah untuk dilakukan dan sangat sederhana.

Anemia yang sering dialami ibu hamil biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan nutrisi dengan tingkat kebutuhan saat tubuh ingin membentuk sel darah merah. 

Pada masa kehamilan, proses produksi sel darah merah membutuhkan lebih banyak nutrisi daripada biasanya. 

Sel darah merah bertugas mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh dimulai dari jantung, hingga ke rahim. 

Ibu hamil membutuhkan lebih banyak sel darah merah guna mendukung pertumbuhan janinnya. Nah, anemia dapat terjadi jika asupan dan kebutuhan nutrisi ibu hamil tidak seimbang.

Yuk cari tahu cara mencegah anemia saat masa kehamilan.

Mengenal Penyakit Anemia            

Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai ketika hamil adalah anemia. Penyakit ini dapat mempengaruhi kondisi janin dan ibunya. 

Maka dari itu perlu dilakukan upaya pencegahan supaya keduanya tetap sehat. Mengapa ibu hamil sering menderita anemia?

Dalam sebuah jurnal bertajuk “Anemia in Pregnancy”, disebutkan bahwa anemia sebagai sebuah kondisi dimana sel darah merah kekurangan hemoglobin (pengangkut oksigen dalam darah). 

Sel darah merah yang kekurangan hemoglobin tentu dapat mempengaruhi kadar oksigen yang seharusnya diedarkan ke seluruh tubuh. Akibatnya, penderita anemia akan mengalami sakit kepala, merasa lemah, bahkan sampai susah bernafas.

Kadar hemoglobin pada ibu hamil biasanya berkurang karena faktor fisiologis yang berubah. Selain itu, ketidakseimbangan antara asupan nutrisi dan vitamin pada tubuh ibu hamil membuat zat besi berkurang sehingga anemia dapat terjadi.  

Berikut beberapa penyebab anemia selama masa kehamilan selain dari kekurangan zat besi.  

  • Kekurangan vitamin B12 yang menyebabkan sel darah merah tidak sehat. Ini bisa disebabkan oleh kurangnya konsumsi telur, daging, dan produk susu.
  • Pola makan yang tidak seimbang menyebabkan tubuh kekurangan folat.

Anemia berpotensi membahayakan ibu hamil dan janin seperti berikut:  

  • Kematian janin.
  • Berat badan kurang dari normal.
  • Lahir prematur.
  • Tali plasenta atau plasenta previa berada di bagian bawah rahim
  • Mengalami perdarahan berlebihan atau post partum setelah melahirkan.
Baca Juga:  Pengertian dan Fungsi Penting Ekosistem Garis Pantai

Anda harus memperhatikan asupan makanan selama hamil supaya tidak menderita berbagai komplikasi akibat anemia. 

Terapkan pola makan yang seinmbang supaya Anda dapat mencegah penyakit anemia dan komplikasi yang diakibatkannya.

Langkah Mencegah Anemia Selama Kehamilan

Ibu hamil, Anda dapat mencegah anemia secara efektif dengan cara mengonsumsi suplemen zat besi.

Anda juga perlu mengatur pola makan lebih baik sebagai upaya pencegahan anemia. Seperti berikut ini:

  • Konsumsi makanan dan suplemen yang mengandung vitamin C. Misalnya makan sayur dan buah-buahan segar seperti jeruk, jambu biji, brokoli, apel, dan lain-lain.
  • Makan makanan yang banyak mengandung asam folat seperti sayuran hijau, jus jeruk, gandung, dan kacang kering.
  • Konsumsi makanan yang kaya zat besi, misalnya gandum, telur, ikan ayam, dan daging.
  • Konsumsi suplemen zat besi dan asam folat. Berdasarkan dosis yang diberikan dokter, ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi suplemen asam folat sebanyak 400 mcg dan zat besi 60 mg setiap harinya.
  • Makan makanan yang mengandung nutrisi yang tepat saat hamil. Yaitu yang ada vitamin B12, asam folat, dan zat besi yang mana bisa diperoleh dari ikan, bebek, ayam, biji-bijian, kacang-kacangan, daging merah tanpa lemak, sayuran hijau seperti kubis, brokoli, dan bayam, buah-buahan seperti melon dan pisang.

Mencegah anemia selama masa kehamilan harus dilakukan sejak dini atau bisa dari sebelum hamil. 

Sebab kebanyakan kaum wanita lebih berisiko menderita penyakit ini bahkan sebelum masa kehamilannya. 

Contoh, wanita yang mempunyai infeksi cacing tambang atau wanita yang sudah pernah melahirkan. 

Penyakit anemia juga cenderung muncul pada wanita yang mempunyai pola makan vegetarian karena mereka tidak mendapatkan vitamin B12 dari daging.  

Maka dari itu, sebelum merencanakan kehamilan Anda disarankan untuk memeriksakan kondisi kesehatan. 

Jika memang menderita anemia, Anda dapat menerima penanganan dari dokter sebelum hamil. Sehingga Anda dapat menjalani kehamilan dengan kondisi tubuh yang lebih siap.  

Tapi ingat, saat mengkonsumsi suplemen zat besi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Jadi harus pakai resep supaya tidak menyebabkan efek samping seperti diare, konstipasi, muntah, atau mual. 

Jika Anda saat ini dalam program hamil atau sedang hamil, maka perlu memperhatikan jumlah asupan besi, vitamin B12 serta asam folat supaya tetap tercukupi dengan baik. 

Mudahnya, Anda bisa mengunjungi dokter secara teratur untuk melakukan kontrol kehamilan dan minum suplemen yang telah diresepkan.  

Baca Juga:  Manfaat Air Putih dan Rekomendasi Waktu yang Tepat untuk Meminumnya

Tidak perlu khawatir, karena dokter akan selalu siap memberikan solusi yang tepat untuk Anda.

Demikian cara mencegah anemia selama masa kehamilan. Semoga Anda dan janin tetap dalam keadaan sehat, ya.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: kehamilan, panduan hidup sehat, Pengetahuan sehari-hari, tips sehat

Atau baca artikel lain yang ditulis: Ika Umi Hayati

artikel Terkait

Terbanyak Dibaca


Artikel Terbaru