Kami mungkin menerima komisi untuk setiap pembelian yang dilakukan lewat tautan afiliasi yang termuat di beberapa jenis konten yang diterbitkan pada topik/kategori tertentu. Pelajari selengkapnya.

Topik: Narasi

Tips Menyemangati Teman yang Putus Cinta

Kadang kita juga bingung bagaimana menyemangatinya, apalagi jika masih terbawa emosi.


putus cinta

Ilustrasi putus cinta (Foto : Hallfbottle/Canva Pro)

Diterbitkan:

the Monkey Times – Hubungan percintaan sudah pasti penuh cerita, mulai dari bahagia hingga sedih. Hal paling menyakitkan sudah pasti adalah putus dari pacar. Pasti kamu pernah dicurhatin teman yang baru saja mengalami putus cinta. 

Iklan

Kadang kita juga bingung bagaimana menyemangatinya, apalagi jika masih terbawa emosi. Kamu pun akhirnya juga ikutan sedih dan ingin segera membantunya.

Tapi, kamu harus hati-hati jika ingin menghibur temanmu. Karena hatinya masih sangat rapuh.

Iklan

Jika kamu ingin membuat temanmu merasa lebih baik, ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti dan berdasarkan pengalamanku sendiri. Yuk, simak tipsnya berikut ini. 

Tanyakan apa yang terjadi 

Pertama-tama, tanyakan terlebih dahulu apa yang terjadi. Kamu harus bisa mendengarkan dengan tenang apa yang akan temanmu utarakan.

Iklan

Biarkan dia mengeluarkan semua perasaannya. Sebisa mungkin jangan menyela ketika dia sedang menceritakan apa yang telah terjadi. 

Berikan dia waktu untuk membuat dirinya tenang terlebih dahulu. Karena ketika baru putus, temanmu hanya akan merasakan emosi saja.

Biarkan dia menceritakan secara detail sebelum kamu memberikan masukan. Jika perlu, berikan dia usapan lembut pada punggung, agar dia cepat tenang. 

Namun, jika ia belum siap untuk bercerita, maka jangan dipaksa. Biarkan dia menangis ataupun marah. Kamu hanya perlu menemaninya hingga ia merasa tenang dan siap menceritakan apa yang telah terjadi. 

Kamu harus sabar 

Kadang, saat sedang mencurahkan isi hati, temanmu akan menceritakan hal yang sama berulang-ulang.

Hal ini sangatlah wajar, karena ia masih belum bisa berpikir jernih. Bersabarlah jika memang ia sudah menceritakannya.

Posisikan kamu sebagai pendengar pada tahap ini. Emosi temanmu juga masih belum stabil, jadi tidak akan membantu jika kamu tidak sabar. 

Jangan bandingkan kisahmu dengan temanmu 

Hal ini juga harus kamu hindari. Jangan pernah sekalipun kamu membandingkan kisahmu dengan apa yang sedang terjadi terhadapnya saat ini.

Membandingkan situasi yang pernah kamu rasakan, tidak akan memperbaiki perasaannya. Karena belum tentu apa yang pernah kamu alami sama dengan yang ia rasakan sekarang. 

Berikan saja masukan-masukan positif. Misalnya dengan mengatakan bahwa ia adalah orang yang berharga dan juga sudah melakukan yang terbaik.

Tunjukan jika dirimu benar-benar memahami apa yang sedang terjadi dengannya. Tapi, jangan pernah mengungkit kisah dari sisimu.

Cukup berikan kata-kata positif agar ia tahu bahwa kamu akan selalu menjadi teman yang akan mendampinginya. 

Berikan nasihat agar ia tidak menghubungi mantan kekasihnya 

Karena baru putus, perasaan cinta sudah pasti masih dirasakan. Temanmu juga masih ingin menghubungi mantan kekasihnya.

Jika sudah ada ungkapan ini, lebih baik kamu segera hentikan. Katakan kepada temanmu bahwa menghubungi mantan kekasih hanya akan membuatnya terluka lagi. 

Walaupun nanti ia menangis atau menudingmu tidak tahu apa yang dirasakannya, kamu harus tetap menghentikannya.

Berikan kenyataannya yang sebenarnya dan berikan kalimat positif. Katakan bahwa ia adalah orang yang berharga dan tidak pantas untuk disakiti lagi. Sampaikan dengan nada lembut sehingga ia bisa menerima nasehatmu. 

Ceritakan kenangan lucu 

Setelah temanmu sudah merasa lega dan tenang, coba ceritakan beberapa kenangan-kenangan menyenangkan yang pernah terjadi di antara kalian berdua.

Nostalgia sedikit akan hal menyenangkan bisa membantu memberikan energi positif kepada temanmu. Walau ia hanya tersenyum, itu sudah cukup. 

Ajak untuk relaksasi

Kalau temanmu sudah mulai bisa tersenyum atau tertawa, ajak dia untuk relaksasi. Lakukanlah kegiatan atau hobi yang kalian berdua senangi. Kalau aku dulu mengajak teman untuk jalan-jalan ke mall, spa atau salon. 

Jika teman pria, bisa ajak untuk dinner atau olahraga bersama. Selama kegiatan yang kalian lakukan tujuannya adalah untuk relaksasi dan positif, maka lakukan saja. Ini akan sangat membantu pikiran menjadi lebih tenang.

Jangan pernah ungkit lagi kejadian putus cinta 

Apabila temanmu sudah terlihat baik-baik saja, sudah bisa tertawa dan bisa melakukan aktivitas dengan lancar, maka sebaiknya kamu tidak ungkit lagi kejadian putus cinta yang ia alami.

Biarkan temanmu merasakan kebebasan dan juga melakukan kegiatan yang ia senangi. Selama ia sudah merasa lebih baik dan bahagia, maka kamu juga akan ikut bahagia. 

Siap untuk selalu menemaninya 

Terakhir, katakan dengan jelas bahwa kamu akan selalu menemaninya dan juga selalu mendukungnya.

Tapi, jangan hanya berkata dimulut saja. Kamu harus benar-benar mengatakannya dengan tulus. 

Buktikan bahwa kamu ingin membantunya melewati masa sulit dan ia tidak pernah sendirian.

Berikan pelukan hangat sambil mengucapkan kata-kata tersebut. Hal ini akan sangat membantu temanmu untuk segera bangkit lagi dari keterpurukannya. 

Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan ketika ingin menyemangati teman yang baru saja putus cinta.

Aku tidak hanya menerapkan tips tersebut ketika teman putus dari pacarnya saja, tapi segala situasi sulit yang mereka alami. Karena jika mereka bahagia, aku pun juga akan merasakan hal yang sama. 

1637809467 LMqn9WyiH4rRRXbPuXboe1tYL1EqK5ei
Temukan artikel menarik lainnya di topik: Sedikit curhat
Subscribe
Notify of
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments