Kami mungkin menerima komisi untuk setiap pembelian yang dilakukan lewat tautan afiliasi yang termuat di beberapa jenis konten yang diterbitkan pada topik/kategori tertentu. Pelajari selengkapnya.

Topik: DigiDay

Taut Mesra Google Maps dan Translator

Google Maps dan Translator disatukan, untuk membantu para pelancong.


Google maps ilustrasi

Google menambahkan fungsi penerjemahan ke dalam Google Maps. (Foto: Pixabay)

Oleh: Mas Hadid
Diterbitkan:

the Monkey TimesGoogle Maps dan Google Translator semakin mesra. Menurut sebuah rilis dari Blog Google pada 13/11, pertautan keduanya membuat kegiatan melancong jadi lebih mudah untuk semua orang.

Iklan

Mudah bagi siapa saja untuk merasa tersesat ketika memutuskan liburan ke luar negeri, apalagi kalau tidak bisa berbicara bahasa ibu yang dipakai di negara yang kamu kunjungi.

Google baru-baru ini mengembangkan fitur yang mendekatkan fungsionalitas Google Maps dan Translator. Yang pada intinya membantu para pelancong menemukan tempat yang ingin mereka kunjungi di sebuah negara.

Dalam sebuah rilisan di Blog resmi Google, fitur itu disebut auto translated reviews. Google menjelaskan fitur tersebut dengan cara begini:

Google Maps has made travel easier than ever before. You can scout out a neighborhood before booking a hotel, get directions on the go and even see what nearby restaurants the locals recommend thanks to auto-translated reviews.

(Google, sebagaimana dimuat di blog resmi mereka)

Dengan keberadaan fitur tersebut, Google mempermudah siapapun yang tak bisa bicara bahasa asing di negeri tempat dimana pengguna menghabiskan liburan.

Misal Anda sedang menghabiskan liburan di Taiwan dan ingin makan di restoran terdekat dari hotel dimana Anda menginap.

Anda tinggal mengetap tombol pengeras suara tepat di sebelah nama restoran yang ingin Anda kunjungi.

Google kemudian akan menyebutkan nama restoran itu keras-keras dalam dialek setempat.

Lalu bila Anda terlibat dalam pembicaraan yang lebih kompleks, Google Maps akan menghubungkan Anda dengan Google Translator.

Omong-omong, pada dasarnya fitur Maps itu bekerja berdasarkan fungsi text-to-speech bawaan di dalam perangkat pengguna.

Fungsi itu mendeteksi bahasa yang Anda gunakan di perangkat. Nah, fungsi text-to-speech itulah yang menentukan tempat mana saja yang mungkin perlu diterjemahkan ke bahasa yang Anda gunakan di perangkat.

Fitur tersebut akan dirilis bulan November 2019, dan menyediakan dukungan untuk 50 bahasa.

Google menyatakan bahwa dukungan terhadap bahasa lain akan disediakan pada fitur tersebut, meski mereka tidak menyebutkan bahasa mana saja yang nantinya akan didukung.

Baca Juga:

1637809467 LMqn9WyiH4rRRXbPuXboe1tYL1EqK5ei
Temukan artikel menarik lainnya di topik: berita teknologi