Surat untuk Suamiku di hari Pernikahanku

Menikah adalah sesuatu hal yang mungkin tak terpikirkan olehku.


untuk-suamiku

Ilustrasi pernikahan. (Foto: DAPA Images lewat Canva Pro)

Oleh: Pak Pos
Diterbitkan:

the Monkey Times – Tentunya ini karena ada beberapa hal, masalah prioritas pastinya. Di umur yang sudah tidak muda lagi, aku masih mengesampingkan pikiran untuk menikah.

Perlu kamu tahu, aku tipikal orang yang ambisius. Dimulai dari ingin masuk ke kampus unggulan di Jakarta, sampai lulus tepat waktu pun juga aku kejar.

Setelah selesai kuliah pun, aku juga mengejar target untuk bekerja di salah satu perusahaan internasional di ibukota. Sehingga, aku terlalu tidak memikirkan masalah pernikahan sampai kamu datang di hidupku.

Pertemuan yang tidak terduga itu menjadi salah satu momen yang terjadi tanpa kusadari. Tak pernah terpikir olehku bahwa nantinya kamu yang akan menjadi suamiku.

Mulai dari kamu yang iseng bertanya di busway tentang apakah kamu mengambil jurusan yang tepat. Ternyata disitu kamu salah ambil jalur hahaha. Aku ingat sekali raut wajah yang panik terpancar dari wajahmu.

Kemudian, kamu turun di pemberhentian halte selanjutnya. Aku kira pertemuan asing itu hanyalah hal biasa yang terjadi.

Namun, Tuhan berkata lain. Aku kembali dipertemukan denganmu di situasi asing lainnya. Dimana saat kita tak sengaja bertemu ketika kamu mengembalikan dompetku yang tertinggal di kasir Mcd Sarinah sore harinya.

Disitu, aku langsung ingat wajahmu. Karena wajah panik lucu tersebut tidak bisa aku lupakan begitu saja.

Karena kita berdua sedang makan sendirian, aku pun akhirnya berbagi meja denganmu. Seperti bertemu dengan teman yang sudah akrab, obrolan kita berdua pun tidak terasa canggung.

Kita ngobrol dari a sampai z, dari jam 5 sore hingga jam 8 malam. Waktu yang cukup lama. tak terasa sudah tiga jam kita  mengobrol. Namun, harus kuakhiri karena aku harus pulang ke Depok dan mengejar kereta yang memakan waktu lumayan.

Kamu pun akhirnya meminta kontak Instagramku. Katamu dulu sih biar gampang kalo ngajakin makan.

Modus banget ya. Tapi aku pun mengiyakan, karena kamu bilang bahwa kamu baru merantau dari kota Malang dan masih belum punya banyak kenalan. Dari obrolan tersebut pun aku tahu mengapa kamu bisa nyasar naik busway. Hahaha

Dari pertemuan tak sengaja, kita berdua pun akhirnya sering menghabiskan waktu bersama. Dimulai dari ketertarikan akan jenis musik yang sama, kita akhirnya sering menghabiskan waktu untuk pergi nonton konser berdua.

Baca Juga:  Secuil Cerita Untuk Kakak yang Sudah Berjuang

Dan mengobrol hingga larut malam. Karena kamu pecinta makanan pedas, kita pun juga sering bertemu untuk sekedar mencari tempat makan yang menyediakan kuliner pedas.

Dengan pertemuan yang tidak terduga, lama kelamaan kita pun menjadi sering bertemu dengan terencana. Tepat di 31 Mei 2020 pun kamu mengatakan ingin serius menjalin hubungan denganku.

Dan menginjak umurku yang mulai di angka 30, maka aku pun mengiyakan. Kamu berkata tidak ingin terlalu lama berpacaran dan ingin segera menyusun pernikahan denganku.

Aku nggak tahu kenapa kamu bisa seyakin itu sama aku. Tiap kali aku tanya mengapa kamu ingin menghabiskan waktu denganku. Kamu hanya menjawab, karena aku baik dan mau memberikan arah yang benar ketika kamu tersesat.

Dengan alasan yang simpel itu, kamu pun berkeyakinan bahwa aku bisa menjadi orang yang akan menuntunmu ketika salah arah. Sehingga kamu menjadi sangat yakin dengan ku untuk menghabiskan sisa hidup bersama.

Untuk suamiku.

Terima kasih telah menjadi sosok pria yang telah percaya denganku. Terima kasih juga telah mau menerima baik dan buruk sikapku. Terima kasih untuk pribadi yang selalu sabar denganku.

Terima kasih telah menjadi sosok yang selalu ada ketika up and down. Hanya terima kasih yang bisa aku sampaikan. Terima kasih telah bertemu denganku di tidak sengajaan ini.

Ketika banyak teman banyak berkata jangan sembarangan percaya sama orang yang baru dikenal. Tapi semua sikap yang kamu lakukan ke aku segera menepis anggapan dan rasa curiga atas pertemuanku dengan orang asing ini.

Kamu mengajarkan ku menjadi orang yang lebih mencintai diri sendiri, mengajarkanku untuk berpikiran its okay not to be okay, dan mengajarkan ku bagaimana hidup tak selalu perfeksionis.

Lalu, tak terasa hari pernikahan kita pun tinggal menghitung jam saja. detik detik kamu yang panik dan takut salah dalam membaca akad.

Detik-detik persiapan nikah yang membuat kita adu argumen, akhirnya selesai juga. Aku bahagia telah dipilih menjadi pasangan hidupmu. Memikirkan akan menemanimu hingga akhir hayat, membuatku deg deg an.

Jadi, siap memulai untuk hidup bersama dengan lebih banyak kenangan dan kejadian tak terduga lainnya? Di dalam surat ini aku nyatakan bahwa aku siap.

Terakhir, aku ucapkan banyak terima kasih telah hadir dan mengisi hari hariku suamiku. Untuk hari ini dan masa depan kita bersama.

Baca Juga:  Surat untuk teman Seperjuangan yang Jejaknya Menghilang

Dari istrimu yang tercinta.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: kabar belakang

KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru