Surat Untuk Pengagum Rahasia

Sedang apa kamu disana?


pengagum

Ilustrasi pengagum rahasia. (Foto: Dean Drobot lewat Canva Pro)


Oleh: Pak Pos

Diterbitkan:

the Monkey Times – Untuk kamu yang selalu datang saat aku sedang sendiri, saat sedang membutuhkan teman untuk cerita, saat sedang kesepian dan saat bingung dalam menentukan keputusan. 

Aku tidak tau status kita apa, yang pasti bukan sepasang kekasih yang memiliki sebuah ikatan spesial. Namun kehadiranmu di hidupku sangat berarti sekali bagiku, aku akui itu.

Aku tidak pernah tau maksud perhatiannya terhadapku, apakah dia memiliki perasaan yang sama denganku. Iya aku sangat mencintai dia tapi aku tidak pernah memaksakan agar dia menjadi milikku. 

Aku selalu percaya dan mengikuti takdir yang telah digariskan oleh tuhanku yang menciptakan aku karena itu pasti lebih baik untukku dan juga hidupku kedepannya.

Sikap dan perilakunya mengatakan bahwa dia memiliki perasaan yang sama denganku namun aku tidak mau mengambil kesimpulan sendiri. 

Aku takut semua itu tidak sesuai dengan ekspektasi dan hanya membuatku sakit hati. Sikapnya memang menunjukkan bahwa dia mengagumiku tapi dia tidak pernah mengatakannya langsung padaku tentang itu.

Saat ini aku hanya bisa menganggapnya sebagai pengagum rahasiaku meski sosok dan kehadirannya sudah tidak menjadi sebuah rahasia. Jadi begini rasanya berurusan dengan perasaan. 

Dulu aku memang pernah menyukai seseorang tapi rasanya tidak sampai seperti sekarang ini. Aku bingung kenapa aku terlalu menyukainya padahal dia tidak membalas.

Kadang, ketika sedang sendiri aku selalu berfikir “apa sih istimewanya orang itu ?” ucapku dalam hati. Empat tahun aku menyimpan perasaan suka terhadapnya namun dia tidak memberikan balasan juga. 

Dia tahu kalau aku menyukainya tapi dia tidak pernah membalasnya dan hanya menanyakan “apa kamu suka sama aku ?” setiap ketemu.

Kan aku jadi bingung sendiri, dan akhirnya aku mengambil kesimpulan kalau dia tidak suka sama aku. Dia perhatian dan baik terhadapku itu mungkin hanya ingin menghargaiku sebagai seorang perempuan

Suatu hari aku mendengar kabar bahwa dia sudah memiliki pasangan dan disitu perasaanku biasa saja ketika mendengar berita itu alias tidak sedih.

Dan yang paling mengharapkannya lagi, adalah aku masih menyukainya meskipun sudah tahu kalau dia punya pacar. Hati kecilku bergumam “Tuhan, aku kenapa sih masa iya aku kena guna-guna”. 

Otakku mulai berpikiran tidak benar dan kacau sekali saat memikirkan hal itu. dan teman-temanku pun heran kenapa aku bisa seperti itu dan segitu benci nya.

Baca Juga:  Surat untuk Nada, Temanku di Taman Kanak Kanak

Hari-haripun berlalu dan saat dia sudah punya pacar dia jarang menghubungiku dan aku mengerti itu, namanya juga orang sudah punya pasangan pasti akan lebih fokus sama pasangannya. 

Tapi sesekali dia masih menghubungiku meskipun tidak intens menanyakan kabar setiap hari. Entah kenapa aku selalu bahagia saat menerima notifikasi chat dari dia.

Meskipun chatnya hanya sebatas “hai” dan berakhir dengan emoji yang tidak jelas. Saat menerima notifikasinya, aku merasa lagi dichat oleh pacar baruku. 

Aku sering bingung dengan diriku sendiri kenapa bisa seperti ini, padahal sebelumnya aku adalah orang yang sangat cuek jika berkaitang dengan yang namanya lelaki dan tidak pernah mau peduli.

Rapi semenjak aku melihatnya pada salah satu acara yang diselenggarakan oleh kampus, aku langsung memikirkannya padahal belum tahu namanya, aneh bukan? Kita sudah lama tidak berkomunikasi sejak keduanya sudah mulai sibuk dengan urusan masing-masing. 

Aku sibuk dengan urusan pekerjaanku dan dia sibuk mengurus bisnis yang sedang dirintis. Biasanya dulu kita sering banget telponan dan bertukar kabar setiap harinya karena posisinya dia belum menjadi pacar orang.  tapi sekarang hal itu sudah sangat jarang terjadi.

Sempat aku berpikir untuk menghubunginya tapi aku tidak punya keberanian karena dia anaknya sangat cuek dan dingin sekali. 

Aku sangat penasaran dengan kabarnya apakah dia sudah punya pacar lagi atau masih bertahan dengan pacarnya yang lama. Kadang aku juga sempat berpikir untuk menghilangkan perasaan suka terhadap dia tapi tidak bisa.

Rasanya susah sekali untuk membencinya dan menghilangkan perasaan ini. Jadi sampai sekarang aku biarkan saja rasa ini tetap tumbuh dalam hati sampai suatu saat aku menemukan orang yang lebih baik dari dia dan mau menerimaku apa adanya. 

Dan intinya saat ini aku masih tidak ingin menyukai siapapun kecuali dia pengagum rahasiaku.

Karena aku tidak ingin sakit hati lagi untuk yang kedua kalinya hanya karena masalah lelaki. Aku lebih suka menjalani hari-hariku dengan teman dan sahabat dekat tanpa harus takut ada yang marah atau cemburu. 

Baca Juga: Surat untuk Diriku yang Lain di Dalam Cermin

Dengan begitu aku merasa lebih bebas dan leluasa untuk berteman dengan siapa saja. Sudah cukup trauma dengan masa lalu yang menyakitkan itu.

Satu pintaku pada tuhan yang menciptakan aku, semoga pengagum rahasiaku selalu dalam keadaan baik-baik saja. 

Baca Juga:  Surat untuk Pengamen Tua

Jika kita memang berjodoh maka tuhan akan mempersatukan aku dan dia dengan cara yang tidak terduga sebelumnya. Namun jika memang kita tidak berjodoh maka tuhan pasti sudah membuat rencana lain yang lebih baik pastinya.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: curahan hati, kabar belakang

Atau baca artikel lain yang ditulis: Pak Pos



Slide
Infografis jumlah bus listrik di seluruh dunia
Slide
Infografis vespa matik di Indonesia
Slide
Infografis kencan di era pandemi
Slide
melek finansial
Slide
infografis waralaba
Slide
infografis-jaga-kesehatan-saat-banjir
Slide
Infografis aktor Philip Seymour Hoffman
Slide
Infografis estetika film Paul Anderson
previous arrow
next arrow


Rekomendasi Artikel


Cara Sinema Sport Wisata Sosial