Surat untuk Para Pencari Kerja

Untuk para pencari kerja. Jalan masih panjang. Berat memang. Tapi mungkin kita semua sedang diuji. Untuk menjadi tabah. Untuk menjadi sabar.


pencari-kerja

Ilustrasi pencari kerja. (Foto: Getty Images lewat Canva)

Oleh: Pak Pos
Diterbitkan:

Sebelum mulai, izinkan aku untuk mengucapkan halo untuk kamu yang masih berjuang mencari pekerjaan. Tidak mudah memang, dan mungkin kamu merasa buntu. Kadang putus asa. Tapi kalau kamu bisa melaluinya, itu akan jadi kenangan menyenangkan seumur hidup.

Bagi sebagian orang pekerjaan impian adalah awal untuk menuju kesuksesan. Padahal belum tentu pekerjaan yang selama ini diidam idamkan memang membuat kita merasa hidup.

Atau justru setelah kamu mendapatkannya, gairah yang sebelumnya menggebu tiba tiba terasa padam. Hanya ada pertanyaan, “Setelah ini apalagi?” “Oh Cuma begini aja ternyata” “Wah ternyata nggak sesuai ekspektasi”

Jika kamu tidak juga menemukan pekerjaan, mungkin ini pertanda jika kamu harus membuka lapangan pekerjaan.

Anonim

Ya, sudah menjadi budaya yang berlarut, jika pekerjaan yang terlihat berkelas begitu diburu oleh banyak orang. Kita tentunya tidak menutup mata, gaji besar, tunjangan hingga jaminan masa tua yang gemilang terlihat menggiurkan.

Menempuh jalan dengan mengambil jurusan tertentu, dengan harapan mampu untuk memperbaiki kehidupan. Satu langkah kaki di gerbang universitas, satu beban di pundak semakin hari semakin bertambah.

Setelah berjuang selama itu, nyatanya tidak langsung membuat kamu mendapatkan pekerjaan impian. Puluhan map coklat mungkin sudah disebarkan, belum lagi banyaknya surel yang sudah kamu layangkan.

Setiap hari membuka sosial media berharap ada lowongan yang sesuai dengan kualifikasi. Mencari tips tips yang kiranya akan membantu agar semakin mudah untuk bertahan di ketatnya persaingan.

Bersyukurlah bagi yang tak perlu merasakan pusingnya nyari kerja selama berbulan bulan. Bagaimana dengan mereka yang masih berjuang hingga detik ini? Akan merasakan sendiri bagaimana beratnya alur yang harus ditempuh.

Bulan pertama setelah mendapatkan tanda kelulusan mungkin masih tersisa banyak semangat untuk mencari kerja. Bulan berikutnya semangat juga masih belum pudar, membara begitu kuat.

Barulah ketika semua usaha yang dilakukan seperti tak ada ujungnya, rasa putus asa perlahan menghampiri. Apalagi jika lingkungan tidak mendukung, beban di kepala dan pundak makin berat.

Seperti tidak ada cahaya yang akan segera datang, beberapa justru sudah akan menyerah dan pasrah. Padahal tidak ada salahnya untuk mengambil jeda beberapa saat. Sebelum akhirnya kembali untuk berjuang dan memperbaiki yang ada.

Kamu mungkin termasuk orang yang sampai pada tahapan interview saja tetapi tidak ada kabar lanjutan. Atau bahkan sejak mengirimkan lamaran belum juga ada tanggapan apapun.

Baca Juga:  Surat dari Ibu untuk Anak yang Tegar Hatinya

Karena aku bukan ahli dalam hal ini, aku hanya ingin menyampaikan jika bukan hanya kamu yang mengalaminya. Beberapa orang yang sekarang sedang sibuk dengan pekerjaannya, dulunya juga mengalami hal yang sama.

Ditambah dengan pandemi yang semakin membuat para pencari kerja harus memiliki tameng sekuat baja. Apapun pekerjaannya, sebenarnya tidak masalah jika kamu memang baru saja lulus.

Dengan pekerjaan tersebut kamu bisa belajar hal baru dan siapa tahu di masa mendatang akan berguna. Siapa yang menyangka jika pekerjaan yang dianggap biasa saja nyatanya membawa kepada jalan kesuksesan yang juga tidak disangka sangka.

Setiap orang memiliki patternnya, jalannya di awal mungkin akan terlihat sama. Tapi ternyata ada belokan berbeda. Alasannya simpel karena itu kamu. Jika bukan kamu siapa yang mampu untuk menjalani hal yang mungkin aku akan menganggap berat.

Semua beban yang berada di pundak ini memang sudah diberikan sesuai dengan porsinya. Satu satunya cara yang bisa dilakukan tentunya tidak mudah menyerah dan terus berharap kepada yang mencipta.

Semua yang ada di dunia adalah MilikNya, tak sulit jika hanya sebuah pekerjaan jika dibandingkan dengan seisi semesta. Untuk kamu yang mungkin belum ada kesempatan, maka saatnya kamu menyiapkan jurus lainnya dengan mendalami ilmu yang lain.

Teknologi saat ini semakin berkembang pesat, yang membuat kegiatan belajar apapun semakin mudah. Manfaatkan apa saja yang ada selama kamu tidak berpangku tangan dan menyerah.

Memulai usaha kecil kecilan juga bukanlah ide yang buruk. Sekalipun ekonomi Indonesia sedang lesu, tak ada salahnya untuk mencobanya. Pekerjaan yang mentereng tidak selamanya akan membuat kamu mendapatkan apa yang kamu cari. Justru menjadi pengusaha dan menyediakan lahan pekerjaan bagi orang lain lebih menyenangkan.

Walaupun awalnya kamu harus jatuh bangun dan berjuang sendiri lebih dahulu.

Tidak ada jalan buntu untuk mereka yang selalu bersemangat dan berusaha. Merasa sedih, merasa dunia tidak adil dan rasa lelah bukanlah hal yang dilarang. Luapkan saja dan rehat, hingga akhirnya kamu tau dan paham apa yang harus kamu lakukan.

Bersedih berlarut larut tidak akan membuat lamaran kamu langsung dilirik. Marah dan memaki bukan akan membuat kamu dapat pekerjaan, justru akan mencoreng nama baikmu sendiri.

Menerima, mengakui kekurangan dan mengasah kelebihan adalah jalan paling bijak untuk menghadapinya. Tetap semangat, dan jatuhkan prasangka serta harapan pada pemilik semesta.

Baca Juga:  Surat untuk Sahabatku yang Damai dalam Keabadian
Temukan artikel menarik lainnya di topik: kabar belakang

KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru