Surat Untuk Makhluk Tuhan yang Paling Lembut

Hai makhluk Tuhan yang paling lembut! Aku tahu kamu pasti tidak akan membaca sepucuk surat ini karena kamu memang tidak ingin mengetahuinya.


makhluk-tuhan

Ilustrasi makhluk Tuhan. (Grafis: the Monkey Times)


Oleh: Pak Pos

Diterbitkan:

the Monkey Times – Mungkin kalau aku menulisnya di atas kertas, surat ini akan menjadi media yang tepat untuk menggaruk atau bahkan hanya diselipkan diantara halaman buku yang tak pernah kau baca.

Tapi asalkan kamu tahu, selama ini aku selalu menyimpan perasaan di dalam hatiku. 

Aku ingin sekali kamu mengerti isi hatiku yang selama ini aku pendam. Tapi mana mungkin kamu akan mengerti perkataanku, meskipun aku berbicara di depanmu juga. 

Maka dari itu, aku lebih memilih untuk menuliskan beberapa hal yang mungkin akan kamu baca? Walau hanya ilusi semata, aku akan tetap mencurahkan isi hatiku kepadamu. 

Akankah kamu mengingat waktu pertama kali bertemu? Kamu tiba – tiba muncul entah dari mana dan sudah ada di depan rumahku. 

Kamu sudah seperti ditakdirkan saja untuk datang ke hadapanku. Waktu itu kamu masih kecil dan kurus sekali dengan kondisi yang sangat mengharukan untuk makhluk Tuhan yang paling lembut. 

Karena tidak teganya tanpa berpikir panjang aku langsung mengangkatmu dari depan rumah. Padahal, orang tuaku tidak menyukaimu awalnya. 

Berbagai upaya untuk menyingkirkanmu dari rumah sudah mereka lakukan agar kamu tidak berada di rumahku. Namun, tingkah laku dan wajahmu sangat menggemaskan. 

Hingga akhirnya, kamu menjadi salah satu kesayangan bagi orang tuaku. Bahkan sekarang kamu jadi anak kesayangan. 

Setelah selang beberapa waktu, akhirnya kamu tumbuh lebih sehat dan besar. Berat badan dan penampilan yang semula kurus kerontang, kini menjadi bugar. Aku senang perubahan signifikan ini terjadi pada dirimu. 

Aku harap kamu selalu sehat dan ceria menjalani kehidupan bersama keluargaku. Aku bersyukur kamu dihadirkan di tengah – tengah keluargaku. Karena kamu bisa menjadi salah satu pelipur lara jika lelah menghadapi kehidupan ini. 

Tingkah lakumu yang tidak biasa membuat suasana keluargaku yang semula suram kembali tenang dan bahagia. 

Beribu kata terima kasih tidak bisa aku hentikan untukmu. Terima kasih saja mungkin tidak cukup. Kamu mampu menghadirkan rasa yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. 

Kenapa aku terlambat menyadari jika kamu adalah makhluk Tuhan yang paling lembut? Sebelumnya aku bahkan tidak tahu akan keberadaanmu. 

Dan terheran kenapa banyak orang yang menyukai makhluk sepertimu? Aku merasa terganggu melihat orang yang menyukaimu. 

Tapi ternyata memang kamu makhluk Tuhan yang sangat spesial. Kalau saja aku tahu lebih cepat jika kamu selembut, semanis, dan selucu ini, mungkin dari dulu aku tidak akan pernah menilai orang dengan sembarangan kenapa menyukai makhluk seperti kamu. 

Baca Juga:  Surat untuk Para Pencari Kerja

Bahkan di saat aku mulai lelah dan stres menjalani hidup, memelukmu saja sudah menjadi obat terampuh. 

Apakah kamu ingat waktu dimana kamu sakit dan tidak berdaya? Kamu banyak merepotkan keluargaku untuk merawat dan mengurusmu. Tetapi seisi rumah tidak pernah bisa marah kepadamu. 

Bahkan ketika kamu merusak tugas yang sudah aku buat susah payah, aku tidak mampu menyampaikan isi hatiku yang begitu kesal. Entah kenapa, aku malah merasa kalau aku yang bersalah karena tidak terlalu memperhatikanmu. 

Aku terheran kenapa aku tidak begitu perhatian kepadamu padahal kamu selalu menemaniku di setiap aku sedih, sudah, senang, dan sakit.

Aku bahkan masih ingat bagaimana kesetiaanmu menemaniku di saat aku mengalami musibah. Tetapi apa yang sudah aku lakukan kepadamu? 

Kenapa aku begitu tega? Lewat surat ini, aku harap kamu bisa memaafkanku karena aku tidak begitu peduli

Terkadang aku teringat bagaimana penderitaan yang sudah kamu alami saat masuk ke kehidupan keluargaku

Aku ucapkan maaf sekali lagi. Kejadian yang membuat kamu trauma, aku harap kamu melupakannya. Maaf jika saudaraku yang masih kecil membuatmu merasa kesusahan. 

Tetapi sebenarnya mereka menyayangimu, meskipun rasa sayang tersebut dicurahkan dengan cara yang tidak biasa. 

Aku harap kamu tidak ingat lagi betapa menderitanya awal – awal menghadapi keluargaku. 

Mungkin caranya salah, tapi apakah kamu tahu betapa menyayanginya aku dan keluargaku. Aku pernah ingat ada dimana kamu tidak pulang ke rumah selama berhari hari. 

Betapa merindunya aku dan keluarga tentang keberadaanmu. Bahkan segala upaya aku kerahkan untuk mencarimu. Aku takut terjadi sesuatu hal buruk yang menimpamu?

Apakah kamu tidak menyadari kejamnya dunia luar? Sampai salah satu anggota keluargaku tidak nyenyak tidur, nafsu makannya berkurang, karena memikirkanmu. 

Tetapi setelah berhari hari menghilang dari hadapan ini, akhirnya kamu pulang juga. Kekhawatiran yang selama ini aku bayangkan ternyata juga terjadi. 

Baca Juga: Semua berubah, bahkan Kembaranku

Kamu kembali ke rumah dengan selamat, namun terdapat beberapa luka yang cukup serius di sekujur tubuhmu. Aku harap dengan kejadian tersebut, kamu tidak akan kabur dari rumah dan menjadi pelajaran untukku dan keluarga agar selalu memperhatikanmu. 

Karena kamu adalah makhluk Tuhan yang paling lembut yang pernah diciptakan untuk menghapus kesedihanku. 

Untuk makhluk Tuhan yang paling lembut, aku benar benar menyayangimu sepenuh hatiku.

Baca Juga:  Dariku sekarang untuk Diriku sendiri di Masa Depan
Temukan artikel menarik lainnya di topik: kabar belakang

Atau baca artikel lain yang ditulis: Pak Pos



Slide
Infografis jumlah bus listrik di seluruh dunia
Slide
Infografis vespa matik di Indonesia
Slide
Infografis kencan di era pandemi
Slide
melek finansial
Slide
infografis waralaba
Slide
infografis-jaga-kesehatan-saat-banjir
Slide
Infografis aktor Philip Seymour Hoffman
Slide
Infografis estetika film Paul Anderson
previous arrow
next arrow


Rekomendasi Artikel


Cara Sinema Sport Wisata Sosial