Surat untuk Adik Termanis yang selalu Kuabaikan

Hai adikku yang menginjak masa labil! Bagaimana kabarmu saat ini? Kakak harap kamu akan baik-baik saja. Sudah lama kakak tidak menanyakan keadaanmu.


foto-persaudaraan

Ilustrasi persaudaraan erat. (Foto: Getty Images lewat Canva Pro)


Oleh: Pak Pos

Diterbitkan:

the Monkey Times – Padahal kamu tinggal serumah dengan kakak.  Meskipun begitu kakak selalu mengacuhkan kehadiranmu. Entah kenapa kita selalu sibuk dengan urusan masing masing. 

Sebenarnya bukan kehendak kakak, pun bukan kemauan adik karena tidak mau saling bertanya keadaan. Tetapi memang waktunya saja yang belum tepat.

Namun, liburan sekolah dan liburan hari raya yang seakan menjadikan keajaiban kita untuk berkumpul bersama. Mungkin kita akan menghabiskan waktu bersama tetapi tidak bertahan lama. 

Seminggu setelahnya kita harus menghadapi kenyataan yang tidak bisa dipungkiri lagi. Kamu harus kembali bersekolah dan aku pun harus menjalani kegiatan sehari hari seperti biasanya.

Siklus yang berulang inilah yang terus terjadi sampai sekarang ini. Bahkan aku jarang bertatapan langsung denganmu meskipun di dalam rumah.

Kakak tahu kamu sedang ada di masa yang ingin mencoba segala sesuatu yang baru. Tahukah kamu? Terkadang kakak merasa bersalah tidak terlalu memperhatikan kamu seperti saudara kita yang lainnya.

Sampai suatu ketika kamu tidak pulang ke rumah karena rasa ingin tahumu yang sangat besar akan dunia luar. 

Kakak heran sekaligus merasa bersalah kenapa kakak tidak ada di sisimu saat masa sulit? Apakah kakak yang terlalu mengacuhkanmu dan terlalu fokus pada diri sendiri?

Semua pertanyaan itu muncul dalam benak kakak. Tetapi sekali lagi mungkin karena kurangnya komunikasi terjalin di antara kita membuat semuanya makin rumit. 

Terkadang kakak ingin tahu apa yang ada di benak anak seusiamu. Apa yang kamu inginkan? Hobi apa yang kamu sukai sekarang? Apa yang ingin kamu capai di masa ini?

Bahkan pertanyaan sederhana seperti, “Apakah kamu sudah makan?” Pertanyaan sesimpel itu pun ingin aku lontarkan langsung di hadapanmu, tetapi tak bisa terucap. 

Kakak heran apa yang sebenarnya membuat jarak antara kita? Aku harap hubungan kita menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Hal yang paling kakak inginkan adalah menghabiskan waktu berkumpul bersama, saling bercerita, berbagi kebahagiaan, maupun kesedihan. Rasanya mungkin akan lebih berharga jika dilewati bersama seperti itu. 

Teringat di masa kecil dulu saat kakak masih sekolah dan kamu masih duduk dibangku sekolah dasar, rasanya setiap momen selalu terasa mengasyikkan.

Bahkan saat merengek pun kamu selalu mengeluhkan di hadapan kakak. Tingkah laku yang masih sangat lucu dan menggemaskan saat kamu menangis masih teringat sampai saat ini. 

Baca Juga:  Mama, Malaikat Cantik Kebanggaanku

Di masa lalu kakak juga masih ingat, entah sengaja atau tidak telah membuatmu menangis. Membuatmu teriak dengan suara khasmu yang melengking, bahkan hingga dimarahi oleh orang tua kita.

Mungkin sekarang kamu akan merasa paham jarak yang sudah ada saat ini, bahwa masa kecil merupakan masa yang tidak bisa dilupakan. 

Tidak hanya itu saja, kakak juga merindukan kebersamaan kita saat kamu belajar membaca, mengajarimu seperti apa rasa bersyukur, hingga cara berterima kasih. Kakak sangat merindukan momen sederhana itu.

Apakah kamu sadar jika hal sederhana itu membekas hingga saat ini. Bahkan untuk sekarang kakak tidak bisa melakukan hal itu. 

Kamu akan paham pertengkaran kecil dan itu akan membuatmu mengerti akan arti kebersamaan yang ada sangat berarti bagi kita. Kakak harap memori sederhana tersebut bisa kamu kenang.

Sebab, jika ingin mengulang waktu, tentunya kakak akan memilih masa masa kebersamaan dengan kamu di waktu itu. 

Selain kegemasan tingkah lakumu, kakak juga prihatin dengan musibah yang terjadi padamu di masa lalu. Teringat kamu harus melakukan operasi besar di usia yang masih belia.

Rasanya, tidak tega jika mengingat waktu itu terulang kembali. Terkadang kakak merasa bersalah belum bisa merawat kamu di saat kesusahan.

Apakah kamu tahu yang kakak pikirkan sekarang? Kakak masih takut dan cemas bagaimana mungkin kakak masih belum menjadi sosok penyemangat bagimu. Sedangkan usiamu semakin hari semakin bertambah dan beranjak ke masa remaja?

Banyak pertanyaan yang muncul di benak kakak agar kita selalu terhubung dan saling berbagi bersama. 

Kakak harap dengan sepucuk surat ini, kamu bisa mengerti perasaan kakak yang sejujurnya. Sekaligus untuk meminta maaf karena kakak belum bisa menjadi sosok yang mampu mengayomi dan ada berada di sisimu di kala sedih, duka, maupun senang.

Kakak harap kedepannya kita menjadi saudara yang lebih dekat. 

Untuk adik yang selalu kakak acuhkan, maafkan kakak jika selama ini masih belum bisa memberi kasih sayang yang layak sebagai seorang yang lebih tua.

Baca Juga: Sejuta Ingatan kutuangkan Dalam Sepucuk Surat untuk Saudaraku

Tetapi sekali lagi, kakak juga tidak bisa memahami sekalipun kondisimu dan apa yang kamu inginkan. Karena kamu selalu memendam perasaanmu itu. 

Teruntuk adik termanis yang terkadang kuabaikan, sekali lagi kakak ingin menyampaikan bahwa kakak selalu menyayangi dan merindukan momen kebersamaan denganmu.

Baca Juga:  Teruntuk Teman yang tak sempat Kusampaikan pamit Padanya

Semoga kamu bisa lebih dewasa dan memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama keluarga. Untuk adik manisku, kakak benar benar menyayangimu.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: kabar belakang

Atau baca artikel lain yang ditulis: Pak Pos



Slide
Infografis jumlah bus listrik di seluruh dunia
Slide
Infografis vespa matik di Indonesia
Slide
Infografis kencan di era pandemi
Slide
melek finansial
Slide
infografis waralaba
Slide
infografis-jaga-kesehatan-saat-banjir
Slide
Infografis aktor Philip Seymour Hoffman
Slide
Infografis estetika film Paul Anderson
previous arrow
next arrow


Rekomendasi Artikel


Cara Sinema Sport Wisata Sosial