Siapa Memproduksi MPV Pertama?

Di Indonesia kita mengenal MPV. Tapi di Amerika Serikat, tipe mobil itu disebut minivan. Kami akan membawa Anda mengenalnya lebih jauh.


siapa yang memproduksi MPV pertama?

Ilustrasi orang jatuh cinta kepada mobilnya. (Foto: DEPA Images/Canva Pro)


Oleh: Roda

Diterbitkan:

the Monkey Times – Di dunia otomotif, orang mengenal Toyota Alphard sebagai luxury MPV. Dan di saat bersamaan, umumnya orang mengenal Toyota Avanza sebagai low MPV.

MPV sendiri sebetulnya merupakan sebuah singkatan: Multi Purpose Vehicle, alias mobil yang fungsional. Bisa digunakan untuk apa saja.

Hanya saja istilah MPV biasanya digunakan beberapa wilayah di Asia – termasuk Indonesia. Di belahan bumi lain, terutama di Amerika Serikat, orang mengenal istilah lain: minivan.

Prinsip minivan dan MPV sama. Dalam arti mobil jenis ini bisa digunakan untuk mengangkut banyak penumpang. Di saat bersamaan ia juga bisa digunakan untuk mengangkut barang.

MPV pertama diproduksi siapa?

Syahdan, sejarah minivan (atau MPV) dimulai dari Chrysler. Perusahaan otomotif yang dikenal sebagai satu yang jago untuk urusan sedan dan minivan sempat memproduksi Plymouth Voyager pada 1984. Nah, Voyager secara luas dikenal sebagai minivan pertama yang diproduksi di Amerika Serikat.

Voyager lahir dari sebuah angan-angan yang dicanangkan Chrysler pada akhir dekade 1970-an. Ketika itu mereka memulai program pengembangan van kecil dan terjangkau (harganya) yang terlihat dan bisa dikendarai seperti mobil (penumpang). Maklum saja, ketika itu tipe mobil macam van identik dengan kendaraan pengangkut barang.

Walhasil Voyager muncul dengan pakem desain minivan ala Chrysler, yang menampilkan sebuah kendaraan penumpang front-wheel drive, lantai kabin yang datar dan pintu geser untuk penumpang di kabin belakang. Ciri semacam ini tentu mudah mengingatkan kita akan keberadaan Toyota Sienta.

Tapi jauh sebelum orang kebanyakan mengenal Voyager sebagai minivan pertama di Amerika Serikat, dan pastinya sangat jauh sebelum orang mengenal Toyota Sienta, sejarah keberadaan MPV pasti bersinggungan dengan Stout Scarab dan juga beberapa kendaraan lain yang dikenal sebagai moyangnya MPV, alias minivan.

Stout Scarab (1936)

desain mobil stout scarab
Desain Stout Scarab yang unik. (Foto: Car Design News)

National Historic Vehicle Register menyebut Stout Scarab sebagai salah satu nama yang mendahului minivan/MPV.

Ketika Scarab lahir, ia disebut-sebut sebagai kendaraan yang inovatif karena sejumlah fitur yang dimaksudkan untuk mengurangi kebisingan kabin dan mengoptimalkan aliran udara yang mengalir melalui bodi kendaraan.

Mengutip Hemmings, kendaraan ini diproduksi dalam jumlah terbatas di masanya – hanya dirakit sebanyak 100 unit per tahun.

Target pasarnya pun tidak main-main, sebab kendaraan ini menyasar kaum kaya Amerika dan juga selebiritis yang berpengaruh di negara tersebut.

Baca Juga:  Toyota Yaris Cross: Betapa Gantengnya sebuah Crossover

Di zamannya Scarab memang terlihat mewah. Jok dalam kabin yang terbuat dari kulit, pengontrol suhu lewat thermostat, pengaturan cahaya kabin, dan penyaring debu membuat mobil tersebut pantas bagi kaum jetset Amerika dekade 1930-an.

Fiat 600 Multipla (1957)

Fiat 600 Multipla
Fiat 600 Multipla di zamannya. (FotoL Hemmings)

Dua baris kursi di bagian depan dan belakang, dengan kursi bagian belakang yang bisa dilipat, mengingatkan kita akan keberadaan MPV zaman sekarang dengan fitur yang kurang lebih sama dengan Fiat 600 Multipla.

Ini adalah mobil Eropa yang menyediakan kabin yang sanggup memuat hingga enam orang. Daya muat sebesar itu terbilang luar biasa, mengingat ukurang wheelbase-nya yang relatif kecil, alias hanya sekitar 200 cm.

Ketika diperkenalkan pada 1957, Fiat 600 Multipla dibekali dua versi mesin belakang: 633cc dan 767cc. Transmisinya tentu saja manual, dengan 4 percepatan.

DKW Schnellaster (1949)

DKW Schnellaster nenek moyang minivan
DKW Schnellaster nenek moyang minivan/MPV modern. (Foto: Wikimedia Commons)

Gambaran tentang DKW Schnellaster mungkin mirip dengan apa yang sekarang kita kenal sebagai MPV modern.

Karakteristik yang melekat di sebuah minivan/MPV, seperti tiga baris kursi dan kabin yang muat sampai tujuh orang tentu mudah sekali mengingatkan kita semua akan gambaran MPV modern, seperti misalnya, Kijang Innova, kan?

Belum lagi bila kita perhatikan desain mobilnya yang mengotak, kursi yang bisa dikonfigurasi sesuai kemauan penumpang, lantai datar dan mesin FWD (Front Wheel Drive). Semua karakteristik tersebut rasanya membuat DKW Schnellaster layak disebut-sebut sebagai nenek moyang MPV modern seperti yang kita kenal sekarang.

Rasanya masih banyak mobil yang layak disebut sebagai pendahulu MPV, atau setidaknya jadi inspirasi bagi banyak desainer mobil MPV zaman sekarang.

Diluar tiga mobil yang kami sebut di atas, Ford Carousel (1972), Chevrolet Greenbrier (1960), VW Microbus (1960-an) dan Lloyd LT500/LT600 (1953/4) juga layak menyandang status yang sama.

Tapi setidaknya dari ketiga mobil pendahulu MPV diatas, kita jadi tahu bahwa takdir MPV memang mulanya berakar dari keinginan perusahaan otomotif untuk memproduksi mobil dengan kabin luas dan dijual dengan harga terjangkau.

Ah ya, khusus untuk soal harga terjangkau, Plymouth Voyager berhasil secara komersil. Voyager muncul di saat yang tepat. Ia meledak di pasaran, sebab banyak konsumen Amerika yang membutuhkannya.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: kabar otomotif, otomotif istimewa

Atau baca artikel lain yang ditulis: Roda

artikel Terkait

Terbanyak Dibaca


Artikel Terbaru