Penulis: Anggie Warsito

It’s All Coming Back to Me Now: Lagu Lawas yang Kembali Eksis

Celine Dion kembali eksis lewat lagu yang sempat populer puluhan tahu lalu.

the Monkey Times – Beberapa waktu terakhir Celine Dion kembali mencuat ke publik. Bukan karena rilisan baru atau rencana turnya, melainkan lagu lamanya yang viral di TikTok, yaitu “It’s All Coming Back to Me Now”. Lagu itu banyak sekali dipakai TikTokers untuk konten-konten yang mereka buat.

Sejauh ini, sudah ada 37 ribu lebih video TikTok yang memakai lagu ini sebagai backsound. Adapun bagian lagu yang sering dipakai adalah pada transisi verse 2 dan chorus yang berisi lirik: “Baby, baby, baby / When you touch me like this / And when you hold me like that / It was gone with the wind / But it’s all coming back to me / When you see me like this“.

Sebelum viral di TikTok, lagu ini sudah dipakai untuk kepentingan komersial, entah itu iklan maupun program TV. Terakhir, lagu berdurasi 7 menitan ini digunakan untuk iklan produk Extra Gum, di mana iklan itu sudah tampil pada Maret 2021 kemarin.

Terinspirasi dari Novel

“It’s All Coming Back to Me Now” bukanlah lagu yang ditulis oleh Celine Dion, melainkan oleh Jim Steinman. Inspirasinya sendiri berasal dari novel Wuthering High garapan Emily Bronte, terutama pada kisah Heathcliff yang menggali mayat Cathy dan menari bersamanya di bawah sinar rembulan.

Lewat lagu ini, Steinman mencoba untuk menggambarkan seperti apa itu obsesi, di mana obsesi sendiri merupakan sisi gelap dari cinta.

“Ini (It’s All Coming Back to Me Now, -pen) bercerita tentang obsesi, dan itu (obsesi, -pen) bisa menakutkan karena membuatmu hilang kendali dan tak tahu bagaimana cara melepaskannya.

Ketika seseorang mencintai orang lain dengan begitu kuat dan orang lain itu kembali, maka semua rasa marah dan benci pada orang lain itu perlahan sirna.

Sayangnya, hal itu juga memunculkan rasa senang, trauma, dan hilang kendali secara bersamaan. Itu (obsesi, -pen) adalah senjata yang begitu hebat,” ujarnya yang dikutip dari situs pribadinya.

A “Woman’s Song”

Selepas lagu ini dibuat, Meat Loaf yang notabene penyanyi pria sekaligus aktor meminta Steinman untuk memberikan lagu tersebut padanya. Sayangnya, Steinman menolak dengan alasan kalau “It’s All Coming Back to Me Now” merupakan “woman’s song”.

Steinman sampai melakukan langkah pencegahan ke pengadilan supaya Loaf tidak dapat merekam lagu miliknya. Walau pada akhirnya Loaf berhasil menyanyikan lagu tersebut pada 2006 bersama Marion Raven selaku rekan duetnya.

Girl group Pandora Box menjadi pihak pertama yang menyanyikan lagu garapan Steinman itu. Mereka menyanyikan lagu Steinman itu pada 1989, dimana Steinman terlibat langsung sebagai produser dan pemain keyboard pada lagunya.

Barulah pada 1996, lagu itu pun dinyanyikan oleh Celine Dion. Pada versi Celine lah lagu “It’s All Coming Back to Me Now” berhasil mendapatkan popularitas yang massif. Lagu ini berhasil masuk ke peringkat 2 tangga lagu Billboard Hot 100 selama 5 minggu.

Aslinya, lagu versi Celine ini berdurasi 7 menit 37 detik. Namun, demi kebutuhan radio, durasinya pun diperpendek menjadi 5 menit saja.

Versi pendeknya sendiri telah dicantumkan pada album kompilasi yang bertajuk “All the Way… A Decade of Song” (1999).

Banyak pujian diberikan kritikus pada “It’s All Coming Back to Me Now” versi Celine. AllMusic salah satunya. Media daring asal Amerika ini berujar kalau lagu tersebut merupakan “balada tentang kehilangan dan penyesalan romantis yang dibangun di atas melodi piano yang menyeramkan namun menyayat hati.

Semetara itu, Calgary Sun menyebut kalau lagu tersebut merupakan salah satu lagu berbahasa Inggris terbaik yang dinyanyikan Celine Dion. Sebagaimana yang diketahui, kalau Celine tak hanya menyanyikan lagu bahasa Inggris saja dalam kariernya, tetapi juga bahasa Prancis.

Calgary Sun juga memuji kemampuan vokal Celine yang over the top pada lagu tersebut, sehingga membuat lagunya sangat epik dan megah.

Dibuatkan Video Klip

“It’s All Coming Back to Me Now” versi Celine pun lantas dibuatkan video klipnya pada tahun yang sama saat lagu itu dirilis (1996).

Disutradarai oleh Nigel Dick, video klip yang digarap di Ceko itu menggambarkan sosok Celine yang dihantui sosok kekasihnya yang meninggal akibat kecelakaan.

Banyak yang menganggap kalau video klip itu punya beberapa kemiripan dengan video klip lagu “Total Eclipse of the Heart yang juga merupakan karya Steinman.

Di kanal YouTube, video klip itu telah ditonton sebanyak 100 juta kali. Bukan tak mungkin jika jumlah viewers-nya akan semakin bertambah seiring viralnya lagu ini di TikTok.

YouTube video
Photo of author
Tinggal di Bandung. Menyukai dunia penulisan, dan lebih banyak menulis artikel seputar film, musik, dan perbukuan.

Berita Terkini:

teknologi pengenlan wajah
Samsung Disebut-sebut Sedang Bekerja Meningkatkan Akurasi Teknologi Pengenalan Wajah
Promo Shopee Cashback
Shopee Berikan Cashback Rp 75,000 untuk Pengguna Baru
Bagi bagi ikan nelayan
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Bagikan Ikan Gratis Sebanyak Satu Ton
BMW iX5 Hydrogen
BMW Mulai Memproduksi Fuel Cell Untuk Model iX5 Hidrogen

Artikel Terkait:

album ningrat jamrud
Ningrat (2000): Album Jamrud yang Vulgar dan Merakyat
album slank lagi sedih
Lagi Sedih (1997): Ketiadaan Trio BIP dan Momen Transisi
It's All Coming Back to Me Now
It’s All Coming Back to Me Now: Lagu Lawas yang Kembali Eksis
Album Blur
Blur (Album): Self-Titled yang Melebarkan Sayap Blur
In Rainbows album Radiohead paling ceria
In Rainbows: Album Radiohead Paling Ceria
Ilustrasi sampul album the Bends
OK Computer terbaik, tapi Plis jangan sepelekan the Bends

Favicon tmtimes new

the Monkey Times

Kontribusi
Kirim Surat

The Monkey Times adalah media digital yang dikelola Rotasi Media Bahagia

Bagikan artikel ini