Selamat Jalan Maestro Sastra Budi Darma, Terima Kasih Atas Karyanya

Dengan beberapa karya besarnya itu, Budi Darma memiliki penggemar dari beberapa kalangan, khususnya anak muda.


Budi Darma

Budi Darma memberikan ceramah. (Foto: Istimewa)


Oleh: Ika Umi Hayati

Diterbitkan:

the Monkey Times – “Saya akan menelusur jalan yang menghubungkan satu kota dengan kota lain, satu danau dengan danau lain, satu bukit dengan bukit lain, satu hutan dengan hutan lain, satu dataran rendah dengan dataran rendah lain, kemudian berseru, ”Hai, inilah jalan menuju surga!”.

Sekitar pukul 06.00 WIB Sabtu (21/8/2021) kemarin, Indonesia kembali kehilangan sosok sastrawan besar dan juga Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya yaitu Budi Darma.

Beliau meninggal di Rumah Sakit Islam (RSI) A. Yani Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur dikarenakan terkena Covid 19. 

Semasa hidupnya beliau banyak memberikan banyak pengaruh positif untuk anak muda, khususnya pada penulisan termasuk dalam bercerita dan sebagainya.

Wafat umur 84 tahun, tentunya beliau banyak berjasa dan mendapatkan berbagai penghargaan selama berkarya. Untuk mengenang sosoknya, berikut ini profil lengkapnya. 

Profil Budi Darma 

Budi Darma lahir pada tanggal 25 April 1937 di Rembang, Jawa Tengah. Beliau adalah seorang penulis Cerpen dan Novel.

Tidak hanya sebagai sastrawan saja, namun Budi Darma juga menjadi guru besar dan bagian keluarga dari FPBS Universitas Negeri Surabaya. 

Berdasarkan informasi dari Kemdikbud, Sekolah Dasar (SD) di Kudus, Jawa Tengah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Salatiga, Jawa Tengah, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Semarang dan lulus tahun 1956.

Lalu, beliau melanjutkan pendidikan sarjana dan berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil jurusan Sastra Inggris, lulus tahun 1963. 

Mendapatkan bintang penghargaan Wisuda Bhakti membuat Budi Darma untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya.

Beliau melanjutkan pendidikannya di Universitas Indiana, Bloomington, Indiana, AS dengan beasiswa Fullbright.

Selanjutnya, tidak berhenti disana saja, ia melanjutkan kembali untuk mendapatkan gelar doktor di Universitas Indiana tahun 1980. 

Semua biaya pendidikannya ditanggung dari beberapa beasiswa yang didapatkan, untuk gelar doktor sendiri dibiayai oleh The Ford Foundation.

Setelah selesai menempuh pendidikan, beliau kembali ke Indonesia dan menjadi guru besar di UNESA, Jawa Timur. 

Kehidupan Kecil Budi Darma 

Semasa kecilnya Budi Darma memang sudah mempunyai hobi dan gemar membaca beberapa buku yang ada, faktor ini dipengaruhi oleh sang ibu yang memiliki hobi dan senang membaca mengenai cerita perwayangan dan mitologi Jawa kala itu.

Ternyata, kebiasaan tersebut membuat Budi Darma tertarik dan fokus untuk mendalami bidang sastra. 

Baca Juga:  Facebook tak Menoleransi Postingan Hoax tentang Vaksin penyebab Autisme

Sejak tahun 1969, Budi Darma telah aktif menulis berbagai cerita pendek mulai dari Bahasa Indonesia dan Inggris.

Bahkan, waktu kuliah di Indiana itu beberapa cerita pendeknya itu sempat di publish dan masuk pada media massa setempat.

Tentunya bakat menulisnya ini membuat selalu ingin berkarya dan memberikan warisan budaya sastra untuk anak milenial. 

Karya yang Dibuat 

Di Indonesia sendiri beberapa karya yang dibuat oleh Budi Karya memang dulunya banyak dimuat pada majalah yang ada di tanah air.

Beberapa majalah itu mulai dari Basis, Budaja, Contact, Gema Mahasiswa, Gama, Indonesia, Roman, Gadjah Mada, Forum, hingga sampai pada Djawa Post yang memperlihat hasil tulisannya. 

Dengan bakat yang dimiliki, Budi Darma memberanikan diri untuk menulis Novel, karya pertamanya pada Novel adalah Olenka.

Berkat karya itu, Budi Darma banyak menyabet beberapa prestasi dan mendapatkan upacara pemberian hadiah.

Tidak hanya Olenka saja, tetapi beliau juga banyak mengeluarkan beberapa judul novel lainnya. 

Ada Ny. Talis, Rafilus, Sejumlah Esai Sastra, Laki-Laki Lain dalam Secarik Kertas, dan berbagai karya yang lainnya.

Dengan beberapa karya besarnya itu, Budi Darma memiliki penggemar dari beberapa kalangan, khususnya anak muda. Apalagi dengan tema yang berkaitan erat tentang kepaitan, rasanya sangat relevan dengan kehidupan anak muda sekarang. 

Prestasi dan Karyanya 

Dekatnya kehidupan menjadi seorang penulis (sastrawan) Budi Darma dinobatkan sebagai warga Surabaya, Jawa Timur berprestasi pada bidang sastra.

Menariknya prestasi tersebut didapatkannya dua kali berturut-turut dari tahun 1987 dan 1988. Bahkan, tahun 2004 beliau juga mendapatkan penghargaan dari gubernur, Jawa Timur sebagai warga berprestasi. 

Masih ada banyak beberapa prestasi dan penghargaan lainnya yang didapatkan, termasuk beliau juga menjadi bagian dari Modern Language Association (MLA), New York 1977-1990.

Tidak berhenti disana saja, nama Budi Darma juga tertulis di Who’s Who in The Word pada tahun 1982-1983. 

Beberapa prestasi lainnya, termasuk karyanya Novel Olenka yang berhasil mendapatkan juara pertama di Sayembara Mengarang Roman DKJ 1980 dan Hadiah Sastra DKJ 1983.

Selisih satu tahun, tepatnya itu tahun 1984 beliau juga mendapatkan Sastra ASEAN dari Sastra Dewan Kesenian Jakarta, SEA Write Award, dan Anugerah Seni Pemerintah RI. 

Belum lagi penghargaan anugerah cerpen, ia pernah mendapatkan 3 kali penghargaan dari Anugerah Cerpen Kompas, karena telah memberikan pesan terkait nilai-nilai moral dan kebangsaan melalui cerita pendek yang diberikan tersebut. 

Baca Juga:  PSBB pra-AKB di Kabupaten Bogor diperpanjang

Tentunya masih banyak lagi beberapa prestasi yang telah didapatkan beliau semasa hidupnya, mungkin beberapa prestasi diatas dapat menjadi warisan untuk memberikan semangat berkarya untuk anak-anak Indonesia kedepannya. 

Walaupun sudah berpulang duluan, namun karya Anda tetap dalam hati penggemar. Terima kasih telah berjasa pada sastra tanah air dan dunia. 

Temukan artikel menarik lainnya di topik: baca berita, berita hari ini, Budi Darma

Atau baca artikel lain yang ditulis: Ika Umi Hayati

artikel Terkait

Terbanyak Dibaca


Artikel Terbaru