Selamat Idul Fitri, Inilah Musik yang Mesti Disimak di Hari Suci

Tidak berlebihan bila gambus dianggap musik yang identik dengan perayaan idul fitri.


Ilustrasi idul fitri 2019

Oleh: Mas Hadid

Diterbitkan:

the Monkey Times – Berlebihan kah bila saya berpendapat musik adalah sesuci-sucinya ritus kesenian yang rasanya pantas juga buat menemani ucapan selamat idul fitri? Tentu saja ucapan selamat perlu diiringi dengan kegembiraan; dan saya percaya musik mampu menemani kita merayakan kegembiraan di hari Fitri.

Lalu kenapa musik? Kenapa bukan seni rupa, seni pertunjukan, dan seterusnya? Jawabannya gampang. Saya percaya – sebagaimana saya mempercayai seni rupa sebagai jalan menuju (kecintaan pada) Tuhan – musik sangat dekat dengan agama.

Mulanya dari gambus dulu

Agama takkan hidup di masyarakat tanpa ada orang yang menyiarkannya. Dan di Indonesia ini, syiar agama dilakukan dengan metode yang tak bisa dilepaskan dari bentuk budaya populer. Musik pun termasuk di antara metode-metode terpilih.

Syahdan, abad ke-19 merupakan penanda zaman yang ikut jadi saksi masuknya gambus, yang tidak bisa dilepaskan begitu saja dari kedatangan imigran Arab dari Hadramaut, Yaman, di abad ke-19.

Musik gambus yang mulanya lebih banyak dimainkan di ruang privat kaya’ pesta khitanan dan pernikahan pelan-pelan mulai dimainkan di ruang publik. Adalah Syech Albar yang menurut catatan Republika membuka jalan bagi popularitas musik gambus di sepanjang era 1940 – 1960-an.

Masih dalam catatan yang sama, Republika menyebut Syech Albar sebagai musisi yang mengubah citarasa gambus; dari yang sangat kental dengan nuansa Hadramaut, menjadi lebih bernuansa Mesir.

Kalau penasaran dengan bagaimana hasil akhir racikan gambus ala Syech Albar, tautan Youtube di bawah ini akan membantu kamu memahaminya.

Kebanyakan pengamat dan peneliti musik sepakat melabeli musik Syech Albar itu sebagai gambus melayu. Saya memang tidak terlalu paham apa gerangan yang membedakan gambus melayu dengan gambus Hadramaut, tapi setidaknya yang ingin saya katakan di sini: Syech Albar adalah orang mempopulerkannya.

Arti dialah yang menjadikan musik tersebut sebagai muasal bagi kemunculan genre musik turunan gambus, yakni dangdut. Apa yang dipopulerkan oleh Syech Albar kemudian diikuti oleh para sayyid yang ikut bermain gambus pula.

Dari Syech Albar, kita ke para sayyid

Kalau kita mengikuti fakta yang disodorkan oleh Tirto di artikel seluk beluk para habib di sini, seenggaknya kita bisa mengamini satu hal: Syech Albar termasuk golongan sayyid, yang berarti keturunan Nabi Muhammad.

Baca Juga:  Hidup Optimis dengan Musik Dangdut Via Vallen

Baca juga: Pemasaran Konten di Tengah Riuh Rendah Media Sosial

Marga Albar yang masuk dalam daftar Qabilah Saadah Alba’alawiy di Indonesia, seperti yang dicatat Tirto, menegaskan hal tersebut. Saya menyebut Syech Albar disini sebagai pintu masuk untuk berjumpa dengan sayyid lain yang dalam sejarah musik Indonesia ikut mempopulerkan gambus pula.

Husein Aidid menginisiasi kelahiran grup gambus bernama Al-Usysyaag di Pekojan, Jakarta, pada 1947.

  • Hasan Alaydrus memimpin grup Al-Wathan.
  • Habib Abdurahman Al-Habsyi memimpin sebuah grup orkes gambus bernama Wardatul Usyak.
  • Muchsin Al-Attas memipin El Madora.
  • Husein Aidid menginisiasi kelahiran grup gambus bernama Al-Usysyaag di Pekojan, Jakarta, pada 1947.

Mungkin masih banyak nama-nama sayyid (maupun habib) yang sepanjang 1940 sampai 1960-an ikut meramaikan jagat pergambusan. Tapi karena bahan-bahan terbatas, saya hanya mampu menyebut beberapa dari jumlah keseluruhan grup gambus di periode itu, yang bisa jadi lebih banyak lagi.

Selamat Idul Fitri, ini musik dangdut pilihan yang layak disimak

Dari nama-nama itulah kemudian lahir genre dangdut. Musik jenis ini terus berevolusi sampai sekarang, memunculkan banyak varian yang populer dan mudah diterima orang-orang kita. Mulai dari Rhoma Irama, sampai orkes dangdut yang lebih kekinian seperti yang dibawakan New Pallapa di Jawa Timur.

Di bawah naungan nada aduhai, iman kita adalah memuja pencipta kita, sekaligus berbahagia. Selamat Idul Fitri 2019.

Atau baca artikel lain yang ditulis: Mas Hadid



Slide
Infografis jumlah bus listrik di seluruh dunia
Slide
Infografis vespa matik di Indonesia
Slide
Infografis kencan di era pandemi
Slide
melek finansial
Slide
infografis waralaba
Slide
infografis-jaga-kesehatan-saat-banjir
Slide
Infografis aktor Philip Seymour Hoffman
Slide
Infografis estetika film Paul Anderson
previous arrow
next arrow


Rekomendasi Artikel


Cara Sinema Sport Wisata Sosial