Kami mungkin menerima komisi untuk setiap pembelian yang dilakukan lewat tautan afiliasi yang termuat di beberapa jenis konten yang diterbitkan pada topik/kategori tertentu. Pelajari selengkapnya.

Topik: Foodies

Sekilas Tentang Kopi Robusta Empat Lawang, Berbicara Nilai Ekonomis dan Budaya

Perlahan Empat Lawang mulai memperlihat sisi emasnya.


tentang kopi

Proses olah kopi secara tradisional (Foto : Big_Suttawat/Canva Pro)

Oleh: Redoni
Diterbitkan:

the Monkey Times – Pikiran kebanyakan orang ketika membahas kopi kemungkinan besar mengarah ke dua jenis: robusta dan arabika. Toh walau mungkin sebagian besar dari kita tidak tahu apa beda keduanya, kopi tetap jadi objek yang menarik untuk dibicarakan. Dan salah satunya adalah kopi – yang berasal dari – Empat Lawang.

Iklan

Empat Lawang adalah nama sebuah Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan, dengan luas wilayah 2.256km persegi. Di Kabupaten inilah sebagian warganya bekerja menanam kopi, lada, nilam, dan kakao.

Cita rasa Kopi asal Empat Lawang, Sumatera Selatan, memang wajib dicoba. Varietas robusta dari wilayah yang dimaksud memang benar-benar bikin nagih. Plus, aroma kopinya juga sangat wangi. 

Iklan

Walau begitu, potensi kopi satu itu memang belum banyak disadari. Barangkali karena medan geografis dan letak Empat Lawang yang masih jauh dari jangkauan pusat ekonomi.

Tapi yang namanya harta karun yang lama tersimpan, perlahan Empat Lawang mulai memperlihatkan potensinya. Kopi Robusta yang diambil dari daerah tersebut mulai jadi primadona. 

Iklan

Kebun Kopi Subur Sepanjang Bukit Barisan 

Wilayah Empat Lawang didesain Tuhan sebagai lahan subur paling pas untuk tanaman kopi.

Sumber air masih melimpah, ketinggiannya pas. Tidak heran bila Empat Lawang sanggup memproduksi kualitas kopi yang tidak kalah dengan produk kopi daerah lainnya.

Menariknya lagi perkebunan kopi tersebut berasal dari petani lokal, mulai tersebar hampir seluruh kecamatan yang ada, termasuk Kecamatan Ulu Musi, Muara Pinang, Pendopo, Paiker, dan Talang Padang.

Bahkan, kopi menjadi sumber utama pendapatan masyarakat, sehingga tidak heran kopi telah menjadi bagian erat kehidupan setempat. 

Proses ini tentunya menjadi peluang daerah yang harus dimaksimalkan dan menjadi pusat ekonomi baru untuk masyarakat sekitar.

Bentuk pengelolaan, pemasaran, dan sebagainya harus dilihat secara menyeluruh oleh masyarakat, peranan pemerintah daerah harus mendukungnya untuk menjadikan Kopi Robusta Empat Lawang mampu bersaing. 

Tidak hanya untuk kawasan Sumatera Selatan saja, tapi mampu berkontribusi untuk pasar yang lebih luas, apalagi mampu berkompetisi pada pasar internasional. 

Semboyan “Ngopi Kuday” Bagian Budaya Masyarakat Setempat

Sebagai bagian dari hasil bumi dan sumber penghidupan masyarakat, kopi bukan lagi hanya sebatas minuman penghilang kantuk dan tongkrongan.

Tapi, untuk penduduk Empat Lawang kopi itu telah menjadi budaya setempat. Istilah “ngopi kuday” telah menjadi hal umum ketika menjamu tamu yang bertandang ke rumah. 

Tidak heran apabila kamu berkunjung kesana, maka penduduk setempat akan menawarkan kamu segelas kopi dan beberapa camilan untuk dinikmati.

Kebiasaan ini telah lama terjalin, setiap ada tamu yang ke rumah, kopi selalu menjadi hidangan yang tidak pernah bisa terlupakan begitu saja, sehingga benar-benar menarik dan patut untuk dicoba. 

Untuk kamu yang ingin eksplorasi tempat baru dan menikmati budaya “ngopi kuday” mungkin kamu bisa langsung bertandang dan menikmati cita rasa khas Kopi Robusta Empat Lawang tersebut.

Bukan hanya kopinya saja, lingkungan yang asri, alami, dan sejuk membuat kamu betah untuk berlama-lama tinggal disana. 

Mendapatkan Hak Paten Kemenkumham 

Melihat peluang dan cita rasa yang tidak mengecewakan membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mencoba terus mempromosikan produk unggulan tersebut.

Apalagi menyeruput kopi itu disenangi oleh banyak lapisan masyarakat, rasanya ini menjadi kesempatan emas yang harus mampu dimaksimalkan secara menyeluruh. 

Bentuk tindakan nyata yang dilakukan adalah membuat hak paten dan menjadi ikon kota, sehingga mampu menghidupkan perekonomian daerah yang ada.

Hak paten yang didapatkan langsung dari Kemenkumham tersebut membuat Kopi Empat Lawang perlahan mampu untuk memperluas pasar dan menggaet calon konsumen barunya. 

Langkah ini menjadi bentuk tahapan untuk selangkah lebih maju, karena perlu diingat juga Kabupaten Empat Lawang itu hitungannya baru dimekarkan, sehingga meningkatkan potensi daerah dari kopi merupakan bagian perjuangan yang sangat panjang.

Namun, tidak pernah ada usaha yang sia-sia, sekecil apapun tindakan akan menjadi harapan besar. 

Semoga saja, kedepannya Kopi Empat Lawang menjadi prioritas unggulan dan banyak dinikmati oleh masyarakat Indonesia dan dunia. 

Perlu Adanya Dukungan Hulu dan Hilir 

Apabila hanya petani saja yang bergerak, maka otomatis kopi hanya menjadi penghasilan setiap tahunnya tanpa ada peningkatan yang berarti.

Peranan pemerintah dan hilir bisnisnya juga harus dimonitor. Bukan hanya fokus pada hulunya, tapi semua elemen yang ada harus mampu memberikan kontribusi dan saling bahu membahu. 

Produk kopi tidak pernah ada habisnya, kedepannya kopi termasuk peluang ekonomi yang memberikan banyak keuntungan.

Karena tren kopi terus meningkat dan perkembangannya pun seluruh dunia. Hal ini tentunya harus mampu dimanfaatkan dan dikoordinasikan dengan jelas, sehingga Kopi Empat Lawang mampu untuk bersaing dan bersinar. 

Kualitas kopi sudah bagian penting, proses promosi tidak boleh hilang, dan regulasi aktif dari pemerintah mempunyai peranan.

Nantinya,apabila ada dukungan hulu ke hilir yang terukur, maka Kopi Robusta Empat Lawang mampu bertahan dan bersaing untuk menyuplai seluruh kopi yang ada di Sumatera, Indonesia, dan dunia. 

Potensi Kabupaten Empat Lawang memang ada banyak, Kopi termasuk pendapatan daerah yang bisa dimaksimalkan. Apabila ada peranan bersama, bukan tidak mungkin Kopi Robusta andalan daerah tersebut semakin digemari. 

1637809467 LMqn9WyiH4rRRXbPuXboe1tYL1EqK5ei
Temukan artikel menarik lainnya di topik: serba-serbi minuman sehat