Kerajaan Perlak: Riwayat Singkat Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Perlak dikenal secara populer sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Bagaimana sejarahnya?


ilustrasi kerajaan islam pertama di Indonesia

Songkok Aceh. (Foto: Getty Images lewat Canva Pro)


Oleh: Ika Umi Hayati

Diterbitkan:

the Monkey Times – Membahas sejarah nusantara, kita tidak bisa lepas dari pembahasan zaman kerajaan. Kali ini kami ingin sedikit membahas Kerajaan Perlak, yang secara luas dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia. Walau begitu, buku pelajaran sekolah lebih sering menyebut Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di bumi nusantara. 

Pendapat di atas sudah lama dibantah ahli sejarah dengan bukti penemuan bahwa Kerajaan Perlak atau Kesultanan Perlak di Aceh adalah yang pertama. Untuk lebih jelas, mari kita lihat riwayat singkat dari kerajaan ini. 

Sejarah Kerajaan Islam pertama di Indonesia

Sejarah awal mula Kerajaan Perlak berdiri adalah karena perdagangan. Di mana pada sebelum kerajaan berdiri, wilayah Perlak berada di kawasan Selat Malaka yang merupakan jalur sutra atau jalur perdagangan dunia. Sehingga banyak sekali pedagang yang datang dari Arab, Cina dan wilayah lain singgah ke daerah tersebut. 

Sebelum ajaran agama Islam masuk, rata-rata masyarakat Perlak menganut agama Hindu dan Budha. Namun, semenjak pedagang dari Timur Tengah singgah dan berdagang, perkembangan Islam pun mulai meluas. 

Selanjutnya tidak hanya pedagang saja, tapi pendakwah pun turut serta datang dan menyebarkan Islam kepada penduduk Perlak. Bahkan mereka menetap dan menikah dengan penduduk lokal, di mana hal inilah yang membuat penyebaran Islam di Perlak semakin kuat. 

Nama Perlak sendiri diambil dari kayu perlak yang memang menjadi komoditi di wilayah tersebut. Kayu perlak digunakan untuk membuat perahu atau kapal, sehingga orang sana menyebut daerah tersebut Negeri Perlak.

Narasi umum biasanya menyebut Kerajaan Islam pertama di Indonesia, Perlak, berdiri pada 1 Muharram 225 atau tepatnya di hari Selasa tahun 840 Masehi. Walau begitu klaim ini sulit dibuktikan secara historis oleh karena terbatasnya bukti fisik yang menunjukkan keberadaan Kerajaan Perlak. 

Raja Pertama Kerajaan Perlak 

Narasi sejarah lain yang menyebut awal mula berdirinya Kerajaan Perlak bisa dibaca di sebuah risalah berjudul Southeast Asia and the Middle East Islam, Movement, and the Longue Durée yang ditulis Eric Tagliacozzo (2009). Menurut Tagluacozzo, Kerajaan Perlak didirikan pada abad ke-12 oleh Sayyid Abdul Aziz, sultan pertama yang merupakan orang Arab totok keturunan suku Quraish – suku arab di mana Nabi Muhammad SAW lahir.

Tagliacozzo juga menulis kehadiran orang-orang Arab memberi pengaruh kuat terhadap syiar agama Islam di Sumatra bagian Utara. Syiar keislaman yang digaungkan oleh sultan keturunan Arab seperti Sayyid Abdul Aziz biasanya diidentifikasi berdasarkan keberadaan otoritas keagamaan seperti qadi (hakim), mufti (imam besar) dan kiai. Ketiganya jadi semacam “lembaga keagamaan” yang mengatur pranata sosial masyarakat yang tinggal di wilayah kekuasaan kerajaan Islam pertama di Indonesia itu.

Baca Juga:  Sejarah Kerajaan Tarumanegara dan Purnawarman yang Mahsyur

Daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Perlak 

  • Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis Shah (840 – 864)
  • Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Rahim Shah (864 – 888)
  • Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah (888 – 913)
  • Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah (915 – 918)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir Shah Johan Berdaulat (928 – 932)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah Johan Berdaulat (932 – 956)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat (956 – 983)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat (986 – 1023)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat (1023 – 1059)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mansur Shah Johan Berdaulat (1059 – 1078)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah Shah Johan Berdaulat (1078 – 1109)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad Shah Johan Berdaulat (1109 – 1135)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat (1135 – 1160)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Malik Usman Shah Johan Berdaulat (1160 – 1173)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Shah Johan Berdaulat (1173 – 1200)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Jalil Shah Johan Berdaulat (1200 – 1230)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat (1230– 1267)
  • Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat (1267 – 1292)

Perpecahan Kerajaan Islam pertama di Indonesia

Walaupun Kerajaan Perlak terbilang makmur mengingat wilayahnya berada di jalur perdagangan dunia, namun konflik pun tetap terjadi. Golongan Sunni dan Syiah sering sekali bertikai. Puncak pertikaian sendiri setelah kepemimpinan Sultan Abdul Malik Syah berakhir. Di mana konflik antara kedua golongan terus terjadi selama 4 tahun lamanya. 

Setelah konflik yang cukup lama, akhirnya kedua belah pihak memutuskan berdamai dengan membuat sebuah perjanjian. Dalam perjanjian tersebut diputuskan bahwa kerajaan akan dibagi menjadi dua wilayah, yaitu Kerajaan Perlak Pesisir dan Kerajaan Perlak Pedalaman. 

Kerajaan Perlak Pesisir dipimpin oleh Sultan Alaiddin Syed Maulana Shah dengan masa kepemimpinan dari tahun 976 Masehi hingga 988 Masehi. Sedangkan Kerajaan Perlak Pedalaman dipimpin oleh Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Syah Johan Berdaulat dari tahun 986 Masehi hingga 1023 Masehi. Kerajaan Perlak Pesisir merupakan dari golongan Syiah, sedangkan untuk wilayah pedalaman dari golongan Sunni. 

Penyerangan Kerajaan Sriwijaya 

Di Tengah masa perdamaian antara kedua wilayah, Kerajaan Sriwijaya menyerang Kerajaan Perlak Pesisir dan terjadilah peperangan besar. Di mana pada peperangan tersebut Sultan Alaiddin Syed Maulana Shah gugur dan pemerintahan Kerajaan Perlak secara otomatis berpindah ke Kerajaan Perlak Pedalaman yang kala itu dipimpin Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat. 

Baca Juga:  Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit Versi Cerita Rakyat

Sang Sultan pun melakukan perlawanan terhadap Kerajaan Sriwijaya bersama dengan penganut Syiah. Peperangan yang terjadi cukuplah panjang hingga tahun 1006 Masehi. Sebelum akhirnya Kerajaan Sriwijaya menghentikan peperangan. Alasannya penghentian peperangan sendiri karena kala itu Kerajaan Sriwijaya bersiap untuk melawan serangan dari Kerajaan Medang yang dipimpin oleh Raja Dharmawangsa.

Penyatuan dengan Kerajaan Samudera Pasai 

Kerajaan Perlak berakhir ketika Sultan ke-18 yaitu Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat meninggal dunia pada tahun 1292 M dan Kerajaan Perlak pada akhirnya menyatu ke Kerajaan Samudera Pasai yang muncul pada tahun 1267 M. Di mana pada masa itu Kerajaan Samudera Pasai dipimpin oleh Sultan Muhammad Malik Al Zahir yang merupakan cucu dari Sultan Perlak ke-17.

Itulah riwayat singkat dari kerajaan Islam Pertama di Indonesia, Perlak. Berdasarkan riwayat tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa perkembangan Islam yang terjadi di Indonesia tidak lepas dari perjalanan Kerajaan Perlak. 

Temukan artikel menarik lainnya di topik: kerajaan di Indonesia, sejarah nusantara

Atau baca artikel lain yang ditulis: Ika Umi Hayati

artikel Terkait

Terbanyak Dibaca


Artikel Terbaru