Penulis: Dina Meidiana

Peristiwa G30S 1965: Latar Belakang Terjadinya Sejarah Terkelam di Indonesia 

Pemberontakan yang dilakukan oleh PKI tersebut telah memberikan luka mendalam bagi rakyat

the Monkey Times – Tahun 1965, di kala Indonesia masih berjuang dengan sekuat tenaga dalam menguatkan kedaulatan.

Namun, pergolakan malah terjadi di dalam negeri. Gerakan 30 September 1965 memang menjadi catatan sejarah terkelam di NKRI. Apa sih yang menjadi latar belakang terjadinya G30S? 

Latar Belakang G30S PKI 

Partai Komunis Indonesia (selanjutnya disebut PKI) adalah partai yang mendukung pemerintahan era Demokrasi Terpimpin Presiden Soekarno.

Ideologi Nasakom (Nasionalis-Agamis-Komunisme) menjadi salah satu faktor paling berpengaruh terhadap gerakan ini.

Terlebih di tahun 1959 – 1965, Indonesia menghadapi banyak gempuran, termasuk dalam ekonomi. 

Menjadi salah satu partai komunis terbesar di dunia, di luar Uni Soviet dan Tiongkok, kala itu PKI memiliki anggota hingga mencapai 3,5 juta orang.

Belum lagi PKI juga memegang kendali pergerakan serikat buruh, Barisan Tani Indonesia, Gerwani dan organisasi penulis, arti serta sarjana. Diperkirakan ada sekitar 20 juta orang yang kala itu mendukung PKI. 

Adapun latar belakang yang menguatkan terjadinya Gerakan 30 September 1965 lalu, seperti berikut: 

Usulan Angkatan Kelima 

Latar belakang pertama adalah tentang usulan PKI terhadap pembentukan Angkatan Kelima.

Di masa Demokrasi Terpimpin banyak sekali peristiwa yang melelahkan untuk bangsa Indonesia.

Dimulai Ganyang Malaysia, pembebasan Irian Barat, kemerosotan ekonomi, tidak adanya solusi dalam sosial serta politik. 

Usulan Angkatan Kelima pun bergema dan langsung disampaikan PKI kepada Bung Karno. Tapi, TNI AD pada kala itu sangatlah tidak setuju karena menilai bahwa usulan tersebut bisa ditunggangi oleh PKI seperti yang terjadi di RRC dan Rusia.

PKI, melalui D.N Aidit pun membela diri bahwa Angkatan Kelima ini akan menjadikan Indonesia lebih kuat.

Penolakan ini pun berakhir dengan ketegangan dua kubu yang akhirnya sama-sama menaruh rasa curiga. 

Diperparah ketika PKI mulai mengadakan pelatihan untuk Gerwani serta Pemuda Rakyat, yang mana keduanya adalah organisasi yang dibentuk oleh partai ini.

Hal ini berbanding terbalik dengan ungkapan dari PKI yang menyatakan bahwa pelatihan ini diperuntukan untuk semua kalangan. Pihak TNI pun melihat dari jenis latihan yang diberikan sangat mirip dengan latihan militer RRC. 

Undang Undang Tanah dan Bagi Hasil 

Pada era Demokrasi Terpimpin, yaitu pada tahun 1960 terciptalah dua Undang-Undang. Pertama ialah UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria) dan UUBH (Undang-Undang Bagi Hasil).

Kedua ini memang sudah resmi dibuat, tapi ternyata malah menimbulkan gesekan antara petani dengan pemilik tanah. 

Dari gesekan ini pun terjadilah Peristiwa Klaten dan Peristiwa Betsi yang merupakan salah satu aksi sepihak PKI.

Dalam Peristiwa Betsi inilah PKI berhasil merebut paksa dan menjarah tanah negara, salah satunya adalah PPN (Perusahaan Perkebunan Negara). Dari sini sudah terlihat bahwa PKI mulai melakukan aksi untuk menggulingkan Soekarno. 

Isu Bung Karno Terserang Penyakit Keras 

Kemudian pada tahun 1964, ada desas desus yang menyatakan Bung Karno sedang sakit keras.

Entah siapa yang memulai isu yang satu ini. Namun, berhasil membuat rakyat Indonesia pun bertanya akan pemimpin selanjutnya apabila Bung Karno meninggal. 

Kencangnya isu akan lemahnya Bung Karno pun menjadi tonggak perebutan kekuasaan. Tapi, D.N Aidit dipercaya telah mengetahui keadaan Soekarno, dimana Presiden Pertama RI tersebut hanyalah sakit ringan saja. 

Peristiwa Ganyang Malaysia 

Latar belakang yang paling terakhir adalah peristiwa Ganyang Malaysia yang diserukan oleh Soekarno.

Berawal dari bendera Merah Putih diinjak-injak oleh PM Malaysia, Tunku Abdurahman. Soekarno pun sakit hati dan memerintahkan untuk melakukan penyerangan terhadap Malaysia. 

Sayang, perintah ini sendiri tidak begitu saja dilaksanakan. Jenderal Ahmad Yani kala itu menolak untuk menjalankan perintah Ganyang Malaysia.

Mengingat bahwa negara tersebut masih mendapatkan banyak bantuan dari Inggris. Tapi, Jenderal Nasution setuju karena tidak ingin aksi ini dimanfaatkan oleh PKI. 

Tidak hanya itu saja, lemahnya ekonomi Indonesia juga menjadi alasan yang sangat kuat para petinggi enggan melaksanakan Gerakan Ganyang Malaysia.

Kebimbangan dari TNI inipun membuat Soekarno kecewa dan akhirnya mendekati PKI yang merupakan langkah paling tidak diinginkan oleh satuan angkatan Indonesia tersebut. 

PKI yang mendapatkan koneksi dari Bung Karno terkait Ganyang Malaysia pun akhirnya menyambut baik sikap Sang Presiden.

Kekuatan PKI pun semakin besar baik di internal pemerintah maupun eksternal. Terlebih lagi beberapa petinggi TNI yang merasa sebagian dari mereka sangat pengecut juga ikut menempel dengan PKI. 

Isu Dewan Jenderal 

Sekali lagi, adanya terpaan isu terbentuknya Dewan Jenderal pun muncul. Dimana berhembusnya isu ini sendiri dipercaya dari PKI yang menyatakan bahwa Dewan Jenderal ingin menjalankan kudeta terhadap pemerintahan Ir. Soekarno. PKI berhasil menghasut Bung Karno dengan adanya isu kudeta. 

Akhirnya Presiden Soekarno memerintahkan Cakrabirawa, pasukan pengamanan presiden, untuk menangkap Dewan Jenderal.

Pimpinan dari pasukan ini adalah Letkol Untung yang dituduh sebagai pemimpin Gerakan 30 September. 

Latar belakang tersebut dipercaya sebagai inti dari G30s yang menjadi sejarah kelam Indonesia.

Peristiwa penculikan yang terjadi pada malam 30 September 1965 ini menewaskan 6 Jenderal Besar, yaitu Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayjen Haryono Mas Tirtodarmo, Mayjen R.Suprapto, Mayjen Siswondo Parman, Brigjen Donald Izacus Panjaitan dan Brigjen Sutoyo Siswomiharjo. 

Photo of author
Penulis konten yang tinggal di Jogja. Menggemari segala hal berbau Korea. Tetap santai dikala ada kesempatan.

Berita Terkini:

teknologi pengenlan wajah
Samsung Disebut-sebut Sedang Bekerja Meningkatkan Akurasi Teknologi Pengenalan Wajah
Promo Shopee Cashback
Shopee Berikan Cashback Rp 75,000 untuk Pengguna Baru
Bagi bagi ikan nelayan
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Bagikan Ikan Gratis Sebanyak Satu Ton
BMW iX5 Hydrogen
BMW Mulai Memproduksi Fuel Cell Untuk Model iX5 Hidrogen

Artikel Terkait:

pemberontakan PKI Madiun
Musso dan Kegagalan Tokoh Komunis dalam Pemberontakan PKI Madiun
penyebab pertempuran 10 november 1945 di Surabaya adalah
Pertempuran 10 November 1945: Peran Santri dan Kiai dalam Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 
apa yang dimaksud dengan demokrasi pancasila
Apa yang dimaksud dengan Demokrasi Pancasila dan Awal Mula Terbentuk
Peristiwa G30S 1965: Latar Belakang Terjadinya Sejarah Terkelam di Indonesia 
Sejarah Demokrasi Terpimpin di Era Soekarno 1959 – 1965
arti sumpah pemuda
Arti Sumpah Pemuda: Perjuangan, Nasionalisme dan Warisan Bangsa

Favicon tmtimes new

the Monkey Times

Kontribusi
Kirim Surat

The Monkey Times adalah media digital yang dikelola Rotasi Media Bahagia

Bagikan artikel ini