Penulis: Dina Meidiana

Kami Ingin Ceritakan Sejarah Berdirinya Kerajaan Samudera Pasai 

Terletak di Aceh, Kerajaan Samudera Pasai yang juga dikenal dengan nama Kesultanan Pasai berdiri sekitar tahun 1267 M

the Monkey Times Kerajaan Samudera Pasai merupakan salah satu kerajaan Islam pertama di Nusantara. Jejak sejarahnya terlihat jelas dengan berbagai peninggalannya.

Ketika terbersit keinginan untuk bercerita sejarah Kerajaan Samudera Pasai, hal pertama yang kami ingat adalah fakta bahwa kerajaan ini mempunyai peranan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia. 

Terletak di Aceh, Kerajaan Samudera Pasai yang juga dikenal dengan nama Kesultanan Pasai berdiri sekitar tahun 1267 M. Hal ini dibuktikan dari ditemukannya jejak arkeologis di Kampung Geudong, yaitu makam dari raja-raja Kesultanan Pasai. Makam ini berada dekat dengan jejak keruntuhan kerajaan tersebut, yaitu di Desa Beuringin, Kecamatan Samudera, 17 km di sebelah timur Lhokseumawe.

Awal Berdirinya Sejarah Kerajaan Samudera Pasai 

Berdirinya Kerajaan Samudera Pasai dimulai pada abad ke-13, dimana ada seorang laksamana laut yang berasal dari Mesir bernama Nazimuddin Al-Kamil. Pada tahun 1238, Ia diperintahkan untuk merebut pelabuhan kambayat di Gujarat dengan tujuan untuk menjadi lokasi pemasaran barang perdagangan. 

Sang Laksamana pun mendirikan kerajaan untuk menguasai perdagangan lada dan rempah-rempah di Pulau Sumatera bagian utara. Ketika mendirikan kerajaan ini, Nazimuddin Al-Kamil menunjuk Meurah Silu untuk menjadi raja pertama dan kemudian dikenal sebagai Sultan Malik As-Saleh. Nama Sultan Malik As-Saleh ini terdapat dalam makam yang ditemukan di Desa Beuringin. 

Ada banyak sekali perbedaan pendapat akan kerajaan Islam ini. Perbedaan pertama adalah dari nama Samudera dan Pasai yang dipisah, tapi dalam catatan Tiongkok tidak ada pemisahan nama antara keduanya, sedangkan menurut catatan Marco Polo, terdapat daftar kerajaan yang berada di pantai timur Sumatera Timur terdapat Ferlec (Kerajaan Perlak), Basma dan Samara (Samudera). Seperti yang dikutip dalam Sejarah 8 Kerajaan Terbesar di Indonesia dari Siti Nur Aidah. 

Kemudian dari catatan Marco Polo, pada tahun 1292 ia singgah ke kerajaan ini, maka diketahui bahwa gelar dari raja di Kerajaan Samudera Pasai adalah Sultan, seperti yang dikutip dalam situs Pemprov Aceh

Dalam buku Sejarah SMA/MA Kls XI-IPA, disebutkan bahwa Nazimudin Al-Kamil menduduki ujung barat dari Nusantara dan bernama Kerajaan Samudera. Kependudukan pada daerah ini sendiri tidak mendapatkan banyak perlawanan, karena pada masa itu Kerajaan Sriwijaya mengalami kemerosotan yang kalah dari Kerajaan Colamandala. 

Masa Kejayaan dari Kerajaan Samudera Pasai 

Kemudian, kekuatan dari Kerajaan ini pun semakin kuat dan mencapai ke Kerajaan Pasai yang kala itu dipimpin oleh Sultan Malik As-Saleh pada tahun 1297 hingga 1297. Banyaknya penjelajah yang datang dikarenakan letak dari Kerajaan Samudera Pasai memang sangatlah strategis karena berada di Selat Malaka yang kemudian disebut sebagai Jalur Sutra. 

Sultan Malik As-Saleh kemudian menikah dengan putri dari Kerajaan Perlak, yaitu Ganggang Sari. Dari pernikahan tersebut lahirlah Sultan Malik Az-Zahir I, dimana di bawah kepemimpinannya Kerajaan Samudera Pasai mengalami kejayaan.

Pada masa Sultan Malik Az-Zahir I, dikenalkan penggunaan emas di dalam lingkungan kerajaan yang secara resmi dijadikan alat transaksi dan diberi nama dirham. Dari sini Kerajaan Samudera Pasai kemudian berkembang dengan pesat sebagai pusat perdagangan serta penyebaran Agama Islam

Selanjutnya setelah masa pemerintahan dari Sultan Malik Az-Zahir I berakhir, kepemimpinan digantikan oleh sang anak, yaitu Sultan Ahmad I. Tapi, entah kenapa masa pemerintahan ini tidak berlangsung lama, sehingga digantikan oleh anaknya yang bernama Sultan Malik Az-Zahir II. 

Di masa pemerintahannya inilah, datang seorang Musafir yang datang dari Negeri Maghribi atau sekarang lebih dikenal Moroko, yaitu Ibnu Bhatutah. Dalam catatannya, disebutkan bahwa Sultan yang memimpin Samatrah (Sumatera), menyambutnya dengan sangat ramah. Dimana Sang Sultan memiliki pengikut bermazhab Syafii. Masih dikutip dari Sejarah 8 Kerajaan Terbesar di Indonesia dari Siti Nur Aidah. 

Disebutkan juga dalam catatan Ibnu Bhatutah bahwa Kerajaan Samudera Pasai adalah pelabuhan yang berperan sangat penting. Dimana hal ini terbukti dengan para saudagar yang datang dari China, India, Arab, Siam dan Persia. Sehingga bisa dipastikan pada masa Kerajaan Samudera Pasai adalah bandar perdagangan yang sangat besar. 

Di masa pemerintahan Sultan Az-Zahir II inilah Kerajaan Majapahit menyerang, yaitu sekitar tahun 1345. Kemudian tidak lama setelahnya pada tahun 1350, Majapahit kembali menyerang. Sehingga membuat kerajaan ini pun harus mengungsi. 

Meski harus mengungsi karena serangan dari Kerajaan Majapahit, tapi Kerajaan Samudera Pasai masih bisa bangkit kembali. Pada masa pemerintahan Sultan Zain Al-Abidin Malik Az-Zahir sekitar tahun 1383 hingga 1405. Sayangnya Sang Sultan harus tewas di tangan Raja Nakur dan posisinya pun digantikan oleh Sultanah Nharasiyah yang merupakan istri dari Sultan Zain Al-Abidin Malik Az-Zahir. 

Dalam kepemimpinan Sultan Perempuan pertama di Kerajaan Samudera Pasai ini, kejayaan pun dapat diperoleh kembali. Bahkan pada masa ini Laksamana Cheng Ho pernah berkunjung tiga kali yaitu pada tahun 1405, 1408 dan 1412. 

Sayangnya dari serangan Majapahit tersebut dan sempat kembali berjaya, Kerajaan Samudera Pasai tidak bisa bertahan lama. Karena munculnya Kerajaan Malaka dan menyebabkan penurunan drastis akan perdagangan mereka. 

Selain itu juga ada Kerajaan Aceh yang akhirnya mengusai keseluruhan Samudera Pasai setelah ditaklukan oleh Portugis. Dengan ceritakan sejarah berdirinya Kerajaan Samudera Pasai, maka bisa diketahui bahwa penyebaran Agama Islam di Indonesia tidak lepas dari peran penjelajah serta pedagang yang datang dari negara lain. 

Photo of author
Penulis konten yang tinggal di Jogja. Menggemari segala hal berbau Korea. Tetap santai dikala ada kesempatan.

Berita Terkini:

Promo Shopee Cashback
Shopee Berikan Cashback Rp 75,000 untuk Pengguna Baru
Bagi bagi ikan nelayan
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Bagikan Ikan Gratis Sebanyak Satu Ton
BMW iX5 Hydrogen
BMW Mulai Memproduksi Fuel Cell Untuk Model iX5 Hidrogen
jenis power steering
Dua Jenis Power Steering yang Bikin Hidup Pengendara jadi Lebih Mudah

Artikel Terkait:

runtuhnya kerajaan majapahit disebabkan oleh
Runtuhnya Kerajaan Majapahit
sejarah kerajaan pajajaran
Sejarah Kerajaan Pajajaran: Masyarakat Hindu di Tanah Sunda 
Kami Ingin Ceritakan Sejarah Berdirinya Kerajaan Samudera Pasai 
Kerajaan Demak
Sejarah Kerajaan Demak: Kisah Kadipaten yang Melepaskan diri Dari Majapahit
kerajaan Sriwijaya
Sejarah Kerajaan Sriwijaya: Awal Mula, Masa Jaya dan Kemundurannya
asal usul nama Indonesia
Sekilas Mengenai Asal Usul Nama Indonesia

Favicon tmtimes new

the Monkey Times

Kontak
Kontribusi
Kirim Surat

The Monkey Times adalah media digital yang dikelola Rotasi Media Bahagia