Kami mungkin menerima komisi untuk setiap pembelian yang dilakukan lewat tautan afiliasi yang termuat di beberapa jenis konten yang diterbitkan pada topik/kategori tertentu. Pelajari selengkapnya.

Topik: Jelajah

Pulau Kemaro Palembang dan Kisah Cinta yang Melegenda

Orang setempat menamakan “kemaro” atau dalam bahasa Indonesia Kemarau tersebut diambil dari kondisi lingkungannya.


Pulau Kemaro Palembang

Pagoda di Pulau Kemaro (Foto : Tmtimes)

Oleh: Redoni
Diterbitkan:

the Monkey Times – Jika kamu berkesempatan untuk berkunjung ke Palembang dan sudah menikmati cita rasa pempeknya, tidak ada salahnya loh kamu berkunjung ke Pulau Kemaro.

Iklan

Untuk kamu yang belum tahu, Pulau Kemaro Palembang bagian dari delta kecil dari aliran Sungai Musi dan lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota, sekitar 6 km dari Jembatan Ampera. 

Untuk warga Palembang, Pulau Kemaro memang menjadi pusat rekreasi. Karena terdapat vihara cina atau klenteng Hok Tjing Rio.

Iklan

Bahkan, sebelum pandemi Covid 19, umat Konghucu sering berkunjung kesana setiap tahunnya untuk merayakan Cap Go Meh, setelah 14 hari Imlek. Nah, apa saja yang menarik dari Pulau Kemaro? Mari kita bahas

Kental Balutan Cinta Kedua Putra Putri Raja 

Orang setempat menamakan “kemaro” atau dalam bahasa Indonesia Kemarau tersebut diambil dari kondisi lingkungannya.

Iklan

Karena, pulau yang berada di pinggir Sungai Musi ini tidak pernah tenggelam, meskipun kondisi air sedang pasang.

Namun, jika menelusuri lebih jauh, adanya Pulau Kemaro dari kisah cinta Siti Fatimah dan Tan Bun Aan. 

Keduanya ini salah satu putra dan putri kerajaan besar masa lampau, Siti Fatimah berasal dari Kerajaan Sriwijaya Islam yang tertarik memadu kasih dengan Tan Bun Aan dari Putra Raja Tionghoa dan pemeluk agama Buddha. 

Perbedaan suku, ras dan Agama tidak membuat keduanya berhenti untuk menjalin hubungan, bahkan keduanya memutuskan untuk menikah.

Setelah melangsungkan proses pernikahan, Tan Bun mengajak sang istri untuk kembali ke negara asal dan mencoba meminta restu kepada orang tuanya, hubungannya mendapatkan restu dan orang tuanya memberikan hadiah. 

Hadiah yang diberikan terdapat 7 guci yang sangat besar dan isinya terdapat emas yang akan diberikan kepada sang buah hati dan menantunya.

Tidak butuh lama, keduanya kembali ke Palembang, ketika sampai di Palembang Tan Bun Aan penasaran dan ingin melihat hadiah yang diberikan oleh orang tua nya tersebut. 

Tapi, ia terkejut, karena didalam guci tersebut terdapat sayuran sawi yang membusuk dan langsung membuangnya ke Sungai Musi.

Ternyata, didalamnya itu bukan hanya sayur sawi, namun terdapat emas didalamnya. Karena merasa bersalah membuang pemberian orang tua, Tan Bun Memutuskan untuk menyelam dan mencari kembali guci yang berisikan emas itu. 

Melihat tindakan putra mahkota, sang pengawal juga turut membantu dan selang beberapa waktu, keduanya belum muncul juga dan sang permaisuri Siti Fatimah juga ikut andil untuk mencarinya, semuanya tidak muncul dan terlihat. 

Jelang waktu tertentu, dari lokasi kedua kekasih tersebut muncul sebuah pulau kecil dan tidak tenggelam sama sekali saat kejadian tersebut.

Penduduk lokal mempercayai gundukan itu bagian dari makam kedua pasangan, itulah asal usul dari Pulau Kemaro yang luasnya 180 Hektar tersebut. 

Menikmati Pagoda yang Khas dan Unik 

Dibalik kisah munculnya Pulau Kemaro yang berkaitan dengan kisah cinta kedua putra dan putri kerajaan, ternyata Pulau kemaro memberikan objek wisata yang tidak kalah menarik untuk dilihat.

Disana kamu akan menemukan pagoda yang berada di tengah pulau, bangunannya benar-benar khas dan mirip dari negeri Tiongkok. 

Bentuk bangunannya menjadi daya pikat penduduk lokal dan wisatawan, berjumlah 9 lantai dan termasuk tempat ibadah umat Buddha.

Untuk momen tertentu, Pulau Kemaro memang tidak pernah sepi, karena masih menjadi tempat ibadah. Tapi, selama masa pandemi ini aktivitas terbatas dan pengunjung pun tidak terlalu ramai. 

Selain itu juga, kamu akan menemukan Klenteng Hok Tjing Bio atau dikenal juga sebagai Klenteng Kwan Im.

Di depannya juga kamu akan melihat makam Tan Bun Aan dan Siti Fatimah yang menjadi bagian sejarah adanya Pulau Kemaro. 

Destinasi Menarik, Sayang Untuk Dilewatkan 

Kota Palembang memang telah dikenal sebagai Kota Pempek, karena menghadirkan menu yang khas dan berbeda.

Namun, jika kamu berkunjung ke Sumatera Selatan rasanya sangat sayang jika tidak eksplore objek wisatanya. Salah satunya yang tidak boleh kamu lewatkan adalah Pulau Kemaro. 

Lokasinya pun juga sangat berkesan, karena harus menggunakan speed boat atau kapal menyusuri Sungai Musi agar bisa sampai kesana.

Tentunya ini menjadi pengalaman yang menarik dan menyenangkan untuk kamu coba. Apalagi jika kamu berkunjung kesana bersama keluarga, rasanya kamu akan menikmati perjalanan tersebut. 

Akses dan Harga Tiket Masuk 

Untuk kamu yang tertarik ke Pulau Kemaro, akses yang bisa kamu pilih hanya dua tempat, karena bisa dituju menggunakan kapal, kamu bisa pilih antara lewat Dermaga Benteng Kuto Besak atau melalui Dermaga Pabrik Udang. Ongkos kesana kisaran 50 ribu sampai 100 ribu rupiah. 

Jaraknya memang tidak terlalu jauh mungkin sekitar 6 km, tidak butuh waktu yang lama untuk berkunjung ke Pulau Kemaro Palembang hanya butuh 25 menit sampai 30 menit saja. 

Nah, jika kamu sedang berada di Palembang, sempatkan untuk berkunjung dan menikmati Pulau Kemaro. 

1637809467 LMqn9WyiH4rRRXbPuXboe1tYL1EqK5ei
Temukan artikel menarik lainnya di topik: wisata sejarah kota Palembang