Pro-Kontra Cat Ulang Pesawat Kepresidenan Warna Merah-Putih

Wacana pengecatan pesawat kepresidenan menuai pro dan kontra. Kamu termasuk yang setuju atau tidak?


pesawat terbang

Oleh: Ika Umi Hayati

Diterbitkan:

the Monkey Times – Pihak Istana berencana mengecat ulang pesawat yang menerbangkan Presiden Joko Widodo dan rombongan saat kunjungan kerja dengan anggaran sekitar Rp. 2,1 miliar.

Proyek mengecat ulang pesawat kini menjadi sorotan dan menuai pro dan kontra dari masyarakat karena dilakukan di masa pandemi Covid-19.

Tidak sedikit masyarakat yang kontra dengan keputusan tersebut karena menganggap pengucuran dana untuk pengecatan ulang pesawat yang dipakai untuk kunjungan kerja hanya buang-buang uang negara.

Apalagi saat ini keuangan negara sedang berada dalam kondisi kurang baik akibat dihantam pandemi yang tak berkesudahan, belum lagi kondisi rakyat yang semakin menjerit karena terhimpit masalah ekonomi.

Agaknya kurang tepat bila memutuskan mengecat ulang pesawat di saat sekarang.Pihak Istana sendiri sudah menjelaskan alasan mengapa pesawat kepresidenan akan di cat ulang dari warna biru-putih menjadi warna merah-putih.

Menurut Heru Budi Hartono selaku Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), pengecatan pesawat bermerk BBJ2 (Boeing Business Jet 2) ini dilakukan untuk menyambut HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada tahun 2020 dan memang sudah direncanakan sejak sebelum pandemi Covid-19 menyebar luas.

Heru juga mengatakan proses pengecatan ini satu paket dengan Pesawat RK dan Heli Super Puma, hingga waktunya pun lebih efisien.

Sementara itu, Faldo Maldini staf khusus Mensesneg menyebutkan bahwa pengecatan ulang pesawat yang digunakan Presiden Joko Widodo beserta rombongan ini merupakan bagian dari perawatan karena sudah harus diservis tahun 2021 ini.

Jadi, ini bukan rencana baru, karena sudah masuk dalam anggaran belanja negara sejak tahun 2019.

Pengecatan dan Perawatan Sudah Masuk Dalam APBN

Heru menepis kabar pengecatan warna pesawat di tengah pandemi merupakan kegiatan menghambur-hamburkan uang negara.

Karena seperti yang telah disampaikan sebelumnya, rencana ini sudah ada sejak tahun 2019 dengan harapan dapat memberi semangat dan kebanggaan bagi negara dan bangsa Indonesia itu sendiri.

Itu berarti pengecatan dan perawatan pesawat milik negara ini sudah dialokasikan dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Selain itu, Kementerian Sekretariat Negara sudah melakukan refocusing anggaran APBN 2020-2021 untuk pendanaan penanganan Covid-19 sesuai dengan alokasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Proyek ini juga diklaim mendukung industri penerbangan dalam negeri yang kena dampak panjang pandemi secara tidak langsung .

Pesawat Kepresidenan dicat ulang dengan warna merah-putih. Kombinasi warna tersebut dipilih karena melambangkan bendera Indonesia.

Baca Juga:  Daft Punk yang Melejit di Ranah Streaming setelah Berpisah

Warna-warna yang mencolok seperti merah memang tidak sering dipakai maskapai dalam dunia penerbangan, baik itu armada pesawat kargo maupun pesawat komersil, hampir semuanya memakai warna putih polos yang kemudian dipadu padankan dengan livery atau grafis.  

Mengapa Hampir Semua Pesawat di Dunia Berwarna Putih?

Hampir 99% armada pesawat di seluruh dunia yang mengudara memilih warna putih karena alasan berikut.

  • Biaya Pengecatan Murah

Warna putih adalah warna paling ekonomis sehingga biaya pengecatannya lebih murah dibandingkan warna lainnya.

Sebagai perbandingan, untuk satu lapis car pesawat Boeing 737 atau Airbus A320 memerlukan 245 liter atau 65 galon cat. Nah, jika ada penambahan warna selain cat tersebut maka ini akan menambah anggaran biaya.  

  • Dapat Memantulkan Panas

Warna putih dapat memantulkan panas dari sinar matahari, inilah alasan utama mengapa banyak pesawat terbang dicat putih karena berhubungan dengan ilmu termal.

Selain itu tujuan dari pemilihan cat warna netral adalah untuk mengurangi suhu dalam kabin sehingga bahan bakar yang dikonsumsi tidak terlalu besar. 

Warna putih dapat melindungi bahan komposit dari paparan sinar matahari, termasuk bagian hidung pesawat yang terdiri dari plastik.  

  • Mudah Dilihat Mata

Dalam prosedur standar keselamatan penerbangan, pihak pramugari akan meminta para penumpang membuka dan menutup jendela saat lepas landas ataupun mendarat.

Hal ini guna menghindari kecelakaan udara, apalagi pilot tidak dapat melihat keseluruhan pesawat saat mengoperasikannya. 

Untuk itu penumpang diminta membuka jendela ketika akan lepas landas ataupun mendarat supaya mereka dapat melaporkan setiap kejadian yang dilihat. 

Para penumpang lebih mudah mengidentifikasikan objek berbahaya maupun retakan di sekitar bodi pesawat jika armada transportasi udara tersebut menggunakan warna putih.

  • Menghindari Serangan Burung

Serangan burung adalah sesuatu yang paling ditakuti oleh pilot dan maskapai dunia penerbangan karena dapat membahayakan nyawa penumpang.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pesawat berwarna putih dapat menghindari serangan burung ketimbang warna merah dan biru.

Bicara soal pesawat yang dipakai dalam agenda kepresidenan, hampir setiap negara di dunia memilikinya.

Desain dan spesifikasi pesawat sudah dibuat khusus untuk menunjang presiden dan wakil presiden dalam melaksanakan tugas kenegaraan.

Tidak terkecuali di Indonesia, negara kepulauan yang sangat luas sehingga membutuhkan armada khusus yang bisa mempercepat perjalanan presiden dan wakil presiden di dalam maupun di luar negeri.

Pesawat kepresidenan Indonesia juga mempunyai sejarah panjang sejak kepemimpinan Presiden Soekarno hingga Joko Widodo.

Baca Juga:  Mengapa Susu Sapi A2 baik bagi Kekebalan Tubuh?
Temukan artikel menarik lainnya di topik: berita hari ini, kabar, pesawat kepresidenan, polemik cat pesawat

Atau baca artikel lain yang ditulis: Ika Umi Hayati



Slide
Infografis jumlah bus listrik di seluruh dunia
Slide
Infografis vespa matik di Indonesia
Slide
Infografis kencan di era pandemi
Slide
melek finansial
Slide
infografis waralaba
Slide
infografis-jaga-kesehatan-saat-banjir
Slide
Infografis aktor Philip Seymour Hoffman
Slide
Infografis estetika film Paul Anderson
previous arrow
next arrow


Rekomendasi Artikel


Cara Sinema Sport Wisata Sosial