Penulis: Yanuardhi Mazid

Pengertian Organisasi Mulai dari Asal Kata hingga Tujuannya

Bahwa organisasi sendiri merupakan alat atau “instrumen” untuk mencapai tujuan.

the Monkey Times – Semenjak duduk di bangku sekolah, kita tentu akrab dengan istilah organisasi. Meski sering mendengar istilah ini tapi banyak pula yang belum tahu apa pengertian organisasi.

Bahkan mereka yang tergabung di dalam suatu organisasi sendiri banyak yang belum memahami apa itu organisasi.

Sebelum kita berorganisasi ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu organisasi, agar kerja-kerja kita di dalam organisasi bisa maksimal dan mendapat hasil yang ingin dicapai.

Agar bisa memahami apa itu organisasi, baiknya kita simak pemaparan di bawah ini.

Asal Kata

Sebelum mulai membahas pengertian organisasi, kita bisa terlebih dahulu membahas asal kata atau istilah organisasi.

Organisasi berasal dari kata “organon” dalam bahasa Yunani, atau “organum” dalam bahasa Latin. 

Aristotle atau yang biasa kita kenal dengan nama Aristoteles, seorang filsuf dan bapak dari bermacam-macam cabang ilmu, pernah menulis beberapa teks yang memuat istilah organon di dalam karya-karyanya yang membahas tentang logika. 

Meski tidak spesifik mengacu kepada pengertian organisasi seperti saat ini, namun apa yang dikemukakannya dalam teks tersebut bisa menjadi acuan untuk memahami dasar pengertian organisasi.

Selain Aristotle, Platon yang juga gurunya juga banyak membahas tentang istilah ini. Dalam bahasa Yunani sendiri istilah “organon” berarti “alat” atau “perkakas” atau bisa juga berarti “badan”.

Tak berbeda jauh, keduanya meminjam istilah ini untuk menunjuk “indra” manusia sebagai alat.

Aristoteles menjelaskan bahwa organon merupakan alat atau indra yang digunakan manusia untuk tujuan memperoleh pengetahuan filosofis.

Yang menarik adalah tujuan yang dicapai bukan sebagai tujuan pada dirinya sendiri. 

Dari apa yang dikemukakan kedua filsuf pada makna istilah organon,  kita menghubungkan pada pemaknaan istilah organisasi saat ini.

Bahwa organisasi sendiri merupakan alat atau “instrumen” untuk mencapai tujuan.

Kita juga bisa menghubungkan bahwa instrumen-instrumen ini menjadi satu kesatuan sebagai tubuh/badan.

Pengertian Organisasi

Setelah mengetahui asal kata organisasi, kita bisa masuk ke pembahasan tentang pengertian organisasi.

Seorang sosiolog dan ahli politik, Max Weber, menjelaskan bahwa organisasi adalah suatu kerangka terstruktur yang di dalamnya berisikan wewenang, tanggung jawab dan pembagian kerja untuk menjalankan masing-masing fungsi tertentu.

Dari apa yang disampaikan Weber di atas kita bisa menggarisbawahi beberapa kata kunci yang dapat membantu pemahaman kita untuk mengerti apa itu organisasi.

Pertama, “kerangka terstruktur”. Organisasi setidaknya harus dibangun atau didirikan lewat suatu kerangka yang sebelumnya dipersiapkan.

Kerangka ini terstruktur sedemikian rupa untuk menjalankan fungsinya. Sebuah organisasi tidak bisa dibentuk begitu saja hanya dengan  menyatukan anggota-anggotanya.

Organisasi yang baik selalu memiliki struktur yang mengatur hirarki masing-masing anggotanya agar tidak chaotic.

Yang kedua adalah “wewenang, tanggung jawab, dan pembagian kerja”. Kita bisa memahami bahwa organisasi harus memiliki aturan atau tata cara yang mengatur kewenangan, tanggung jawab, dan pembagian kerja dari anggotanya.

Tanpa adanya hal ini kerja-kerja di dalam organisasi tidak bisa efisien. Selain itu, hal ini berfungsi untuk menghindari tumpang tindih wewenang agar keharmonisan di dalam organisasi bisa tetap terjaga.

Yang ketiga adalah “fungsi”. Hal ini masih berhubungan dengan apa yang disampaikan Aristotle.

Bahwa sebagai instrumen, organisasi selalu memiliki tujuan. Karena itu fungsi-fungsi di dalam organisasi harus diatur dan dimanajemen.

Fungsi-fungsi ini juga tidak selalu dalam dimensi yang sama. Meski memiliki satu visi yang sama, di dalam organisasi juga terdapat banyak fungsi yang dijalankan.

Dan tentunya fungsi ini tidak bisa hanya dijalankan dan dilimpahkan kepada salah satu anggotanya saja. Harus ada porsi dan pembagian fungsi yang sesuai antar anggotanya.

Dari paparan di atas kita bisa menarik kesimpulan singkat bahwa organisasi adalah wadah atau instrumen bagi sekelompok orang (entitas) yang menjalankan fungsi-fungsi tertentu dalam balutan kerangka terstruktur untuk mencapai tujuan bersama.

Tujuan Organisasi

Selain memahami pengertian dari organisasi, kita juga harus mengetahui beberapa tujuan-tujuan yang biasanya ingin dicapai organisasi. Hal ini untuk lebih memahami gerak dan kinerja organisasi.

Secara umum biasanya memiliki beberapa tujuan:

  1. Merealisasikan visi dan misi bersama yang dirangkum dari kepentingan masing-masing anggotanya.
  2. Mendapatkan keuntungan bersama, baik materi maupun non materi.
  3. Mencapai eksistensi dan mencari penghargaan agar diakui keberadaannya.
  4. Mengatasi keterbatasan kemampuan dan sumberdaya mana bila hanya dilakukan sendirian.
  5. Mencapai hasil dari kerja-kerja bersama dalam rentang waktu tertentu (terbatas).
  6. Meningkatkan kemampuan, ketangkasan (skill), dan pengalaman masing-masing anggotanya.
  7. Membuka peluang interaksi dan relasi, baik internal maupun eksternal.

Itulah beberapa hal yang bisa kita pahami dari organisasi. Setelah kita memahami pengertian dan beberapa tujuan organisasi, tentunya bisa menjadi bekal untuk lebih memaksimalkan kinerja dalam organisasi. 

Sebagai makhluk sosial tentunya kita tidak bisa hidup sendirian. Selain itu banyak pula hal-hal yang tidak bisa kita kerjakan jika hanya sendirian. Maka dari itu organisasi menjadi satu hal yang erat dengan kehidupan kita.

Selain untuk mencari jalan keluar akan kesulitan-kesulitan hidup kita, bergabung dalam organisasi biasa membantu membentuk karakter diri kita. Selain itu juga bisa jadi wadah aktualisasi diri yang positif.