Penulis: Redoni

Isi Butir Pengamalan Sila ke-4 Pancasila dan Contoh Penerapannya

Terapkan beberapa butir yang ada, karena memberikan banyak manfaat untuk segala aspek kehidupan yang terjadi. 

the Monkey Times – Isi dari sila ke-4 adalah “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan” dengan lambang kepala Banteng tersebut memiliki 10 butir yang memberikan banyak pemaknaan yang bisa diamalkan oleh setiap Warga Negara Indonesia, karena Pancasila sendiri sebagai dasar atau pedoman dalam bernegara. 

Mengaplikasikan Pancasila dengan melihat nilai-nilai yang terkandung menjadi bagian dalam mencari solusi atas berbagai macam permasalahan yang terjadi oleh rakyat Indonesia.

Apalagi di tengah terpaan globalisasi yang tidak bisa dibendung tersebut. Nah, apa saja 10 butir isi Pancasila tersebut? Mari kita bahas selengkapnya

Butir-Butir Pengamalan Sila ke-4 Pancasila Sesuai Tap MPR 

Sebenarnya, pengaturan dan pengamalan Pancasila itu sendiri berdasarkan dari Ketetapan MPR No.11/MPR/1978 atau lebih tepatnya masa orde baru.

Tetapi, setelah era orde baru berakhir dan memasuki masa reformasi, semua butir-butir Pancasila kembali disesuaikan melalui Ketetapan MPR No.1/MPR/2003. 

Meruntut dari informasi yang ada, butir yang tertanam dalam Pancasila itu masih terlalu banyak dan beberapa bagian yang terjadi pun hanya membahas mengenai permasalahan moralitas secara personal, bukan berkaitan dengan masyarakat atau publik.

Kondisi ini dapat dilihat dari penggalan buku yang ditulis oleh Yudi Latif dengan judul Mata Air Keteladanan: Pancasila dalam Perbuatan (2014) menjelaskan apabila jumlah Pancasila sendiri ada 35 butir, bahkan belakangan mencapai 45 butir, dikutip dari Tirto.id.

Beberapa butir yang ada didalamnya pun masih banyak terdapat tumpang tindih, sehingga terlalu sulit untuk dilihat dan dipahami masyarakat secara keseluruhan.

Namun, dibalik dengan beberapa perdebatan dan permasalahan yang ada, berikut ini 10 butir dari sila ke-4 dari Pancasila tersebut. 

10 Butir-Butir Pancasila Sila ke-4

Meruntut dari buku UUD 1945 dan Perubahannya: Struktur Ketatanegaraan (2008) dikutip langsung dari Tirto.id menjelaskan, sebagai berikut: 

  1. Setiap warga negara Indonesia mempunyai kedudukan yang sama antara hak, kewajiban.
  2. Tidak boleh memaksa atau meminta semuanya harus sama kepada orang lain. 
  3. Musyawarah menjadi langkah utama ketika hendak mengambil keputusan yang menjadi kesepakatan bersama. 
  4. Dalam pelaksanaan musyawarah untuk mencapai mufakat harus berdasarkan pada asas kekeluargaan. 
  5. Semua hasil keputusan yang terjadi dalam musyawarah harus dihormati dan diterima sesuai kesepakatan bersama. 
  6. Menerima dan menjalankan hasil keputusan yang didapatkan dari hasil musyawarah. 
  7. Tidak ada kepentingan pribadi atau golongan dalam melakukan musyawarah, semuanya berdasarkan pada keputusan bersama. 
  8. Melaksanakan musyawarah harus didasari dengan akal yang sehat dan nurani yang luhur. 
  9. Segala keputusan yang didapatkan dan diambil harus bisa dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan yang Maha Esa, menerapkan nilai-nilai keadilan dan kebenaran, dan menjunjung tinggi semua harkat dan martabat manusia. 
  10. Mempercayai wakil-wakil yang melaksanakan musyawarah agar terhindar dari kecurigaan dan permasalahan kedepan. 

Contoh Penerapan Sila ke-4 dalam Kehidupan

  1. Menerapkan Nilai Sila ke-4 dalam Masyarakat

Pada dasarnya manusia itu bagian dari kehidupan sosial yang luas, tidak bisa hidup sendiri dan saling bergantung antara satu sama lainnya.

Sebagai makhluk sosial, tentunya ada banyak keterlibatan yang terjadi dalam masyarakat. Apabila Anda mengacu dalam Sila ke-4 Pancasila, ada banyak kontribusi yang bisa Anda lakukan. 

Mulai dari mengikuti segala aktivitas yang ada dalam lingkup terkecil, termasuk ikut terlibat dalam pemilihan daerah dari tingkat RT/RW, Kabupaten, dan Provinsi.

Aktif dan berkontribusi dalam musyawarah warga dan ikut dalam memberikan beberapa ide atau pendapat, serta melaksanakan semua hasil dari keputusan musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat. 

  1. Menerapkan Nilai Sila ke-4 dalam Sekolah 

Sila ke-4 juga dapat Anda terapkan dalam sekolah, karena aspek ini juga bisa menjadi pondasi awal ketika memasuki dunia baru yang lebih luas nantinya.

Ada banyak kegiatan yang bisa Anda ambil dalam menjalankan nilai-nilai yang terkandung.

Termasuk aktif berorganisasi, mengambil dan menjalankan keputusan dari hasil musyawarah. 

Bahkan, saling menghormati pendapat yang berbeda dan mendengarkan dari guru atau siswa lainnya termasuk dalam pengamalan sila ke-4.

Oleh karena itu, apabila Anda ingin menerapkan Pancasila sangat bisa Anda terapkan pada lingkungan yang Anda berada, termasuk di sekolah. 

  1. Menerapkan Nilai Sila ke-4 dalam Keluarga

Nilai-nilai mengamalkan Pancasila, khususnya sila ke-4 bisa Anda lakukan dalam lingkup yang paling kecil yaitu keluarga.

Terutama ketika sedang menghadapi berbagai permasalahan, sila ke-4 dapat menjadi dasar dalam menemukan jalan tengah.

Karena, kebebasan dalam berpendapat dan menyelesaikan hasil permasalahan dari musyawarah termasuk bagian yang tepat untuk bisa Anda lakukan. 

Dengan demikian, setiap persoalan yang terjadi membuat Anda bisa lebih mudah menerima dan mengakui setiap kejadian yang terjadi, sebab semua kegiatan berdasarkan pada kesepakatan bersama dan konflik bisa diminimalisir. 

Apakah Anda sudah menerapkan sila ke-4 dalam kehidupan sehari-hari? Terapkan beberapa butir yang ada, karena memberikan banyak manfaat untuk segala aspek kehidupan yang terjadi.