Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hai Indonesia

Rem Darurat dilepas perlahan, Jakarta memasuki PSBB Transisi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melepas rem darurat perlahan-lahan. Tapi apakah itu sudah tepat?

Lanskap Jakarta di waktu senja
Ilustrasi kota Jakarta. (Foto: Getty Images lewat Canva)

the Monkey Times – Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, memutuskan untuk melepas rem darurat pelan-pelan dan memasuki PSBB transisi.

Demikian bunyi siaran pers yang dipublikasikan pemprov DKI Jakarta. Meski peningkatan penularan masih terlihat, pemprov DKI Jakarta menilai kasus positif dan kasus aktif mengalami pelambatan. Itulah yang jadi pertimbangan utama pelepasan rem darurat secara perlahan.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi akan berlangsung selama dua pekan ke depan, mulai 12 – 25 Oktober 2020. Peraturan PSBB masa transisi diatur dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1020 Tahun 2020.

Lebih jauh lagi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pengambilan keputusan PSBB masa transisi didasari oleh empat hal, yakni tingkat keterisian RS rujuan COVID-19, tren kasus aktif, kasus kematian harian, dan laporan kasus harian.

“Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan.

Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap. Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali,” kata Anies.

Tentu saja yang dimaksud dengan disiplin tinggi mengacu pada upaya preventif yang sudah lama didengungkan pemerintah kepada warga.

Upaya yang dimaksud termasuk mencuci tangan, menjaga jarak, serta memakai masker. Sampai saat ini tiga upaya tersebut dianggap manjur untuk mencegah seseorang tertular coronavirus.

Grafik stabil, kata Anies

Anies mengkalim grafik kasus aktif harian dan kasus positif terlihat stabil sejak PSBB ketat diberlakukan pada 14 September 2020. Lebih jauh lagi, Anies mengatakan kasus positif memperlihatkan tanda awal penurunan selama tujuh hari terakhir.

Dasar pernyataan Aneis ada pada nilai Rt. Sembari mengutip data Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI, Anies mengatakan nilai Rt Jakarta pada awal September sebesar 1,14. Dan kini sudah berkurang jadi 1,07. Dengan kata lain, kondisi penularan coronavirus di Jakarta saat ini adalah: 100 orang berpotensi menularkan virus kepada 107 orang lainnya.

Rt sendiri merupakan metriks yang mengacu pada angka reproduksi efektif, yang mengacu pada berapa jumlah orang yang terinfeksi oleh satu orang yang divonis positif COVID-19. Kalau angka Rt lebih dari satu, maka angka kasus positif akan terus meningkat. Sebaliknya bila angkanya kurang dari satu, maka angka kasus cenderung menurun.

Hanya saja, mengutip tulisan berjudul What is Rt and what does it tell us about the COVID-19 pandemic? yang dimuat di Researc h Gate (PDF), metriks Rt tidak sensitif terhadap jumlah kasus yang tidak terdeteksi.

Ilustrasi tingkat Rt corona di Jakarta.
Ilustrasi tingkat Rt corona di Jakarta. (Foto: Getty Images lewat Canva)

Dalam konteks lain, Anies menyampaikan fakta bahwa jumlah kasus harian di Jakarta mulai konsisten mendatar. Dia kemudian menyatakan ada perlambatan penularan di Jakarta sejak akhir September hingga awal Oktober.

“Pada periode 26 September sampai 9 Oktober 2020, kembali terjadi penurunan dari kondisi 14 hari sebelumnya, di mana jumlah kasus positif meningkat 22% atau sebanyak 15.437 kasus, dibanding sebelumnya meningkat 31 % atau sebanyak 16.606 kasus,” kata Anies.

Penekanan juga diberikan Anies ketika memaparkan grafik kematian. Dia menyebut laju kematian di Jakarta yang menurun, menjadi 18 kematian per hari. Angka ini menurut Anies lebih kecil ketimbang angka kematian sebelum PSBB ketat, yang menurut Anies mencapai 28 kematian per hari.

Data Kemenkes RI menunjukkan kebalikan dari apa yang diungkap Anies. Angka kasus harian positif di Jakarta cenderung belum stabil, dengan rata-rata kasus harian positif di DKI Jakarta mencapai 1.178,1 kasus per hari selama 15 hari.

Dengan angka kasus harian yang masih naik-turun, PSBB transisi akan kembali menguji keampuhan kebijakan Anies dalam menangani pandemi di provinsi yang dipimpinnya.



iklan
iklan

Artikel Menarik Lainnya

Musik

Kate Perry dan Pikachu berteman baik dalam sebuah video klip terbaru yang dirilis untuk merayakan 25 tahun Pikachu.

Internasional

Komitmen sejumlah itu direncanakan bertambah pada pertengahan tahun. Namun masih ada masalah yang harus dipecahkan.

Otomotif

Kini kamu bisa menikmati diskon PPnBM untuk beberapa tipe mobil yang lebih kencang dan bermesin diatas 1,500 cc.

Film

Buat yang belum tahu, ini adalah adaptasi Sailor Moon ke dalam pentas teater musikal.

Film

Sebagian orang mungkin menganggap 'KATA' sebagai novel populer. Kalau begitu anggapannya, maka ada kabar baru: Falcon Pictures mengadaptasi novel tersebut ke layar lebar.

Internasional

Setelah setahun lebih ditutup, taman hiburan Universal Studios Hollywood akan mulai dibuka kembali untuk umum.

Hai Indonesia

Merapi hari ini meluncurkan awan panas dengan jarak maksimal 1,5 kilometer ke arah Barat Daya. Memunculkan hujan abu di Magelang.

Musik

Syahdan, dulu Bakehyun sempat memecahkan rekor penjualan sejuta untuk album mininya yang lain, yang berjudul 'Delight'.