Media sosial kami

Halo, cari konten apa?

Vaksinasi COVID-19 belum akan tersedia setidaknya sampai pertengahan 2021
Vaksinasi COVID-19 belum akan tersedia setidaknya sampai pertengahan 2021
Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto: Canva)

Internasional

Kata WHO: Vaksinasi COVID-19 belum akan tersedia setidaknya sampai pertengahan 2021

Menurut WHO, vaksin COVID-19 yang terdistribusi secara global belum akan tersedia, selama standar efektivitasnya masih belum terpenuhi.

tmtimes.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak berharap vaksinasi COVID-19 bisa tersebar luas, setidaknya sampai pertengahan 2021. Pernyataan ini dikeluarkan oleh juru bicara WHO, Margaret Harris, lewat sebuah video yang ditayangkan pada Jumat (4/09/2020) silam.

WHO menitikberatkan pada pentingnya keamanan dan efektivitas vaksin sebelum didistribusikan seluas-luasnya. Lebih jauh lagi, Harris juga mengatakan tidak ada satupun kandidat vaksin saat ini – yang tengah menempuh uji coba lanjutan – mampu menunjukkan sinyal yang jelas terkait efektivitasnya.

Ini berarti organisasi kesehatan dunia itu mengisyaratkan angka efektivitas vaksin setidaknya menyentuh 50%. 

Harris kemudian merujuk ke fase ke-3 dalam mata rantai pengujian vaksin. Menurut dia, pengujian tahap ke-3 harus ditempuh lebih panjang.

Alasannya kita perlu mengecek apakah vaksin yang diuji-cobakan benar-benar aman dan mampu melindungi tubuh yang menerimanya.

Walau tidak menyebut satupun produk kandidat vaksin COVID-19, Harris menekankan pada pentingnya pembagian dan pembandingan semua data hasil uji coba.

Karena itulah WHO menyatakan dunia belum siap menerima vaksinasi, setidaknya sampai pertengahan 2021.

WHO + GAVI = COVAX

Ilustrasi tet antibodi COVID-19.
Ilustrasi tet antibodi COVID-19. (Foto: Canva)

Di tengah pandemi, WHO dan aliansi vaksin GAVI berada di garda depan dari rencana alokasi vaksin secara global, yang kemudian dikenal dengan sebutan COVAX.

COVAX itulah yang bertujuan membantu distribusi dan pembelian vaksin secara adil. Nantinya produk vaksin COVID-19 akan difokuskan pada individu yang rentan terpapar COVID-19, misalnya seperti pekerja medis.

Sebagai tambahan, COVAX memiliki misi memproduksi dan mendistribusikan 2 triliun vaksin yang sudah teruji dan disetujui WHO.

Rencana tersebut diharapkan terwujud pada akhir 2021.

Melalui COVAX, WHO bermaksud memastikan bahwa vaksin COVID-19 nantinya tersedia dan bisa diakses setiap orang yang hidup di muka bumi. (reuters/guardian)

Artikel Menarik Lain

Internasional

Sebaliknya, Israel menghancurkan 6 gedung yang berada di wilayah kekuasaan Palestina.

Internasional

Kini Palestina kehilangan kemampuan untuk melacak persebaran COVID-19 di Jalur Gaza.

Hai Indonesia

Harapan Presiden Jokowi terkait program Vaksinasi Gotong Royong diiringi dengan harapan lain: kurva penularan COVID-19 turun sekitar bulan Agustus hingga September 2021.

Internasional

Komitmen sejumlah itu direncanakan bertambah pada pertengahan tahun. Namun masih ada masalah yang harus dipecahkan.

Internasional

Setelah setahun lebih ditutup, taman hiburan Universal Studios Hollywood akan mulai dibuka kembali untuk umum.

Internasional

Sekelompok orang, termasuk ilmuwan, mengabadikan letusan gunung Fagradalsfjall dari dekat sekali. Gunung itu sempat tidak aktif selama 800 tahun

Hai Indonesia

Pemerintah Indonesia menargetkan 1,5 juta penyuntikkan vaksin per hari yang akan dimulai pada Juli 2021.

Internasional

Kalau kamu berpikir Honda adalah sebuah nama merek mobil atau motor yang merajai jalanan Indonesia, maka kamu salah. Honda juga adalah nama yang melekat...