Media Sosial

Hi, cari artikel apa?

DigiDay

Google Maps diperbarui, Memperluas fungsi fitur Crowdedness Predictions

Jelang liburan akhir tahun, Google Maps diperbarui dengan menambahkan lapis informasi kerumunan di tengah pandemi.

fitur GMaps
Ilustrasi fitur terbaru GMaps. (Foto: Google/Getty Images/Canva)

the Monkey Times – Melalui sebuah postingan di blog resmi Google Maps (GMaps), Google memberi tahu penggunanya: bahwa sejak pandemi dimulai Google telah menyuntikkan 250 fitur baru ke produk peta digital mereka.

Google melakukannya untuk “membantu Anda beradaptasi di kelaziman baru”. Google mau pengguna Mapsnya baik-baik saja, walaupun harus pergi berlibur di kala pandemi belum usai.

Lebih jauh lagi, dalam situasi pandemi mereka ingin supaya pengguna GMaps mampu memonitor informasi fasilitas kesehatan yang penting – dalam sekali lirik, sekaligus memeriksa apakah sebuah lokasi sedang ramai atau tidak.

Akhir tahun sudah di depan mata. Dan bagi kebanyakan orang, momen macam itu adalah masa liburan. Sudah pasti yang namanya liburan adalah masa-masa dimana semua lokasi jadi ramai.

Orang berbondong-bondong pergi keluar rumah, menuju ke tempat wisata atau sekadar pulang kampung untuk liburan.

Hanya saja pagebluk corona belum usai. Bijakkah berlibur di tengah kondisi seperti sekarang? Mungkin tidak. Tapi toh kita sering diingatkan supaya mematuhi protokol kesehatan, terutama ketika “terpaksa” keluar rumah di masa pandemi.

Bila kita “terpaksa” keluar rumah, dengan maksud ingin menghabiskan waktu liburan guna mengusir penat, dan kita yakin bisa mematuhi protokol kesehatan, pembaharuan yang dilakukan Google untuk Maps-nya mungkin akan bermanfaat.

Dua pembaruan penting Google Maps

Sejak pagebluk corona melanda sebagian besar negara, Google Maps memperbarui fiturnya dengan menambah lapis informasi yang membantu penggunanya memperoleh informasi terbaru soal pandemi langsung dari aplikasi tersebut.

Lewat pengumuman di blog resmi mereka, Google mengumumkan bahwa mereka akan merilis dua peningkatan fitur yang berkaitan dengan pengawasan” pandemi.

Pertama, pengguna Google Maps nantinya akan memperoleh lebih banyak informasi, termasuk jumlah kasus di sebuah area yang dikunjungi.

Informasi tersebut bisa diakses langsung lewat G Maps, bersama dengan tautan singkat yang akan mengarahkan penggunanya ke otoritas lokal yang berwenang di lokasi yang Anda kunjungi.

“(Fitur) ini berguna, terutama bila Anda (pergi) keluar kota dan membutuhkan informasi cepat mengenai panduan lokal, lokasi pengetesan (corona) dan pembatasan yang berlaku (di kota lain),” tulis Google.

Kedua, G Maps akan memperluas fungsi informasi kerumunan. Dasar dari fungsi tersebut sebetulnya sederhana: ketika Anda membuka GMaps, aplikasi itu bisa dipakai untuk mendeteksi kerumunan di sebuah lokasi, yang artinya Anda bisa lebih menjaga jarak dengan orang lain dengan menghindari lokasi transit yang padat pengunjung.

“Di (platform) iOS dan Android global, Anda akan mulai melihat seberapa ramai bus, kereta atau jalur kereta bawah tanah saat ini,” lanjut Googe.

Lebih jauh lagi, Google menyatakan data informasi kerumunan diperoleh secara real-time berdasarkan data dari pengguna G Maps di seluruh negara.

Fitur yang dikenal dengan nama crowdedness predictions itu sebetulnya sudah dirilis tahun lalu. Hanya saja pandemi global membuat fitur tersebut diperluas fungsinya.

Dalam postingan blog lain, Google menjelaskan bahwa fitur tersebut tadinya dihadirkan untuk memberi informasi jumlah kerumunan di sejumlah lokasi transit transportasi publik.

Sederhananya, berkat fitur tersebut pengguna Google Maps bisa memeriksa jam-jam ramai di lokasi tertentu seperti stasiun kereta atau halte bus.

iklan
iklan

Artikel Menarik Lainnya

Musik

Kate Perry dan Pikachu berteman baik dalam sebuah video klip terbaru yang dirilis untuk merayakan 25 tahun Pikachu.

DigiDay

Sebaiknya Anda memperbarui APKPure ke versi baru, sebelum serangan Trojan jahat menginfeksi perangkat Anda.

Internasional

Komitmen sejumlah itu direncanakan bertambah pada pertengahan tahun. Namun masih ada masalah yang harus dipecahkan.

Otomotif

Kini kamu bisa menikmati diskon PPnBM untuk beberapa tipe mobil yang lebih kencang dan bermesin diatas 1,500 cc.

Film

Buat yang belum tahu, ini adalah adaptasi Sailor Moon ke dalam pentas teater musikal.

Film

Sebagian orang mungkin menganggap 'KATA' sebagai novel populer. Kalau begitu anggapannya, maka ada kabar baru: Falcon Pictures mengadaptasi novel tersebut ke layar lebar.

Internasional

Setelah setahun lebih ditutup, taman hiburan Universal Studios Hollywood akan mulai dibuka kembali untuk umum.

Hai Indonesia

Merapi hari ini meluncurkan awan panas dengan jarak maksimal 1,5 kilometer ke arah Barat Daya. Memunculkan hujan abu di Magelang.