Panduan Sehat dan Sukses Menanam Investasi Reksa Dana

Investasi reksa dana disukai karena kemudahannya. Lantas apakah karena itu kita bisa santai-santai saja?


Ilustrasi investasi.
Diterbitkan:

Mungkin sekarang ini banyak kaum milenial yang lagi galau memilih instrumen investasi paling pas di tengah pandemi. Di tengah pilihan investasi yang semakin beragam, semakin bingunglah kaum milenial memilih instrumen investasi yang paling pas.

Walau begitu rata-rata anak milenial sekarang didorong memilih investasi Reksa Dana. Selain karena lebih baik ketimbang menabung, dalam arti untungnya lebih banyak; Reksa Dana juga lebih mudah dikelola.

 Reksa Dana adalah instrumen investasi yang dijual ke masyarakat dalam bentuk Portofolio Efek.  Dengan kata lain ada sejumlah dana investasi yang dihimpun dari masyarakat dan dikelola oleh manajer investasi. 

Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Bentuk Portofolio Efek bisa macam-macam, antara lain deposito, obligasi, saham, dan surat berharga. 

Nah, kita menanamkan modal lewat manajer investasi. Dan mereka yang mengelola. Konsepnya terdengar sederhana. Tapi berinvestasi di pasar modal Reksa Dana tetap membutuhkan perhatian dari pemilik modal. 

Lalu kita juga mesti mencamkan satu hal: jangan pernah menganggap bahwa tidak ada resiko sama sekali dalam investasi Reksa Dana. 

Karena itu sebelum mulai menginvestasikan modal di Reksa Dana lewat manajer investasi, atau lewat aplikasi daring, kamu perlu memperhatikan tips berikut: 

Tetapkan Tujuan Investasi Reksa Dana

Setiap orang memiliki berbagai motif dibalik menyimpan dana dalam bentuk investasi. Mungkin kamu sekarang sudah memikirkan tentang masa depan. Alias sudah punya keinginan buat menimbun dana cadangan yang bisa digunakan di kala darurat. 

Atau punya keinginan buat memiliki tabungan yang banyak supaya bisa digunakan dengan nyaman ketika sudah menikah dan memiliki anak nanti.

Untuk memenuhi keinginan tersebut seseorang umumnya memilih menabung. Nggak masalah bunganya kecil. Pokoknya menabung.

Nah, Reksa Dana jadi instrumen investasi alternatif pengganti tabungan. Dengan kata lain uang yang ditanamkan lewat produk Reksa Dana akan menghasilkan return dalam jumlah tertentu yang besarannya lebih banyak ketimbang bunga bank.  

Setelah memahami rumus sederhana itu, tetapkan tujuan investasi. Tanya ke diri sendiri kamu mau apa dengan uang yang banyak di masa depan. Dan produk  Reksa Dana macam apa yang mau dibeli.  

Mengenali tipe Reksa Dana penting. Karena setelahnya kamu bisa menimbang resiko sekaligus menentukan produk yang paling cocok.

Umumnya produk Reksa Dana dibagi menjadi beberapa macam, termasuk Pasar Uang, Campuran, Pendapatan Tetap, dan Saham. 

Baca Juga:  Cara dan Strategi Menabung Emas di Waktu yang Tepat

Pahami Resiko 

Yang namanya investasi selalu beresiko, termasuk Reksa Dana. Resikonya pun bisa macam-macam. 

Misalnya kemungkinan wanprestasi atau cidera janji. Ini terjadi ketika manajer investasi tidak bisa memenuhi kewajiban yang tertulis di kontrak. 

Lalu resiko kedua pendapatan yang turun karena harga aset portofolio turun. Untuk resiko satu ini penyebabnya bisa macam-macam. Bisa karena penurunan kinerja perusahaan, kenaikan inflasi dan suku bunga, stabilitas politik yang belum kondusif, serta bencana alam. 

Resiko yang terakhir adalah likuiditas. Ini terjadi bila aset portofolio Reksa Dana sulit dijual oleh manajer investasi. Kalau itu yang terjadi, maka hasil penjualan aset portofolio yang dilepas pemiliknya tidak bisa dibayarkan oleh manajer investasi. 

Sebelum membeli produk Reksa Dana apapun, itupun kalau kamu adalah pemula, pastikan untuk selalu memilih produk yang resikonya paling minim. 

Pilih Jangka Waktu Investasi 

Dalam berinvestasi ada baiknya menyesuaikan dengan kemampuan finansial. Artinya kamu nggak perlu memaksakan diri berinvestasi dalam jumlah besar.

Untungnya sekarang investasi Reksa Dana bisa dimulai dari nominal Rp 100,000. Angka yang jelas tidak memberatkan dan cocok untuk para pemula.

Lalu setelah menentukan nominal modal dan tahu resikonya, pilih jangka waktu sesuai dengan profil risiko. Tinggal pilih apakah kamu ingin berinvestasi kurang dari satu tahun, atau lebih dari lima tahun. 

Reksa Dana Pasar Uang, misalnya, merupakan jenis instrumen dengan jangka waktu investasi kurang dari satu tahun. 

Lalu untuk jangka menengah, alias satu sampai tiga tahun, ada Reksa Dana Campuran dan Pendapatan Tetap. 

Dan terakhir untuk jangka panjang, alias lima tahun atau lebih, ada Reksa Dana Pasar Saham.

Temukan Manajer Investasi yang Berpengalaman

Berinvestasi dalam bentuk Reksa Dana berarti kamu mesti bekerjasama dengan manajer investasi. Mereka biasanya dinaungi dalam satu lembaga yang tugasnya mengarahkan modal yang kamu setorkan. 

Nah, perputaran modal akan sepenuhnya dikelola oleh manajer investasi. Kamu tinggal memantau perkembangannya. 

Satu tip penting: pilih manajer investasi yang sudah memiliki track record jelas dan terpercaya. Minimal terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. (Daftarnya bisa dilihat di sini

Kalau bekerja bersama manajer investasi dirasa merepotkan, kamu bisa memilih menempatkan modal investasi lewat aplikasi daring.

Pilihannya ada banyak, antara lain Bibit dan Bareksa. Kedua aplikasi tersebut membantu kamu memantau pergerakan return investasi kapan pun.

Tak Perlu Berpikir Lama 

Kalau memang niatnya membangun masa depan keuangan yang lebih baik, kamu sebaiknya tidak usah menunda niat berinvestasi. Dengan catatan kamu sudah paham segala resikonya, dan mau memulai sesuatu dari yang sederhana. 

Baca Juga:  Berapa Biaya Kuliah di UI untuk Jenjang S1 Reguler?

Sebagai anak milenial kamu tentu paham bahwa rencana saja tidak cukup tanpa adanya aksi.

Oleh sebab itu ketika sudah cukup mempelajari resiko, paham tujuan, dan bisa menemukan metode yang pas untuk menanam modal, kamu bisa mulai berinvestasi dengan besaran modal yang disesuaikan dengan kemampuan. 

Sembari menanam modal lewat produk Reksa Dana, kamu bisa belajar lebih banyak lagi tentang tentang cara main investasi pasar modal.

Jadi esok hari ketika nominal return lebih besar, kamu sudah siap melangkah ke produk investasi dengan resiko dan keuntungan yang lebih tinggi.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: panduan investasi

KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru