Kami mungkin menerima komisi untuk setiap pembelian yang dilakukan lewat tautan afiliasi yang termuat di beberapa jenis konten yang diterbitkan pada topik/kategori tertentu. Pelajari selengkapnya.

Topik: Panduan

Panduan Penting Seputar Perjanjian Gadai Rumah

Meskipun terdesak, sebaiknya kamu tetap mempersiapkannya dengan matang karena tidak sedikit kasus penggadai yang mengalami kegagalan.


Perjanjian gadai rumah

Perjanjian sebelum gadai rumah (Foto : Proxima Studio/Canva Pro)

Diterbitkan:

the Monkey Times – Banyak jalan menuju roma, banyak pula cara memperoleh pinjaman dana. Menggadaikan harta benda salah satunya, opsi ini bisa jadi solusi terbaik bagi kamu yang terdesak butuh dana besar untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Iklan

Ada beberapa barang berharga yang dapat digunakan, mulai dari kendaraan bermotor, barang elektronik, perhiasan, maupun gadai rumah yang nilai asetnya sudah pasti besar.

Tapi kenapa ya pilihan menggadaikan rumah untuk dapat pinjaman masih menuai pro dan kontra di masyarakat kita?

Iklan

Sebenarnya gadai sertifikat rumah sah-sah saja kok, tetapi kamu harus memastikan bahwa jalur yang ditempuh tidak berisiko. Seperti rentenir, tentu kamu yang akan dirugikan nantinya.

Supaya tidak menyesal, berikut kami punya panduan penting yang harus diperhatikan sebelum membuat perjanjian gadai rumah.

Iklan

Pengertian Gadai Sertifikat Rumah

Pinjaman dana dari gadai sertifikat rumah bisa sampai 70%-80% dari nilai jual rumah. Memang nominalnya lebih besar dari barang berharga lainnya.

Meskipun terdesak, sebaiknya kamu tetap mempersiapkannya dengan matang karena tidak sedikit kasus penggadai yang mengalami kegagalan.

Sebelum menggadaikan rumah, kamu harus memperhatikan beberapa hal penting seperti kelengkapan dokumen persyaratan serta lokasi rumah.

Selain itu, juga ada faktor penting dari pemilihan lembaga penerima gadai seperti bank dan sebagainya.

Yang perlu dipastikan adalah izin dan legalitas dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), apakah sudah dimiliki atau belum supaya pinjaman kamu aman.  

Sebelum Membuat Perjanjian Gadai Rumah, Perhatikan 5 Hal Ini

Semakin hari, semakin banyak lembaga pembiayaan non bank saling berpacu untuk mendapatkan nasabah.

Salah satu produk yang ditawarkan adalah pinjaman dengan gadai sertifikat rumah. Jika tertarik, kamu harus memilih lembaga pembiayaan profesional yang terdaftar dan diawasi oleh (APPI) Asosiasi perusahaan Pembiayaan Indonesia) dan OJK.

Tentunya tidak ada yang ingin tersandung masalah ketika menggadaikan sertifikat rumah. Untuk menghindari kesalahan yang mungkin terjadi, kamu dapat melakukan hal berikut:

  1. Pertimbangkan Motif

Niat menggadaikan rumah tentu datang dari motif yang mendesak. Kamu dapat mempertimbangkannya kembali, apakah cara ini memang solusi terbaik. Jika pendapatan per bulan tidak menentu, lebih baik memilih cara lain yang lebih minim resiko.

  1. Cermati Syarat yang Diminta

Setelah memutuskan untuk gadai rumah di bank maupun lembaga keuangan lainnya, jelas kamu harus melengkapi syarat dokumen yang diminta.

Pastikan kamu telah memenuhi semua persyaratan dan mencermatinya dengan baik. Beberapa penyedia sudah memberikan kemudahan bagi nasabah yang mengajukan pinjaman dengan sertifikat rumah.

Hanya butuh waktu beberapa hari sampai pengajuan kamu selesai diproses.  Berikut ini persyaratan pengajuan sertifikat rumah pada umumnya.

Dokumen:

  • Fotokopi KK
  • Fotokopi KTP
  • Slip gaji 3 bulan terakhir
  • Sertifikat rumah
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi surat nikah
  • Surat keterangan pekerja
  • Fotokopi IMB, HGB, dan SHM.
  • Fotokopi rekening tabungan 3 bulan terakhir.
  • Fotokopi PBB terakhir

Sedangkan penggadai harus:

  • WNI yang memiliki pekerjaan tetap sebagai karyawan, profesional, ataupun pengusaha.
  • Minimal berusia 21 tahun dan maksimal 65 tahun
  • Mempunyai penghasilan per bulan lebih dari Rp. 4 juta.
  1. Lokasi Rumah Strategis

Sebelum pinjaman disetujui, pihak pemberi kredit akan melakukan penilaian dulu terhadap rumah yang digadaikan.

Salah satu faktor penting yang akan mempengaruhi hasil penilaian adalah lokasinya. Jika letak rumah ada di lokasi yang mumpuni dan strategis, maka kemungkinan besar pengajuan pinjaman kamu diterima.

Tapi jika lokasinya ada di dekat pemakaman, gang sempit, dekat dengan saluran udara tegangan ekstra tinggi, atau lokasi yang rawan banjir maka kemungkinan gadai sertifikat rumah ditolak oleh pemberi kredit.  

  1. Berkomitmen Melunasi Angsuran

Setelah meminjam, tentu harus dikembalikan. Terlebih jika dana yang didapat itu hasil dari gadai rumah.

Makanya kamu harus berkomitmen melunasi angsuran, jangan sampai pihak kreditur menyitanya.

Kamu harus menghitung biaya cicilan yang harus dibayar setiap bulan, mulai dari bunga, biaya layanan, hingga biaya appraisal.

  1. Mengajukan Pinjaman Sesuai Kebutuhan

Uang dari lembaga pembiayaan jangan dipakai buat beli hal-hal sepele seperti tas, baju, dan barang yang bersifat konsumtif.

Mendapatkan pinjaman dana bukanlah perkara sepele, makanya harus diajukan sesuai kebutuhan.

Kamu tentu sudah tahu, rumah merupakan kebutuhan primer yang menjadi aset paling besar dari barang lain.

Mendapatkan rumah juga tidak mudah, apalagi yang tinggal di kota-kota besar pasti tahu betapa mahalnya harga untuk mendapatkan tempat tinggal tersebut.

Jadi, pastikan Anda mengajukan pinjaman dana tidak lebih dan tidak kurang dari kebutuhan yang harus dipenuhi.

  1. Ketahui Suku Bunga yang Berlaku

Penting untuk memperhatikan suku bunga yang dikenakan apabila kamu memilih produk gadai bank konvensional.

Mengetahui besaran cicilan juga akan mempermudah kamu mempersiapkan angsuran per bulannya.

Bagaimana, kamu sudah mantap mengajukan pinjaman dengan gadai rumah belum? Ingatlah untuk memperhatikan 6 hal di atas, tidak ada salahnya berpikir ulang. Semoga kedepannya kamu tidak menjumpai masalah yang merugikan.

1637809467 LMqn9WyiH4rRRXbPuXboe1tYL1EqK5ei
Temukan artikel menarik lainnya di topik: keuangan sehari-hari, panduan meminjam uang