Penulis: tmtimes news

Pandemi Memicu Kenaikan Permintaan Laptop

Di saat bersamaan, kenaikan jumlah pengguna perangkat digital memicu kenaikan jumlah pengguna internet.

the Monkey Times – Sektor teknologi, terutama yang berkaitan dengan industri laptop dan perangkat pendukungnya, mengalami kenaikan permintaan selama pandemi coronavirus, demikian seperti yang dilaporkan Reuters, Rabu kemarin (23/12/2020), seperti dikutip the Monkey Times, Jumat (25/12/2020).

Lebih jauh lagi, kenaikan permintaan bukan cuma terjadi di sektor industri laptop, tapi juga industri penopang yang berdiri di sekitarnya, termasuk retailer elektronik dan pembuat chipset. Di Korea Selatan, misalnya, Samsung melaporkan kenaikan ekspor semiconductor sebesar 20 persen.

Menurut prediksi Canalys, jumlah PC dan tablet akan mencapai 1,77 triliun perangkat. Jumlahnya naik dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 1,64 triliun perangkat.

Kenaikan permintaan PC (desktop dan laptop) dipicu oleh budaya kerja baru yang meminimalisir pergerakan manusia dan “mewajibkan” kita untuk tetap di rumah dan bekerja dari jarak jauh. Walau begitu, kenaikan permintaan perangkat laptop dan sarana pendukungnya berkolerasi langsung dengan peningkatan lalu lintas internet.

“Bersamaan dengan semakin banyaknya orang yang bekerja dan belajar dari rumah selama pandemi, permintaan layanan internet mengalami kenaikan … yang artinya pusat data membutuhkan pipa lebih besar untuk menangani lalu lintas (internet), kata Park Sung-soon, analis di Cape Investment & Securities seperti dikutip the Monkey Times dari Reuters.

Pendapat Park Sung-soon tersebut seakan mengamini kondisi internet di Indonesia, yang juga mengalami kenaikan jumlah pengguna selama pandemi coronavirus yang sudah berlangsung sejak Maret 2020, terhitung sejak kasus positif pertama di Indonesia terdeteksi.

Laman Kompas Money pada 9 November 2020 sempat melaporkan kenaikan jumlah pengguna internet di Indonesia, yang mengalami kenaikan menjadi 196,7 juta jiwa di kuartal kedua 2020. Padahal tahun lalu di kuartal yang sama pengguna internet hanya sebesar 171,2 juta jiwa.

Kenaikan jumlah pengguna internet di Indonesia itu didominasi pengguna tinggal di kompleks pemukiman dan perumahan. April silam, Menkominfo Johnny G. Plate membeberkan pergeseran penggunaan internet di kawasan perkotaan selama pandemi coronavirus.

“Dalam masa pandemi Covid-19 ada perubahan atau pergeseran konfigurasi pemanfaatan atau penggunaan internet. Sebelumnya konfigurasi pemanfaatan internet itu berada di kantor. kampus, sekolah dan tempat publik.

Namun, saat ini konfigurasi penggunaan internet bergeser ke perumahan, tempat tinggal, dan  pemukiman,” kata Menteri Johnny saat memberikan keynote opening remarks dalam Global Online Startup Weekend COVID-19 Indonesia dari Jakarta melalui konferensi video, Jumat (24/04/2020). 

(Sumber: Reuters/Kompas/Kominfo)

Artikel Terkait:

Komisi Pemberantasan Korupsi

KPK Ingatkan Pentingnya Transparansi Komoditas Guna Mencegah Korupsi Pangan

Jalur KA Sulawesi

Dua Jalur Kereta Sulawesi Dijadwalkan Beroperasi pada Oktober 2022

layanan BI-Fast

Layanan BI-FAST akan Menurunkan Biaya Transfer jadi Rp 2.500

harga Asus Zenfone 8

Resmi Diluncurkan di Indonesia, Ini Harga Asus Zenfone 8 Beserta Review Spesifikasinya

Fitur baru Whatsapp

6 Fitur Baru WhatsApp: dari Joinable Call sampai Smart Switch

ilustrasi cara kirim pesan wa ke nomor sendiri

Kirim Pesan WA ke Nomor Sendiri tidak Terlalu Sulit, Ada Caranya kok