Media Sosial

Hi, cari artikel apa?

Surat

Surat untuk teman Seperjuangan yang Jejaknya Menghilang

Rasanya sudah puluhan hari kita tidak saling mendengar atau bahkan saling berkirim pesan singkat tersebut. Bahkan untuk menanyakan kabar saja, aku tidak tahu harus mengadu kepada siapa karena kita terlalu jauh saat ini.

persahabatan
Ilustrasi persahabatan dengan teman. (Grafis: the Monkey Times)

the Monkey Times – Jika suatu hari dipertemukan kembali, aku harap masih ada kesempatan untuk bisa memberikan sepucuk surat ini padamu secara langsung. 

Aku masih sering mengenang dimana kita selalu jalan bersama mengarungi masa muda yang begitu bergejolak di dada. Dimana ada aku disitu, maka di sampingku pasti ada dirimu yang menemaninya.

Menurut teman teman, kita bak satu paket tak terpisahkan dan sudah begitu adanya sejak pertama kali bertemu. Aku geli mendengar ucapan tersebut menggema di telingaku. 

Hal yang paling terngiang di pikiranku adalah pengorbananmu untuk pulang larut hanya demi memastikan jika aku sampai dengan selamat. Ingatkah saat itu hujan lebat di lapangan belakang sekolah, tapi aku harus memenuhi tugas sebagai panitia event basket?

Meski wujudmu tidak terlalu tampak, namun aku bisa merasakan kehadiran orang yang selama ini aku kenal. 

Saat itu sudah menunjukkan waktu hampir tengah malam, namun aku masih bergelut dengan banyaknya tugas yang menumpuk di depan mata. Waktu itu jiwa anak kecil ini hanya memikirkan bagaimana caranya tugas ini selesai, dan lupa bahwa keselamatan dirinya juga perlu diperhatikan.

Tentu saja anak gadis pulang larut di tengah event basket bergengsi bukanlah pilihan bagus. Dengan jiwa pemberani khas lelaki remaja, kamu berusaha melindungi teman gadismu yang sudah seperti adik sendiri ini melewati malam tanpa ketakutan.

Pada awalnya aku tidak memahami mengapa dirimu begitu peduli dengan masalah tersebut, hingga pada suatu ketika aku menyadari bahwa jalan menuju rumahku seakan dibungkus dengan kegelapan.

Beberapa ruas jalan tampak dijadikan sebagai tempat nongkrong anak punk, sedangkan ruas jalan lainnya hanya menyisakan hening dibalut langit malam tanpa penerangan.

Kedua jalur tersebut tentu saja menakutkan untuk gadis mungil sepertiku, tapi aku lebih takut lagi jika tidak pulang ke rumah. Aku tahu keluarga tercinta sedang menunggu hingga tertidur pulas di luar kamar. 

Kejadian itu bukanlah sekali saja terjadi, jadi aku sangat hafal apa yang mereka lakukan meski tampak acuh tak acuh kepada anaknya.

Sepertinya kamu adalah orang pertama yang menyadari dan akrab dengan keluargaku, sehingga jiwa seorang kakak tersebut sudah tumbuh sejak saat itu. Inilah momen membahagiakanku saat itu. 

Tanpa menawarkan dulu, tanpa permisi sosok remaja belum matang itu hanya menghampiriku tanpa sekata apapun. Di otakku penuh tanda tanya melihat gerak geriknya yang menurutku sedikit aneh?

Melihatnya tidak menyampaikan apapun, aku hanya melenggang melewatinya dan jalan perlahan menuju arah rumahku. 

Betapa terkejutnya ketika kaki jenjangnya itu berhasil mendahuluiku hingga kini sosok tersebut sudah berada di sampingku. Masih belum berucap apapun, aku masih berfikir bahwa kamu hanya membutuhkan teman untuk sampai di gerbang depan sekolah.

Hingga berjalannya waktu, tiba tiba saja kita sudah menyusuri jalanan dan hampir sampai di rumahku. 

Bisa dibayangkan betapa heningnya perjalanan kita waktu itu ? Yang terdengar di telingaku hanya deruan air mengalir di sungai sebelah sekolah akibat hujan deras tadi.

Hingga beberapa menit kemudian, satu kalimat akhirnya terucapkan. “hei, jangan lewat di situ. Nanti sepatumu jadi basah. Ikuti langkahku saja”. 

Kalimat itu singkat, padat, dan mudah dipahami karena jalan menuju rumahku ternyata terbenam air hujan hingga mencapai lebih dari mata kaki remaja mungil sepertiku.

Bukannya menyahut atau berterima kasih, kali ini aku yang diam seribu bahasa meski tubuhku secara otomatis mematuhi perkataannya tanpa ada tanda penolakan. 

Diammu saat itu sangat kelam seperti langit malam tanpa bintangnya. Ternyata dugaanku benar, ternyata diammu adalah bentuk amarahmu karena masalah sepele.

Aku lupa memberitahu bahwa hari ini diriku akan pulang larut kembali, karena menjadi salah satu panitia event basket ternama di kotaku. 

Meski waktu itu kita remaja, tapi pikirmu jauh lebih dewasa dibandingkan seumurannya. Mungkin inilah mengapa, setiap orang yang berada di sekitarmu merasa nyaman bak berbicara kepada orang lebih tua.

Aku pun begitu, merasa semua ucapannya adalah bobot pikirannya yang begitu berat untuk ukuran anak seusianya.

Namun seiring berjalannya waktu, kita terpisahkan oleh jarak dan padatnya jadwal yang harus dilakukan. Terakhir kali memberikan kabar, kita hanya berencana akan mengunjungi kedai favoritmu untuk membicarakan banyak hal meski rencana tersebut hingga kini masih tertidur di dalam mimpi. Apakah sesulit itu bertemu dengan teman yang menemani masa remaja?

Sepertinya ungkapan bahwa semakin bertambahnya usia, maka kita akan semakin sedikit memiliki teman. Teman teman seperjuangan dulu juga sedang memperbaiki diri dan berusaha meraih mimpinya sendiri.

Aku tahu pertemanan ini masih berjalan, hanya saja kita tidak dapat bertemu leluasa seperti dulu. Semoga dirimu dan keluarga sehat selalu.

Untuk temanku yang mengisi masa remajaku, dari teman masa kecilmu.

iklan
iklan

Artikel Menarik Lainnya

Surat

Kutulis surat ini sebagai pernyataan bahwa aku telah melepasmu. Kuharap aku bisa melaluinya. Selamanya.

Surat

"Hai, cantik." Rasanya sudah lama sekali aku tidak mengucapkan kalimat itu kepadamu.

Surat

Surat ini aku berikan untuk kado ulang tahun ibu, besok di usianya yang genap 65 tahun dan tidak lagi muda. Selamat ulang tahun, ibuk.

Surat

Hai teman, apa kabarmu?

Surat

Masih kuingat dengan jelas bagaimana cara Tuhan mempertemukan kita.

Surat

Menikah adalah sesuatu hal yang mungkin tak terpikirkan olehku.

Surat

Hai adikku yang menginjak masa labil! Bagaimana kabarmu saat ini? Kakak harap kamu akan baik-baik saja. Sudah lama kakak tidak menanyakan keadaanmu.

Surat

Akhir akhir ini aku sering membayangkan punggung seorang wanita yang kini kian menua. Ia adalah sosok yang sangat berarti bagi kehidupanku selama ini.