Connect with us

Hi, what are you looking for?

Surat

Lika-Liku dan Haru Kehidupan yang Begitu Menyenangkan

Hidup yang penuh lika-liku, lagi haru. Namun semuanya terasa menyenangkan, walau sulit di awal. Yang penting terus maju.

kehidupan
Ilustrasi jalan hidup. (Foto: Getty Images lewat Canva)

Suara alarm berdering kencang “kring kring” yang artinya waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi dan akupun mulai beranjak dari tempat tidur untuk sholat subuh.

Besok aku akan pergi ke luar kota bersama dengan temanku untuk mengikuti tes masuk ke salah satu perguruan tinggi swasta di kota Yogyakarta. Sebenarnya aku sendiri tidak yakin, apa aku bisa kuliah? Apa aku bisa hidup di kota besar sendirian?

Tanpa berpikir panjang, malam harinya aku langsung menghubungi temanku untuk menemaniku tes di Yogyakarta dan dia bersedia untuk menemaniku. Aku mulai mengemasi barang yang akan kubawa pergi besok.

Sambil mengemasi barang, aku berbincang tipis dengan ibu “Bu, apa aku bisa kuliah seperti teman-temanku ?” ujarku pada ibu sambil melipat baju.

Lalu ibu menjawab  “Yang penting kamu sudah yakin nak, dan niatmu sungguh-sungguh pasti tuhan akan memudahkan langkahmu”.

Pagi-pagi buta aku berpamitan pada ibu, ayah dan adikku yang masih setengah sadar habis bangun tidur. Perjalanan panjang aku lewati bersama Bagus temanku yang sudah rela meluangkan waktu hanya untuk menemani sahabatnya ini.

Empat hari aku di Yogyakarta dan selama disana kita hidup dimana-mana, mulai dari tidur di pom bensin sampai tidur di masjid. Tapi semua itu kita lewati dengan hati gembira tanpa mengeluh.

Kata ibu, jika kamu selalu melihat keatas maka kamu akan sering tersandung dan jatuh jadi selalu lihat kebawah saat berjalan dan seperti apapun jalannya kamu pasti bisa melewatinya dengan selamat.

Iya, begitulah kondisi perekonomian keluargaku. Aku lahir dari kalangan keluarga yang sangat biasa dan tugasku sebagai anak adalah membuat kehidupan keluargaku menjadi luar biasa. Aku harus sukses di kemudian hari.

Waktu terus berjalan, aku diterima di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Yogyakarta. Berbeda dengan mahasiswa lainnya, hari-hari ku jalani dengan hidup sederhana agar uang yang saku dari ayah dan ibu cukup sampai akhir bulan.

Setiap senin dan kamis aku puasa, selain untuk menambah amal ibadah juga bisa sekalian untuk program hemat. Begitulah cara seorang mahasiswa agar bisa bertahan hidup di tanah rantau.

Saat pertengahan semester dua ternyata tuhan memberiku ujian yang sangat besar. Aku hampir menyerah namun tuhan menggerakkan hatiku untuk aku tidak menyerah. Tuhan memberi ujian yang sangat besar karena dia yakin kalau aku bisa melewatinya.

Hanya ada tangis dan air mata di sepanjang sholat yang aku lakukan pada saat itu. Berharap semoga tuhan memberikan jalan terbaik untukku dan bisa melewati ujian tersebut.

Berkat kehendak dan kuasa tuhan, di masa-masa padatnya tugas kuliah dan tuhan memberikan ujian yang sangat berat namun aku masih bisa melewatinya. Dari kejadian itu aku banyak belajar bagaimana cara mensyukuri sesuatu sekecil apapun yang diberikan tuhan.

Aku berasal dari keluarga kalangan menengah kebawah tapi penampilan dan tingkah lakuku tidak pernah menampakkan bahwa aku orang susah.

Bukan ingin sok kaya atau gengsi karena terlahir sebagai orang miskin, tapi biar tidak ada orang kasihan melihat kondisiku. Aku memang orang susah cuma aku tidak ingin dikasihani karena selalu mensyukuri setiap nikmat yang tuhan berikan jadi aku juga masih bisa bahagia.

Sampai teman-temanku tidak percaya kalau aku sesusah itu, karena yang mereka lihat selama ini aku tidak pernah sedih dan selalu membuat orang lain tertawa.

Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa ternyata aku sudah menjadi mahasiswa semester akhir. Beban dan tanggung jawabku semakin besar karena aku adalah anak pertama yang artinya aku harus segera dan secepatnya mengganti peran ayah sebagai tulang punggung keluarga. Rasanya aku belum siap untuk menjadi sarjana karena kata orang cari kerja itu susah kalau tidak punya orang dalam.

Aku pun memutuskan untuk memperlambat skripsiku dengan niatan aku masih sambil mau cari pengalaman dengan mengikuti program magang yang diadakan oleh kampus.

Sambil menunggu pengumuman magang, aku juga mencari pekerjaan sampingan yaitu bekerja paruh waktu untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hariku karna saat itu juga ayahku sedang sakit dan tidak bisa bekerja.

Hari-hari aku lewati dengan hati bahagia meskipun sebenarnya aku ingin mengeluh pada kedua orang tuaku karena sangat lelah, tapi aku tidak berani.

Pada akhir tahun 2017 akhirnya studiku selesai dan aku termasuk dalam salah satu wisudawan terbaik di jurusanku. Akhirnya semua perjuangan yang aku lakukan tidak sia-sia karena tuhan membalasnya dengan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa.

Penghargaan tersebut aku persembahkan untuk kedua orang tuaku dan saudaraku yang selalu mendukungku untuk bisa menempuh pendidikan setinggi ini.

Aku memang bukan berasal dari keluarga kaya namun tuhan adil, dia membalas semua jerih payahku dengan sebuah pencapaian yang sangat luar biasa.

Ternyata bahagia tak hanya sekedar tentang materi, tertawa bersama keluarga itu sudah merupakan kebahagiaan yang sangat luar biasa.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi Artikel

Otomotif

Volvo memperkenalkan sedan S60 generasi ketiga, yang menantang keberadaan BMW Seri 3 dan Mercedes Benz S-Class.

Sepakbola Inggris

Liverpool mengalami kesialan kala bertandang ke markas Brighton, yang berhasil menahan imbang anak asuhan Jurgen Klopp dengan skor 1-1.

Surat

Surat ini kutujukan untuk pujaan hati. Aku memujamu setiap saat. Sampai-sampai semuanya terasa begitu indah.

Surat

Surat ini kutujukan untuk sosok istimewa. Ayah yang kuingat sebagai seorang sosok pekerja keras yang rela berkorban untuk keluarga.