Penulis: tmtimes data

Negara Terkorup di Dunia Menurut Transparency International

Transparency International sempat menerbitkan laporan analisis negara-negara terkorup di dunia. Indonesia berada di mana?

the Monkey Times – Siapa pun rasanya akan setuju dengan satu hal: korupsi adalah perbuatan bejat, haram dilakukan, dan dampaknya sistemik. Walau begitu, kita masih bisa bertanya satu hal lain terkait korupsi: dimana negara terkorup di dunia?

Kalau berdasar analisis dan riset Corruption Perceptions Index (Indeks Persepsi Korupsi) yang dilakukan Transparency International pada 2019 silam, jawabannya adalah: Somalia.

Negara itu mendapat skor indeks 9 dari skala 100, yang digunakan Transparency International untuk menilai tingkat korupsi sebuah negara.

Dengan demikian Somalia menempati urutan buncit dari 180 negara yang didata oleh transparency International. Selain Somalia ada beberapa negara lain yang juga mendapat skor rendah.

Mereka adalah Sudan Selatan (skor 12/100), Suriah (13/100), Yaman (15/100) dan Venezuela (16/100).

Transparency International melaksanakan metode indeks persepsi korupsi yang mereka lakukan dengan cara sederhana: 180 negara diranking berdasarkan persepsi pelaku bisnis dan ahli. Skor kemudian ditarik ke skala 0 sampai 100.

0 berarti negara tersebut sangat tinggi tingkat korupsinya. Sedangkan 100 berarti negara tersebut benar-benar bersih dari korupsi.

Hasil riset yang dilakukan Transparency International 2019 silam sekaligus menunjukan lebih dari dua pertiga dari 180 negara mendapat skor indeks persepsi korupsi di bawah 50, dengan rata-rata skor menujuk angka 43.

Artinya data indeks persepsi korupsi yang dipublikasikan oleh Transparency International relatif sama seperti data 2018, meski mereka juga menyebut ada ‘beberapa’ kemajuan. Walau begitu Transparency International berpendapat sebagian besar negara masih gagal untuk menangani masalah korupsi di sektor publik.

Selain negara terkorup di dunia, Transparency International juga menyebut negara terbersih dari korupsi. Selandia Baru dan Denmark berada di puncak daftar dengan skor 87. Disusul oleh Finlandia (86), Singapura (85), Swedia (85) dan Swiss (85).

Beberapa negara-maju yang tergabung dalam koalisi G7 mencetak skor indeks persepsi korupsi yang lebih rendah ketimbang tahun lalu. Sebut misalnya Kanada yang tahun ini mendapat skor 77 (minus 4 ketimbang 2018). Lalu Prancis dengan skor 69 (minus 3), Inggris Raya dengan skor 77 (minus 3) dan Amerika Serikat dengan skor 69 (minus 2).

Jepang dan Jerman meraih skor indeks persepsi korupsi yang sama dengan tahun lalu (73). Sedangkan Italia mendapat skor 53 (naik 1 ketimbang 2018).

Yang menarik kemudian adalah analisis Transparency International yang juga menyebut negara-negara yang memiliki sistem pendanaan (baca: donasi) partai politik dianggap kurang mampu memerangi korupsi, sebab andaikan negara tersebut menyelenggarakan pemilu, maka ajang itu sangat rentan terhadap pengaruh ‘yang tidak semestinya’.

Artinya, sistem pendanaan pemilu yang berasal dari partai politik, menurut Transparency International, dianggap sebagai sesuatu yang rentan dan membuka peluang terjadinya korupsi dalam skala yang lebih luas.

Lantas dimana Indonesia? Indonesia ada di urutan 85 dengan skor 40 dari 100. Itu berarti skor Indonesia berada di bawah rata-rata indeks Transparency International. Kabar baiknya, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia naik sebanyak 4 poin ketimbang skor indeks 2018.

Artikel Terkait:

Komisi Pemberantasan Korupsi

KPK Ingatkan Pentingnya Transparansi Komoditas Guna Mencegah Korupsi Pangan

ilustrasi dividen

Bank Syariah Indonesia Bagikan Dividen Sejumlah Rp 757 Miliar

Jalur KA Sulawesi

Dua Jalur Kereta Sulawesi Dijadwalkan Beroperasi pada Oktober 2022

layanan BI-Fast

Layanan BI-FAST akan Menurunkan Biaya Transfer jadi Rp 2.500

Daftar IUMK Online

Pelaku UMKM Harus Tahu, Begini Cara Daftar IUMK Online

kok bulu tangkis

Kalahkan Malaysia, Jepang bertemu China di Final Piala Sudirman