Penulis: Dina Meidiana

Mengatasi Rasa Duka Karena Kehilangan Binatang Kesayangan

Aku sampai menangis berhari-hari karena memang si guguk kesayangan sudah seperti keluarga sendiri. 

the Monkey Times – Bagi pencinta hewan, kehilangan binatang kesayangan bukanlah perkara mudah. Bahkan rasa duka bisa sama ketika kehilangan orang terdekat.

Jadi, kalau ada teman atau keluarga sedang berduka karena ditinggal oleh hewan kesayangan, lebih baik kalian menghiburnya dan jangan sampai mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. 

Aku sendiri sedang merasakan rasa duka yang sangat mendalam, karena anjing kesayangan yang aku rawat semenjak lahir hingga umur 8 tahun akhirnya harus pergi.

Rasa kehilangan yang aku alami benar-benar dalam. Aku sampai menangis berhari-hari karena memang si guguk kesayangan sudah seperti keluarga sendiri. 

Tips Mengatasi Rasa Kehilangan Binatang Kesayangan 

Tentu aku sadar bahwa tidak bisa berlarut-larut memendam kesedihan. Sehingga aku mencari-cari cara bagaimana agar bisa bangkit dengan cepat walau masih terus teringat si guguk.

Bagi kamu yang mungkin juga merasakan hal yang sama, aku mau bagikan beberapa hal yang aku lakukan agar tidak terlalu larut dalam kesedihan ini. Berikut tipsnya: 

Jangan ragu untuk menangis 

Sebenarnya sempat aku menyembunyikan perasaan duka akan kehilangan anjing kesayangan, karena tidak semua orang mengerti. Bahkan beberapa orang juga menganggap remeh apa yang sedang aku alami.

Maka daripada itu aku sempat menahan diri. Tapi, kenyataannya hal ini malah makin memperburuk suasana hati. 

Aku jadi tidak fokus untuk bekerja dan akhirnya malah merugikan orang lain. Aku pun jujur dengan mengatakan bahwa anjingku baru saja pergi. Ku katakan juga walau hanya hewan, tapi dia adalah sumber kebahagiaanku.

Disinilah aku menangis dan orang sekitarku pun mengerti. Mereka memberikan aku waktu. Setelah menangis pun aku menjadi merasa sangat lega. 

Walau butuh setidaknya beberapa hari karena masih terus teringat. Tapi, menangis sangat membantuku untuk lebih bebas dari perasaan sedih dan bersalah. Sekarang pun masih teringat, tapi setidaknya aku sudah bisa mengontrol emosi dan fokus lagi bekerja serta tidak merugikan orang sekitar. 

Membuat album kenangan 

Aku juga membuat satu album kenangan yang berisi foto dan momen ketika aku bersama anjingku. Dari ia lahir sampai akhirnya tutup usia.

Semua aku kumpulkan dan kujadikan satu album kenangan. Hal ini sendiri membantuku untuk mengurangi rasa sedih yang menggerogoti hatiku. 

Dari semua foto yang aku kumpulkan, aku bisa melihat bahwa anjingku tidak pernah terlihat sedih. Jadi aku pun merasa sudah cukup memberikan kehidupan yang layak untuk guguk kesayangan.

Aku jadi mengerti bahwa memang tugasnya sudah selesai untuk bersamaku. Dari album kenangan ini aku menjadi lebih menerima kepergiannya. 

Mengikuti kegiatan sosial

Tidak hanya itu saja, aku juga berusaha untuk mengikuti kegiatan sosial yang berhubungan erat dengan hewan.

Menjadi relawan untuk Dogs Are Not Food serta membantu shelter hewan untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka. Hal ini sendiri membuat perasaanku menjadi lebih baik, karena aku bisa menolong hewan lain. 

Aku jadi bisa terbuka kepada anggota komunitas, dimana memang aku tidak sendirian. Mereka juga pernah mengalami hal yang sama. Mereka pun mengerti apa yang aku rasakan dan membantuku untuk bisa lepas dari rasa sedih.

Bahkan mereka menyarankan untuk tidak usah buru-buru menyembuhkan diri. Berikan waktu dan nantinya rasa sedih itu akan luruh dengan sendirinya. 

Tidak memelihara hewan lagi sementara waktu 

Saat aku ditinggal guguk kesayangan, ada keinginan yang untuk memelihara lagi anjing yang sekiranya bisa menjadi teman baru.

Tapi, hal ini aku urungkan. Karena teman-teman mengatakan, tidak baik memelihara anjing lain hanya menjadi pengganti. Bagi mereka, aku tidak bijaksana. 

Teman-teman dari komunitas hewan selalu mengatakan bahwa hewan mempunyai hak untuk disayangi sepenuhnya bukan sebagai pengganti.

Apalagi jika akhirnya aku malah membandingkan keduanya. Meski anjing tidak mengerti apa yang kita katakan, tapi mereka adalah hewan yang penuh dengan perasaan. 

Jadi, aku memutuskan untuk menunggu hingga rasa sedih ini hilang dan siap untuk memberikan ruang lagi bagi hewan lain.

Jadi, kalian pun lebih baik begitu. Tunggulah hingga rasa sedih ini benar-benar hilang dan kamu bisa menerima hewan lain di rumah tanpa diberikan label pengganti.

Kamu memelihara karena memang sudah siap untuk menjadikan mereka sahabat selamanya. 

Dari semua tips yang aku bagikan, mungkin tidak mudah untuk dijalani. Tapi, memang kita harus mulai menerima bahwa kehidupan akan selalu ada akhirnya.

Karena memang beberapa jenis hewan peliharaan hanya memiliki umur pendek, jadi kita harus menerima apapun yang terjadi. 

Walau sedih dan merasa bersalah karena tidak bisa membuat hewan kesayangan hidup lebih lama, namun tetap harus kamu relakan.

Merasakan duka mendalam merupakan hal wajar, meski tidak semua orang mengerti, setidaknya kamu harus tetap kuat dan jangan goyah. Masih banyak hal indah yang akan menantimu. Terus semangat, ya. 

Photo of author
Penulis konten yang tinggal di Jogja. Menggemari segala hal berbau Korea. Tetap santai dikala ada kesempatan.

Berita Terkini:

teknologi pengenlan wajah
Samsung Disebut-sebut Sedang Bekerja Meningkatkan Akurasi Teknologi Pengenalan Wajah
Promo Shopee Cashback
Shopee Berikan Cashback Rp 75,000 untuk Pengguna Baru
Bagi bagi ikan nelayan
Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Bagikan Ikan Gratis Sebanyak Satu Ton
BMW iX5 Hydrogen
BMW Mulai Memproduksi Fuel Cell Untuk Model iX5 Hidrogen

Artikel Terkait:

ilustrasi binatang kesayangan
Mengatasi Rasa Duka Karena Kehilangan Binatang Kesayangan

Favicon tmtimes new

the Monkey Times

Kontribusi
Kirim Surat

The Monkey Times adalah media digital yang dikelola Rotasi Media Bahagia

Bagikan artikel ini