Media Sosial

Hi, cari artikel apa?

Film

Review Ocean Twelve (2004): the Twelve Menebus Dosa dengan Cerdik

Ocean Twelve merupakan sekuel Ocean Eleven. Kali ini Danny, dkk harus menghadapi ancaman dari musuh baru dan lama sekaligus.

review ocean twelve
Foto: Netflix
Ocean Twelve
7.6 Nilai dari kami
Kelebihan
Suasana penipuannya terasa lebih kacau, namun tetap diselipi komedi ringan nan jenius, yang sayangnya cuma bisa dipahami kalangan tertentu.
Kekurangan
Kalau ada kekurangannya mau deh ditulis disini.
Ringkasan Ulasan
Ocean Twelve merupakan sekuel Ocean Eleven. Kali ini Danny Ocean, dkk harus berhadapan dengan musuh lama, sekaligus musuh baru di dunia tipu menipu.
Naskah
Penokohan
Sinematografi
Jalan Cerita

the Monkey Times – Terus terang saja. Kami suka dengan trilogi Ocean yang kami tonton di Netflix. Cerita mengenai dunia penipuan minus kekerasan, dan dengan segenap glamoritasnya, membuat kami menempatkan trilogi tersebut di daftar teratas rekomendasi tontonan akhir pekan.

Sinopsis Ocean Twelve

Tiga tahun setelah merampok kasino miliki Terry Benedict (Andy Garcia), Danny Ocean (George Clooney) dan kawan-kawan hidup di tengah masyarakat sebagai orang biasa, dengan profesi dan masalahnya masing-masing.

Sialnya Terry berhasil menemukan sebelas kru yang tiga tahun lalu merampok mereka. Dan kini dia meminta seluruh uang hasil rampokan dikembalikan: $160 juta ditambah dengan bunga $38. Danny, dkk dituntut mengembalikannya dalam waktu dua minggu.

Serangkaian usaha mati-matian guna mengembalikan “utang” ke Terry akhirnya membuat Danny, dkk menyadari keberadaan orang ketiga, pencuri lain, yang membocorkan identitas mereka kepada Terry.

Di tengah himpitan dua musuh, berhasilkah Danny dan kawan-kawan mengembalikan uang yang mereka curi dari Terry?

Review Ocean Twelve (2004)

‘Dosa’ agaknya tepat dipakai sebagai istilah yang menggambarkan hubungan antara Terry dengan Danny dan kawan-kawannya. Sutradara Steven Soderbergh menaruh konsep tersebut di tengah medan persaingan dunia pencuri, di mana pihak ketiga Francois “the Night Fox” Toulour (Vincent Cassel) berada di tengah-tengah.

Dari film pertamanya kita tahu bahwa Danny ‘berdosa’ pada Terry. Di titik ini muncul “the Night Fox” yang menaruh dendam persaingan, atau lebih tepatnya ego pribadi, yang mendamba pengakuan sebagai pencuri terbaik.

Baca Juga: Review Ocean Eleven (2001): ketika Penipu Berkelompok dengan Citarasa Berkelas

Anda bisa bayangkan ketika saingan Anda disebut-sebut sebagai yang terbaik? Kalau ego Anda terlalu besar, tentu saja Anda tidak bisa menerimanya, kan? Kira-kira narasi seperti itu yang tergambar dalam Ocean Twelve.

Dan ego yang terlalu tinggi milik “the Night Fox” membuat kekacauan hidup sebelas orang, yang mungkin tadinya tidak menyangka ada yang mampu menemukan mereka di tengah kedamaian dan masalah hidup masing-masing.

Tapi tentu saja bukan cuma dendam personal, atau dosa pribadi, yang diperlihatkan Soderbergh kepada penontonnya.

Ocean Twelve pada hakikatnya adalah film tentang dunia penipuan dan pencurian yang disajikan dengan nuansa komedi, yang penuh kekacauan. Hal terakhir ini membuat 12 pencuri ‘anak buah’ Danny terlihat lebih sibuk ketimbang film pertama.

Dari sana pula kita bisa menikmati masalah demi masalah yang harus dihadapi beberapa personel pencuri. Dimulai dari Rusty (Brad Pitt) yang harus bertemu dengan mantan pacarnya, Isabel (Catherine Zeta-Jones), yang bertugas sebagai detektif Interpol spesialis kejahatan penipuan.

Pertemuan Rusty dengan Isabel di tengah usaha keras the Twelve membayar “utang” ke Terry menambah repot suasana yang sudah terlanjur runyam. Sebab Isabel yang sudah membuang jauh-jauh perasaannya ke Rusty kini bersemangat untuk memenjarakan mantannya itu.

Belum lagi ego ‘the Night Fox’ yang berambisi membuktikan diri bahwa dia lebih baik ketimbang Danny dan personelnya. Hadirnya musuh kedua bagi Danny, dkk membuat seluruh tim the Twelve kelabakan, bahkan nyaris putus asa.

Namun suasana ruwet yang tercipta dari satu adegan ke adegan lain pun tidak menyurutkan unsur komedi Ocean Twelve. Keluguan Linus (Matt Damon) dalam adegan pertemuan antara Danny, Rusty dan Matsui (Robbie Coltrane), misalnya, terasa menghibur, walaupun harus diakui guyonan seperti itu kemungkinan besar hanya terasa lucu bagi orang-orang tertentu.

Agaknya guyonan untuk ‘kalangan terbatas’ itu jadi satu unsur yang membuat sekuel Ocean Eleven ini jadi begitu menarik untuk ditonton ulang terus menerus.

Dan bagi kami, Steven Soderbergh tampak berhasil menghadirkan sebuah epos penipuan dan perampokan penuh komedi, yang kali ini memperlihatkan usaha keras tim the Twelve untuk menebus ‘dosa’ Danny, dkk kepada Terry dengan cara yang cerdik.

iklan
iklan

Artikel Menarik Lainnya

Film

Pamungkas trilogi Ocean Eleven ditutup dengan narasi yang khas, namun menyajikan pembelaan yang berbeda.

Film

Imajinasi penipuan dan perampokan disajikan dengan cara berkelas? Cuma bisa terjadi di semesta Ocean Eleven garapan Steven Soderbergh.

Film

Di hadapan pertarungan antara Alien vs Predator, manusia adalah pecundang. Sekuel Alien vs Predator (2004) ini membuktikannya dengan baik.

Film

Film Alien vs Predator yang pertama kali dirilis pada 2004 kini bisa Anda nikmati lewat Netflix. Baca dulu reviewnya sebelum nonton.

DigiDay

Jadi bagaimana? Apa kualitas kameranya cukup oke untuk disebut-sebut sebagai mid-range killer?

Film

Review film Tears of the Sun (2003) yang dibintangi Bruce Wilis. Tentang sekelompok tentara yang bertugas di Nigeria.

Film

Film ini bisa Anda tonton dengan berlangganan Netflix terlebih dulu. Bagi penggemar setia Tarantino, film ini menarik untuk dimasukkan ke daftar putar.

Film

Bagaimana the New Mutants memberi kesegaran bagi penggemar X-Men? Apakah ramuan Josh Boone berhasil?