Connect with us

Hi, what are you looking for?

iklan
alien-vs-predator
alien-vs-predator
Adegan Alien mengalahkan Predator di film AVP.

Film

Review AVP: Alien vs Predator (2004)

Film Alien vs Predator yang pertama kali dirilis pada 2004 kini bisa Anda nikmati lewat Netflix. Baca dulu reviewnya sebelum nonton.

AVP: Alien vs Predator (2004)
6 Nilai dari kami
Paul W.S AndersonSutradara
2004-08-13Tanggal Rilis
Film sains fiksi yang dirilis pada 2004.Deskripsi
Twentieth Century FoxRumah Produksi
Kelebihan
- Kita mendapatkan gambaran segar tentang ras Predator.
Kekurangan
- Bukan film yang direkomendasikan untuk anak-anak. - Penuh adegan kekerasan.
Ringkasan Ulasan
AVP: Alien vs Predator merupakan film yang memadukan imajinasi luar angkasa yang diwakili dua jenis makhluk, yang pada akhirnya saling bertarung demi tujuan masing-masing. Alien adalah pemangsa, dan Predator adalah pemburu.
Naskah
Penokohan
Sinematografi
Jalan Cerita

the Monkey Times – Kita mengenal ‘Alien’ sebagai representasi franchise makhluk luar angkasa pemangsa yang divisualisasikan lewat empat film yang merentang sejak 1979 hingga 1997.

Sementara itu bermula dari Arnold Schwarzenegger yang membintangi Predator (1987), kita mulai mengenal franchise pemburu luar angkasa, Predator, yang merentang sampai 2018.

Pemangsa melawan pemburu. Kira-kira begitu premis dasar Alien vs Predator yang mulai dirilis 2004 silam dan sekarang bisa kita tonton melalui layanan on-demand streaming Netflix.

Sinopsis AVP: Alien vs Predator (2004)

2004 merupakan momen dimana sebuah satelit milik pengusaha kaya Charles Bishop Weyland mendeteksi suhu panas di atas Bouvetøya, sebuah kawasan kepulauan yang jaraknya sekitar 1,600 km di lepas pantai Antartika.

Weyland kemudian menemukan fakta bahwa sebuah piramid terkubur di bawah dinginnya permukaan es Bouvetøya.

Dia kemudian mengundang sekelompok penjelajah, pengebor profesional, tentara bayaran, pendaki profesional, ilmuwan, dan ahli bahasa untuk mengeksplorasi piramid tersebut.

Yang ironis, mereka tidak tahu kalau sekelompok Predator menjebak mereka dalam musim berburu. Di dalam piramid itulah ras pemburu luar angkasa memelihara induk Alien.

Jadi siapapun yang masuk ke dalam piramid adalah orang-orang terpilih, yang berarti siap dikorbankan demi membiakkan sekelompok besar pemangsa luar angkasa.

Apakah Weyland dan timnya berhasil keluar dari piramid itu hidup-hidup?

Review AVP: Alien vs Predator (2004)

Well, pertama-tama kami memang pernah membayangkan sebuah film yang mempertandingkan kedua makhluk buas luar angkasa dalam satu scene layar.

Dulu kami sempat mengimajinasikan apa jadinya bila dua franchise terkenal itu disajikan dalam satu babakan pertarungan.

Siapa yang paling tangguh di antara keduanya? Lantas kenapa kami begitu tertarik membayangkannya?

Di benak kami, Alien vs Predator sesungguhnya pertarungan antara dua makhluk yang kontras: beradab dan terbelakang.

Ras predator lebih beradab, karena mereka memiliki teknologi persenjataan yang terbilang komplit. Dari pesawat tempur, meriam bahu, hingga cambuk rantai yang sanggup memotong daging, Predator punya semuanya.

Sementara Alien? Well, mereka lebih menyerupai binatang pemangsa yang bertahan hidup dan menyerang apa saja demi mempertahankan naluri mereka.

Kita tahu lewat franchise Alien, bahwa separuh tindak tanduk mereka lebih mirip parasit. Mereka butuh makhluk hidup lain sebagai inang untuk membiakkan keturunan. Dan manusia adalah inang paling potensial.

Pemangsa versus pemburu. Baradab versus terbelakang. Berburu versus memangsa.

AVP merupakan film yang menyajikan semua hal-hal bertolak belakang yang tersebut diatas. Dan sekelompok manusia yang dipimpin Weyland terjebak di tengah-tengah musim berburu itu.

Mereka harus bertahan hidup di kondisi yang menakutkan, sekaligus mencari tahu apa sebenarnya yang tengah terjadi dalam lingkaran perburuan yang sudah berumur lebih dari seratus tahun.

Ada banyak hal-hal baru yang dipotret dalam AVP; hal-hal yang tidak pernah diperlihatkan lewat film-film Predator sebelumnya.

Jadi kalau kamu sudah lama jadi penggemar franchise Predator, Anda akan menikmati adegan dimana pemburu luar angkasa memutuskan bekerjasama dengan manusia, demi keluar dari piramid yang berbalik jadi sarang Alien.

Film AVP mengajarkan kepada kita, bahwa dalam saat-saat kepepet dan demi bertahan hidup, musuh dari musuhku adalah temanku.

Itulah menariknya film tersebut.

Movieaholic
Written By

Redaktur yang hobi nonton film. Demen masak dikit-dikit. Suka memuji dan sholawatan.

iklan
iklan

Artikel Menarik Lainnya

Film

Imajinasi penipuan dan perampokan disajikan dengan cara berkelas? Cuma bisa terjadi di semesta Ocean Eleven garapan Steven Soderbergh.

Film

Di hadapan pertarungan antara Alien vs Predator, manusia adalah pecundang. Sekuel Alien vs Predator (2004) ini membuktikannya dengan baik.

DigiDay

Jadi bagaimana? Apa kualitas kameranya cukup oke untuk disebut-sebut sebagai mid-range killer?

Film

Review film Tears of the Sun (2003) yang dibintangi Bruce Wilis. Tentang sekelompok tentara yang bertugas di Nigeria.

Film

Film ini bisa Anda tonton dengan berlangganan Netflix terlebih dulu. Bagi penggemar setia Tarantino, film ini menarik untuk dimasukkan ke daftar putar.

Film

Bagaimana the New Mutants memberi kesegaran bagi penggemar X-Men? Apakah ramuan Josh Boone berhasil?

DigiDay

Bingung memilih smartwatch terbaik 2020. Daftar dari kami akan membantu kamu nentukan pilihan.

Literasia

Resensi buku karya Dea Anugerah, Hidup Begitu Indah dan Hanya itu Yang Kita Punya.