Media Sosial

Hi, cari artikel apa?

Mau Tahu Donk

Sejarah Traveling Manusia Zaman Purba

Kapan manusia pra-sejarah mulai mengenal konsep traveling?

the Monkey Times – Buku-buku yang memberikan panduan traveling mungkin tidak membahas kapan manusia mulai melakukan perjalanan.

Walau mungkin mustahil melacak kapan persisnya manusia mulai melakukan perjalanan, namun kita bisa meraba-raba sejarah traveling manusia zaman purba, yang pada dasarnya dimulai ketika manusia mulai mengenal konsep migrasi.

Setidaknya sampai 200,000 tahun lalu spesies manusia purba Homo erectus bermigrasi dari Afrika ke dataran Asia dan Eropa.

Tapi walau Homo erectus kemudian disepakati sebagai spesies yang juga bermigrasi keluar tanah kelahirannya, kebanyakan ahli arkeologi menyepakati bahwa Homo sapiens bepergian lebih jauh lagi.

Traveling manusia zaman purba dimulai dari Afrika

Mengutip A Brief Visual History of Travel yang ditulis Will Jones, Homo erectus disebut-sebut hidup sekitar 2,000,000 sampai 150,000 tahun lalu. Spesies satu ini bermigrasi dari Afrika Utara, kemudian menyebar sampai belahan bumi lain, termasuk daratan Eropa dan Asia.

Namun sekitar 70,000 tahun lalu Homo sapiens mulai menjelajahi belahan bumi lain. Mereka pergi lebih jauh sampai ke Amerika dan Australia. Mereka melakukan itu karena setiap dataran utama di muka bumi 70,000 – 10,000 tahun sudah mampu menopang kehidupan manusia zaman purba.

Apa yang menyebabkan pergerakan Homo sapiens sampai ke teritori diluar Afrika?

Bergerak ke luar Afrika

Kajian yang membahas pergerakan Homo sapiens menyebut beberapa grup manusia purba yang bermigrasi melewati beberapa jalur penjelajahan spesifik. Jadi walau masing-masing grup menempuh jalur berbeda, pengelompokan jalur traveling manusia purba setidaknya mampu memberi gambaran rite-rute yang dilewati oleh nenek moyang kita dulu kala.

Berdasarkan kajian Peter Hiscock di artikelnya yang berudul Early Old World migrations of Homo sapiens: archaeology [PDF], grup manusia purba yang datang ke Eropa menempuh perjalanan melalui Dardanella, kemudian melewati daerah sepanjang Danube atau dataran rendah Mediterania.

Grup lain bermigrasi ke Asia Utara dan daerah timur laut melalui stepa utara Laut Hitam. Lalu grup manusia yang bermigrasi ke Asia Timur dan Tenggara melewati rute dataran rendah yang mengelilingi Samudra Hindia.

Beberapa grup yang bermigrasi ke semenanjung Asia Tenggara kemudian melanjutkan perjalanan melewati Rute Sahul yang menghubungkan Australia dan New Guinea. Rute Sahul ini unik, sebab ia merupakan rute jalan es yang menghubungkan kedua daerah tersebut.

Catatan panjang perjalanan manusia purba Homo sapiens bisa diperluas dengan memasukkan Rute Pasifik. Rute ini memungkinkan nenek moyang kita melakukan perjalanan ke Kepulauan Bismarck dan Solomon di daerah Melanesia.

Mengapa nenek moyang kita melakukan perjalanan?

Tidak ada yang tahu pasti alasan spesies Homo sapiens sampai melakukan perjalanan di zaman purba. Ada dugaan mereka melakukan perjalanan migrasi karena alasan perubahan iklim.

National Geographic sempat mencatat populasi manusia 70,000 tahun lalu yang turun sampai kurang dari 10,000 orang. Kerasnya iklim dingin di akhir zaman es waktu itu membuat kehidupan terasa sulit bagi manusia purba.

Kehidupan membaik bagi manusia purba setelah 70,000 tahun lalu, dalam arti mereka berhasil bertahan hidup dari kerasnya iklim. Dan semua itu disebabkan oleh traveling alias perjalanan yang mereka lakukan ke wilayah lain yang dianggap mampu menopang kehidupan manusia.

Jadilah 50,000 tahun lalu nenek moyang kita berhasil mencapai Asia Tenggara. Konon beberapa grup dari mereka kemudian meninggalkan daerah ini untuk melanjutkan perjalanan ke Asia Tengah bagian selatan dan Timur Tengah.

Mereka yang sampai kesana kemudian melanjutkan perjalanan ke daerah Utara. Terus kesana … sampai akhirnya mereka menyebar ke wilayah Asia dan Eropa.

Ada cerita sekitar 20,000 tahun lalu. Sekelompok pemburu Asia menghadapi badai dan terdampar di East Asian Arctic. Cerita ini terjadi di era Last Glacial Maximum.

Kelompok pemburu itu menemukan lapisan es yang menutupi dataran luas di bagian Utara yang membuat permukaan laut disana turun sampai 300 kaki. Cerita ini kemudian menandai lompatan besar konsep traveling ala Homo sapiens ketika itu. Mereka menemukan jembatan dalam bentuk dataran yang menghubungkan Amerika dan Asia.

Itulah masa-masa ketika traveling manusia zaman purba akhirnya menemukan jalan baru untuk menjelajah bumi sampai ke Amerika Selatan. Tentu saja ceritanya tidak berakhir sampai disitu saja.

iklan
iklan

Artikel Menarik Lainnya

Mau Tahu Donk

'Keju keledai' toh nyatanya jadi keju termahal sejagat. Harganya kurang lebih sekitar $600 per kilogram, atau sekitar Rp 8,7 juta bila dikonversi ke dalam...

Mau Tahu Donk

Pancasila pada dasarnya adalah ideologi negara. Dan karenanya sila 1 Pancasila bisa diamalkan di kehidupan sehari-hari juga.

Mau Tahu Donk

Di Indonesia kita mengenal angin muson sebagai penanda pergantian musim. Lantas apa pengertiannya dan apa pengaruhnya terhadap iklim di negara ini?

Sehat dan Bahagia

Kita tentu tahu 75 persen tubuh kita terdiri dari air. Tanpa air tubuh bakal mengalami dehidrasi. Dan tanpa air, sistem metabolisme tubuh takkan bisa...

Mau Tahu Donk

Hak bercerai tidak hanya milik lelaki. DI Indonesia, peraturan menyebut perempuan juga memiliki hak menggugat cerai suaminya.

Mau Tahu Donk

Sejarah perdagangan di seluruh negara cenderung mengenal mata uang sebagai alat transaksi yang sah, namun sistem perdagangan kuno seperti barter, toh, nyatanya masih dilakukan...

Mau Tahu Donk

Sistem perdagangan yang memanfaatkan metode barter tidak pernah mati. Bahkan masih dilakukan sampai sekarang.

Mau Tahu Donk

Kehidupan di bawah laut memang indah. Penuh berkah. Namun kadang juga penuh dengan hewan-hewan mematikan.