Connect with us

Hi, what are you looking for?

Advertorial

Selalu ada Toko Kelontong untuk Sebatang Sabun

Transformasi toko kelontong jadi warung serba bisa jadi memungkinkan berkat aplikasi kudo.

the Monkey Times – Saya lahir jauh sebelum ekspansi minimarket modern, dimasa ketika teman-teman sebaya, ibu kandung dan tetangga di komplek perumahan tempat saya tinggal sehari-hari membeli pasokan kebutuhan rumah tangga di toko kelontong.

Saya selalu ingat pengalaman membeli sesuatu dari toko kelontong. Pernah di sore hari ketika saya berumur 7 (tujuh) tahun, ayah saya menyuruh membeli satu kilogram telur di toko kelontong dekat rumah. Lain hari ibu saya menyuruh membeli sebatang sabun, 2 (dua) kilogram beras, atau barang-barang kebutuhan lain.

Dan di hari-hari lain saya membeli jajanan di toko kelontong. Terlalu banyak pengalaman belanja yang identik dengan toko kelontong, sampai-sampai dia memiliki nama lain: toko serba ada.

Toko kelontong dan hikayat raja UMKM

Sekitar 58,97 juta UMKM eksis di Indonesia, menurut data Kontan online pada 2018. Dari jumlah itu diprediksi ada 58,91 juta usaha mikro. Para pelaku usaha yang menjalankan toko kelontong rasanya dicakup di dalam kategori usaha mikro tersebut.

Menurut catatan ada 3,5 juta toko kelontong yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia, menurut data dari laman Bisnis online.

Kalau mau dibandingkan dengan jumlah minimarket modern, toko kelontong jelas merajai sektor perdagangan kecil. Dua nama minimarket modern terpopuler, bila jumlah gerai keduanya digabung, hanya menyentuh angka 28,735 minimarket.

Sekilas pandang toko kelontong menampakkan dirinya sebagai raja. Tapi di titik inilah sang raja tampak sebagai liliput di hadapan minimarket modern yang disokong modal raksasa.

Dan karena sokongan modal besar itu pula minimarket modern lebih mampu memberikan pelayanan yang tak bisa diberikan toko kelontong. Sebut misalnya pembelian token listrik, pembayaran BPJS, pembelian tiket kereta api, dan pembelian lainnya yang berbasis online.

Belum lagi bila kita membicarakan ekspansi minimarket modern ke sejumlah daerah, bahkan sampai tingkat kelurahan.

Sumber daya yang terbatas, ditambah permodalan yang kecil, membuat toko kelontong sulit mengimbangi ekspansi minimarket modern.

Tapi walau kalah dari segi pelayanan dan fasilitas yang diberikan untuk pembeli, bukan berarti tak ada jalan. Di era serba digital seperti sekarang, kesempatan justru terbuka bagi orang yang mau berkembang menyesuaikan zaman.

Bagi pengelola toko kelontong, itu berarti memanfaatkan kesempatan bertransformasi menjadi warung digital serba bisa.

Digitalisasi toko rakyat

Rasanya semua orang sudah hafal pemandangan biasa di dalam toko kelontong. Umumnya di bagian depan kita menemukan etalase kaca yang berisi barang dagangan, mulai dari sabun batangan sampai pembalut.

Kalau tokonya cukup besar, pemiliknya juga takkan segan memajang dagangan sembako, bensin eceran, sampai gas melon isi ulang. Kadang ada juga toko kelontong yang menyediakan air dalam galon.

Pernah membayangkan bagaimana bila toko macam itu dibuat jadi digital? Sederhananya: andai sebuah toko kelontong disulap jadi digital, pemiliknya bisa berjualan semua barang di tokonya secara online.

Modalnya pun sederhana: sebuah ponsel pintar, koneksi internet, dan aplikasi Kudo.

Prinsip warung digital memang diusung oleh Kudo, sebuah aplikasi yang menjembatani kebutuhan konsumen yang membutuhkan barang keperluan sehari-hari, dengan pemilik toko kelontong yang mencari cara untuk menaikkan omset penjualannya.

Bagi konsumen, keberadaan toko digital memudahkan transaksi. Tap-tap-tap, kemudian barang diantarkan ke rumah.

Bagi pemilik toko, kehadiran solusi digital memberikan lebih banyak kemudahan untuk berjualan barang-barang lain untuk memenuhi kebutuhan tetangga dekat, sekaligus menyasar pelanggan baru.

Jadi kalau kamu memiliki toko kelontong, ada 7 (tujuh) komoditas maupun layanan yang bisa kamu tawarkan ke pelanggan maupun pengguna aplikasi Kudo:

Sembako

Dengan menjadi agen Kudo, pemilik toko kelontong bisa memilih menjadi agen penjual barang-barang kebutuhan pokok. Opsi ini membantu pemilik toko yang sudah memiliki stok sembako (gula pasir, beras, telur, dan lain sebagainya) dan ingin menjualnya kepada konsumen yang sudah memasang aplikasi Kudo.

Dengan jaringan pengguna Kudo yang luas, serta tipe kebutuhan yang memang selalu dicari setiap rumah tangga, opsi menjadi agen grosir sembako membantu toko kelontong memperluas ekspansi pasar dan pada gilirannya memberikan dampak positif pada peningkatan jumlah pelanggan tokonya.

Jasa pengiriman uang

Layanan perbankan untuk daerah yang belum terjangkau lembaga keuangan jadi sebuah solusi ciamik, baik untuk agen Kudo maupun untuk kita-kita.

Kudo menyediakan layanan transfer uang untuk orang-orang di daerah yang seringkali kerepotan karena jauhnya jarak antara tempat tinggal dan bank tempat nasabah menyimpan uang.

Berjualan pulsa

Pemilik toko kelontong kini bisa memperluas jenis usaha dengan merambah bisnis pulsa. Dengan jaringan penjualan pulsa yang kuat, pemilik toko kini punya kesempatan melayani pelanggan yang mau mengisi ulang pulsa, tapi malas keluar rumah untuk menyambangi penjual pulsa.

PPOB

Membuka toko kecil sambil melayani pelanggan yang ingin membayar tagihan PDAM, cicilan kendaraan, atau membeli token PLN? Bisa banget. Bahkan pelayanan seperti ini menjadikan usaha toko kelontong meluas. Apalagi bila lokasi toko berada di daerah yang jauh dari loket pembayaran resmi.

Kudo memberikan layanan PPOB khusus bagi pemilik toko. Pemilik tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk membuka layanan baru ini.

Jasa pembayaran tagihan telpon

Pemilik yang membuka tokonya di daerah yang warganya banyak memasang sambungan telpon tentu bisa mengambil kesempatan untuk memperluas potensi bisnis, misalnya dengan menyediakan jasa pembayaran tagihan telpon melalui Kudo.

Pemilik yang mendaftarkan jasa bayar tagihan telpon di Kudo kini bisa melayani pelanggan telepon hanya dengan melakukan beberapa kali tap di ponsel pintar mereka. Gampang banget, kan? Lagipula, konsumen akan menyukainya kok, sebab mereka tak perlu lagi capek ngantri di loket pembayaran kan?

Mendaftar pengemudi Grab

Rasanya banyak betul orang yang ingin jadi pengemudi Grab. Tetangga kamu mungkin salah satunya. Dan Kudo jadi wahana paling tepat bila tetanggamu ingin mendaftar jadi pengemudi Grab. Bilang ke tetanggamu, kini mereka tak perlu lagi capek mengantri hanya untuk mendaftar jadi pengemudi Grab.

Yang perlu kamu lakukan hanya memasang banner Kudo, dan memasang informasi penerimaan pengemudi Grab, lalu gunakan aplikasi Kudo untuk membantu tetanggamu daftar Grab. Jadi sambil berjualan kebutuhan rumah tangga di tokomu, kamu menolong tetanggamu mendapatkan penghasilan tambahan dari mengemudi.

Penjualan tiket kereta

Kalau tetanggamu mau mudik memakai kereta api, tawarkan saja mereka membeli tiket kereta di tokomu. Kalau sudah jadi agen Kudo, hal itu sangat mudah dilakukan karena pada dasarnya aplikasi Kudo membantu orang membeli tiket kereta api dengan mudah tanpa perlu pergi ke stasiun.

Baca Juga: Jodohnya Roti adalah Es Krim, kamu Percaya Nggak?

Perluas usaha toko kelontongmu

Yakin toko kelontong cuma bisa jualan kebutuhan sehari-hari saja? Dengan menjadikannya sebagai warung digital serba bisa, pemilik toko bisa memperluas cakupan layanan dan bisnis mereka.

Jadi tidak sekadar berjualan sebatang sabun atau satu kilogram beras, kini pemilik toko bisa melakukan ekspansi bisnis dengan menawarkan layanan yang lebih beragam untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang kini tergantung pada ponsel pintar mereka untuk berbelanja dan melakukan transaksi.

Begitulah cara warung kelontong memerdekakan diri dari serbuan minimarket modern. Dan Kudo menyediakan solusi aplikatif sekaligus integratif untuk membantu pemilik warung bergerak maju di sektor UMKM.

Siapkah kamu untuk memajukan warungmu? Kalau sudah siap, jadilah agen Kudo. Mudah dan menjanjikan.

Artikel Menarik Lainnya

Advertorial

Sedikit pengetahuan tentang SEO Mastery takkan membunuhmu.