Connect with us

Hi, what are you looking for?

iklan
Ilustrasi mudik lebaran pakai mobil
Ilustrasi mudik lebaran pakai mobil
Mudik lebaran pakai mobil di jalanan.

Narasi

Mudik Lebaran pakai Mobil, Selo Banget sih!

Tiap tahun jumlah orang yang pergi mudik lebaran pakai mobil cenderung bertambah.

Sebetulnya agak percuma juga aku menanyakan pertanyaan klise kaya’ kenapa sih kamu pulang mudik lebaran pakai mobil’. Apalagi kalau nadanya sinis.

Kesannya kaya’ nggak boleh mudik pake mobil. Padahal sah-sah saja. Mungkin yang nggak boleh itu jika mudik ke kampung halaman, nggak bawa siapa-siapa – termasuk jodohnya. Upss…

Tapi kalau kita periksa dari dekat seberapa banyak orang Indonesia yang setiap tahun mudik lebaran pakai mobil, mau nggak mau kita mesti memperhatikan fakta bahwa grafiknya cenderung naik tiga tahun belakangan.

Alasan pulang mudik lebaran pakai mobil

Pada 2015, misalnya, jumlah orang yang mudik memakai mobil ada di kisaran 3,7 juta orang. Setelah sempat turun pada 2016, sebanyak 2,4 juta orang; angka pemudik yang memakai mobil pada 2019 diperkirakan bakal mencapai 4,3 juta orang.

Sebagaimana lazimnya orang mudik, tentu ada alasan kenapa dia memilih mudik lebaran pakai mobil. Dan jawabannya nggak jauh-jauh dari efisiensi biaya mudik.

Di bawah ini aku pengin ngasih contoh sedikit tentang satu keluarga yang memutuskan mudik dari Jakarta ke Yogyakarta menggunakan kereta api.

Asumsikan ada satu keluarga dengan dua orang anak umur 5 dan 6 tahun, yang mudik dari Jakarta ke Yogyakarta pada 2019 menggunakan kereta api eksekutif. Biaya yang mesti dia keluarkan kira-kira segini:

  • Biaya tiket dewasa: Rp600,000 x 2 = Rp1,200,000
  • Biaya tiket anak-anak: Rp480,000 x 2 = Rp760,000

Dengan asumsi hitung-hitungan sebesar itu, jadilah si keluarga mesti mengeluarkan uang sebesar Rp1,960,000 sekali perjalanan. Kalau ditotal dengan tiket pulang ke Jakarta, uang yang mesti dikeluarkan mencapai Rp3,920,000.

Baca Juga: Karena Surat, Dulu Kita Pernah Sedekat Maghrib ke Isya

Berapa sebetulnya biaya mudik pakai mobil?

Kita ambil asumsi yang sama, dengan contoh yang sama: satu keluarga mudik dari Jakarta ke Yogyakarta memakai mobil. Berapa banyak biaya yang mesti dihabiskan?

  • Biaya tol Trans Jawa Jakarta – Solo: Rp426,500
  • Biaya bensin: Rp800,000Biaya makan dan lain-lain selama perjalanan: Rp250,000

Biaya tol di atas didasarkan pada hitung-hitungan tarif tol Trans Jawa yang dilakukan situs Cermati.

Jadi kalau asumsi diatas benar, biaya sekali perjalanan Rp1,476,500, dengan total biaya pulang-pergi mencapai Rp2,953,000. Di titik ini, naik mobil pribadi jadi pilihan yang lebih masuk akal karena lebih murah dari segi biaya. Ada selisih Rp937,000, yang tentu saja lumayan besar bagi orang kebanyakan.

Sekali lagi, hitung-hitungan diatas cuma sekadar perkiraan, alias cuma menghitung estimasi biaya mudik dari Jakarta – Yogyakarta pp. Akan tetapi dengan penghitungan di atas pula, rasanya aku jadi tahu alasan kenapa orang suka naik mobil ketika pulang kampung ramai-ramai.

Mas Hadid
Written By

Editor in chief di the Monkey Times. Menaruh minat luas pada perkembangan media digital dan arus wacana yang berkembang di sekitarnya. Bergabung dengan the Monkey Times sejak 2019.

Artikel Menarik Lainnya