Media sosial kami

Halo, cari konten apa?

Kelahiran Android tak pernah mulus pada awalnya. (Foto: Aline Dassel/Pixabay)
Kelahiran Android tak pernah mulus pada awalnya. (Foto: Aline Dassel/Pixabay)

DigiDay

Sejarah Kelahiran Android: 10,000 Dollar sebagai Bentuk Simpati

Kelahiran Android memiliki cerita tersendiri. Dan semuanya dimulai dari Andy Rubin.

the Monkey Times – Ketika Android dibeli Google pada 2005, tak ada satupun pernyataan keluar dari mulut Andy Rubin. Namun toh lewat juru bicaranya, Google ketika itu menyatakan “kami mengambil alih Android karena teknologinya bagus dan pengembangnya bertalenta. Kami senang memiliki mereka disini.”

Sebuah percakapan telepon mampir ke telinga Steve Perlman pada 2004. Isinya adalah pembicaraan penuh kepanikan.

Di seberang telepon, Andy Rubin sambat, menjelaskan keadaannya dengan perasaan penuh rasa sungkan, namun mau tak mau harus dia ceritakan.

Katanya, Android Inc, perusahaan rintisan yang didirikannya, berada dalam bahaya. Uang tunai hampir habis dan tak ada satupun investor yang mau menghamburkan uangnya untuk pengembangan Android.

Di tengah ancaman pemilik kantor Android Inc yang bersemangat mengusir Rubin, Chris White, dan Rick Miner serta staf mereka dari bangunan miliknya itu, Rubin memohon Steve untuk memberikan sejumlah uangnya.

“Mungkin keadaan bakal lebih baik nantinya,” kata Rubin ketika itu.

Hari berikutnya, Steve memutuskan mengambil uang 10,000 dollar dari bank, dalam pecahan 100 dollar. Dia memberikannya ke Rubin. Tentu saja untuk menolong temannya itu dari ancaman kebangkrutan.

Sebelas tahun kemudian, dalam sebuah wawancara dengan Business Insider, Steve berkata “aku melakukannya karena aku percaya pada [Android] itu, dan aku ingin membantu Andy.”

Selamatlah Android Inc dari kebangkrutan.

Setelah menerima rasa simpati dalam bentuk 10,000 dollar, Andy kemudian memindahkan kantor Android ke Palo Alto, California. Daerah itu dikenal sebagai jejaring-penghubung-antar-perusahaan teknologi di pantai Barat Amerika.

Lalu siapa Andy Rubin?

Embrio Android tak bisa dilepaskan dari Rubin. Pria kelahiran Chappaqua, New York, 1963 itu, lebih dikenal sebagai teknisi pemrograman, pengusaha, dan seorang kapitalis.

Rubin adalah inisiator Android Inc, perusahaan yang dia dirikan pada 2003 bersama White dan Miner.

Rubin pernah bekerja untuk Apple selama 1989 sampai 1992. Saking antusiasnya dengan robot, rekan kerjanya di Apple menyematkan julukan “Android” di namanya.

The Verge bahkan menulis bahwa situs Android.com adalah situs personal Rubin, setidaknya sampai 2008.

Ide yang Tak Populer

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana keadaan teknologi komunikasi seluler di awal 2000-an? Sebelum Android lahir, ide tentang sistem operasi terbuka untuk ponsel bukanlah sesuatu yang bisa diterima dengan baik.

Ini disebabkan karena operator telekomunikasi di Amerika mengontrol seluruh aspek bisnis penjualan ponsel, sampai biaya produksinya.

Di awal 2000-an, kebanyakan operator telekomunikasi Amerika takkan suka bila ada satu perusahaan – mau besar atau kecil sekalipun – ikut bermain dalam bisnis mereka.

Bahkan andaikan Anda memiliki sistem ponsel paling jenius sekalipun, awal 2000-an bukan tahun yang ramah untuk Anda. Tak ada kesempatan untuk mengutak-atik seluruh aspek ponsel, terutama di bagian perangkat lunaknya.

Di tengah sistem yang sangat tertutup itulah Android dikembangkan. Sistem operasi satu ini tergolong unik karena siapapun yang bermain dengan Android bisa mengambil kode sumber asli yang membentuk Android, dan menggunakannya di perangkat bikinan mereka dengan bebas.

Kita mesti membayangkan sistem Android dengan cara sederhana: dengan Android, siapapun bisa membangun kode baru atau memodifikasi sumber kode asal.

Radikal memang. Tapi ide tersebut jelas tak bisa diterima di tengah situasi serba tertutup di industri ponsel di Amerika pada era awal 2000-an.

Tetapi sumber ketidaksukaan operator ponsel di Amerika bukan karena kode Android yang bisa diubah sesuka hati, melainkan karena hal lain: Android menukar kebebasan itu dengan meminta operator supaya rela berbagi sebagian kecil porsi pasar ponsel dengan Android.

Dalam lini industri ponsel di Amerika, ide Rubin tak bisa diterima, kendati di saat bersamaan perusahannya menjanjikan dukungan layanan (baca: value added service) kepada operator manapun yang menggunakan Android di perangkat ponsel buatan mereka.

5 November 2007: Kelahiran ponsel pintar Android lewat Open Handset Alliance

2005. Tahun dengan aura penuh keraguan bagi Android, bahkan bagi Presiden Google Eric Schmidt. Sebabnya juggernaut mesin pencari itu memutuskan membeli Android, sebuah perusahaan kecil yang bahkan model bisnisnya ditolak oleh para operator telekomunikasi di Amerika.

“Aku bahkan tak tahu kalau satu hari Larry dan Sergey membeli Android,” kata Schmidt seperti dikutip oleh New York Times. Larry (Page) dan Sergey (Brin) adalah duo pendiri Google.

Google membeli Android senilai 50 juta dollar. Waktu itu hanya sedikit orang yang percaya bahwa pada akhirnya Android bakal jadi kantung yang membawa berkah bagi bisnis Google.

Waktu itu memang ada serangkaian spekulasi yang menarasikan bahwa Google akan mulai memasuki bisnis mobile. Karena itulah mereka membeli Android, lengkap dengan paket Andy Rubin, Chris White, dan Rick Miner di dalamnya.

Di tangan Google, Android dipasarkan ke sejumlah perusahaan pembuat ponsel dan operator telekomunikasi. Google menjanjikan sistem operasi ponsel yang bisa diperbarui dan fleksibel.

Pada 2006, sebuah dokumen diriliis oleh The Verge, dan dikutip oleh PC World. Dokumen itu menyebut-nyebut ponsel Android ala Google yang dihadirkan dengan spesifikasi prosesor 200MHz, RAM 64MB, kamera 2MP, dan sebuah slot MiniSD. Model ponsel yang lebih tinggi speknya akan memasukkan fitur Wi-Fi, GPS, dan Bluetooth 2.0.

Ponsel itu rencananya bakal dirilis pada 2007.

Sialnya pada 2007 Apple merilis iPhone generasi pertama. Itulah yang kemudian membuat banyak pihak meledek Google, mengatakan bahwa raksasa mesin pencari itu mesti menggambar desain ponsel Android dari awal.

Tapi keraguan tinggal keraguan. Pada 5 November 2007, Andy Rubin menulis di Blog Google:

Meski ada sejumlah spekulasi menarik selama beberapa bulan belakangan, kami tidak mengumumkan sebuah GPhone.

Meski begitu, kami berpikir mengumumkan kehadiran the Open Handset Alliance and Android, yang lebih signifikan dan ambisius dibanding sekadar sebuah ponsel.

Melalui kerjasama dari anggota Open Handset Alliance, kami harap Android akan jadi fondasi bagi banyak ponsel baru dan akan menciptakan pengalaman mobile baru bagi pengguna, dengan aplikasi dan kemampuan terbaru yang tak bisa kami bayangkan hari ini.

Baca Juga: Seberapa Tokcer Layar 90Hz Google Pixel 4?

Tepat pada 5 November 2007, dua belas tahun lalu, konsorsium Open Handset Alliance – yang terdiri dari Samsung, HTC, Motorola, T-Mobile, Sprint, Texas Instruments, dan Qualcomm – muncul dengan misi untuk mengembangkan platform yang benar-benar terbuka untuk perangkat mobile.

Dari situlah Android kemudian berkembang, meski kemudian Rubin meninggalkan Google dan Android pada 31 Oktober 2014.

Artikel Menarik Lain