Connect with us

Hi, what are you looking for?

Data dalam Visual

BPS Merilis Data Kejahatan Kekerasan 2015-2018

Bagaimana perkembangan kejahatan kekerasan di Indonesia selama 2015-2018?

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia merilis data kejahatan kekerasan di Indonesia pada periode 2015-2018. Ada lima data yang dirilis di laman resmi BPS:

  • Proporsi penduduk yang merasa aman berjalan sendirian di area tempat tinggalnya, 2014 dan 2017
  • Proporsi korban kejahatan dalam 12 bulan terakhir yang melaporkan kepada polisi, 2012-2017
  • Proporsi Penduduk Yang Menjadi Korban Kejahatan Kekerasan Dalam 12 Bulan Terakhir Menurut Provinsi, 2015 – 2018
  • Proporsi Penduduk Yang Menjadi Korban Kejahatan Kekerasan Dalam 12 Bulan Terakhir Menurut Jenis Kelamin, 2015 – 2018
  • Proporsi Penduduk Yang Menjadi Korban Kejahatan Kekerasan Dalam 12 Bulan Terakhir Menurut Kelompok Umur, 2015 – 2018

Memahami Data Kejahatan Kekerasan di Indonesia

Dalam data proporsi penduduk Indonesia yang merasa aman berjalan sendirian di area tempat tinggalnya, kita bisa melihat angka proporsi yang cukup tinggi, meski BPS tidak menunjukkan dengan terang dalam satuan apa proporsi tersebut disajikan.

Sementara itu dalam statistik jumlah korban kejahatan kekerasan yang melapor kepada polisi, grafik diatas menunjukkan kecenderungan pelaporan dari korban yang tidak stabil.

Tahun 2014 mengindikasikan sekitar 27,7% korban laki-laki melapor ke polisi. Tahun ini sekaligus menandai jumlah terbanyak. Dari populasi perempuan, tahun 2014 merupakan yang tertinggi dengan angka 25,37%.

Berturut-turut BPS merilis data lanjutan yang menunjukkan proporsi penduduk yang menjadi korban kejahatan kekerasan sepanjang 2015-2018.

  • Di pulau Sumatera, provinsi Sumatera Selatan menempati “peringkat” teratas dalam hal jumlah korban kekerasan, diikuti dengan Aceh di “peringkat” terakhir.
  • Di pulau Jawa, provinsi DI Yogyakarta berada di “peringkat” teratas dalam kategori yang sama, kemudian diikuti oleh Jawa Tengah di “peringkat” terakhir.
  • Sedangkan di Bali dan Nusa Tenggara, Nusa Tenggara Timur berada di “peringkat” teratas.
  • Sulawesi Utara dan Tengah menempati “peringkat” teratas.
  • Di wilayah Indonesia Timur, korban kejahatan dengan kekerasan paling banyak ada di Papua Barat.

Terakhir dalam kategori demografi penduduk, baik laki-laki dan perempuan sama-sama rentan sebagai korban kejahatan kekerasan. Korban terbanyak adalah mereka yang berada di rentang usia 18 tahun keatas, yang proporsinya menurun pada 2017 dan 2018.

Baca Juga:

Artikel Menarik Lainnya