Mobil Listrik Makin Diminati, namun Bukan tanpa Masalah

Memiliki mobil listrik mungkin jadi pengalaman menyenangkan. Meski begitu, kita tetap menghadapi sejumlah masalah.


mobil-listrik-bahan-bakar

Mobil listrik terparkir, mengisi bahan bakar. (Foto: the Monkey Times)

Diterbitkan:

the Monkey Times – Salah satu masalah memiliki mobil listrik adalah: belum tersedianya lokasi stasiun pengisian listrik kendaraan elektrik dalam jumlah yang memadai.

Iklan. Konten berlanjut di bawah.

Fakta itu terungkap dalam survey yang dikutip the Monkey Times (18/12/2020) terhadap 3,392 pengemudi, yang diadakan Consumer Reports di Spanyol dan Inggris.

Lebih dari separuh responden pengemudi mendukung kebijakan negara untuk menghabiskan lebih banyak anggaran untuk mendukung pembangunan stasiun pengisian bahan bakar khusus kendaraan elektrik.

Survey tersebut juga menyebut pengendara mobil akan mempertimbangkan membeli sebuah kendaraan listrik bila dia mampu dibawa berkendara lebih dari 482 kilometer sebelum mampir ke stasiun pengisian listirk.

Pertimbangan itulah yang, menurut Consumer Reports, jadi faktor utama yang menghalangi keputusan konsumen membeli mobil listrik.

Dalam survey tersebut, kurang dari separuh responden menyebut minimnya infrastruktur pengisian listrik di jalan tol jadi faktor lain yang membuat pengendara ragu membeli kendaraan listrik.

Meski demikian, popularitas mobil listrik di negara-negara di belahan bumi bagian Barat tidaklah berkurang.

71 persen pengemudi di Amerika Serikat mengaku tertarik dengan mobil listrik, dan sepertiga diantaranya bahkan akan mempertimbangkan membeli satu mobil listrik di masa depan.

Ada banyak faktor yang bisa menjelaskan mengapa sebagian pengemudi di negara Barat tertarik membeli kendaraan listrik.

Yang paling utama adalah sebagian besar pengemudi mengatakan mobil listrik akan membantu mengurangi polusi udara.

Seiring dengan meningkatnya harapan terhadap mobil listrik, para pengendara juga berharap pabrikan otomotif bisa menawarkan pickup dan SUV elektrik. Ini berarti mereka berharap ada lebih banyak pilihan kendaraan listrik.

Masalah lain

Masalah lain juga terungkap dalam survey yang diadakan Consumer Reports, dimana 48 persen responden mengatakan harga kendaraan yang mahal jadi masalah yang membuat mereka urung membeli kendaraan listrik.

Sementara itu 30 persen responden lainnya mengatakan mereka tidak punya pengetahuan yang cukup akan kendaraan listrik. Dan 28 persen sisanya mengatakan mereka tidak punya fasilitas pengisian listrik mandiri di rumah.

“Hasil survey ini menunjukkan ketertarikan besar konsumen terhadap kendaraan elektrik, meski mereka ingin pabrikan menawarkan mobil listrik dengan harga yang kompetitif,” kata Chris Harto, analis senior di Consumer Reports.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: berita hari ini, kabar otomotif

Bagikan artikel ini