Penulis: Pak Pos

Menggapaimu adalah Mimpi Terbesarku

Kamu adalah mimpi yang kulit kugapai. Tapi boleh kan aku tetap memimpikanmu, sembari beharap suatu saat aku bisa ada disana bersamamu?

Untukmu yang tak bisa kugapai. Apakah kau mendengarkanku? Aku yakin kamu tak tahu aku ada disini. Kamu bukan lukisan, bukan juga khayalan. Hanya saja kamu ada di belahan dunia yang berbeda denganku.

Aku dan kamu berpijak di belahan permukaan yang sama, namun tak bisa bertemu dalam segala kondisi. Kamu memang bukan dari langit, hanya manusia biasa.

Kamu juga bukan malaikat, tapi apakah aku salah jika mengharapkanmu?

Terkadang kamu adalah penghibur bagi waktu sedihku. Tak hanya itu saja, keceriaanku bermula saat memandang wajahmu di kala duka menghadap.

Kamu juga menjadi matahari di kala kelam yang sedang melandaku. Kamu bisa memberikan sebuah senyuman lebar tanpa alasan. Senyuman melegakan seperti halnya aku bisa memilikimu di kehidupanku.

Jadi, aku pasti akan baik – baik saja menjalani keseharianku di dunia ini. 

Sosokmu yang bagaikan senja untukku, seakan dapat melepas semua penat yang aku jalani dalam keseharianku. Kamu mampu menjadi pendorong dalam hidupku untuk lebih maju.

Senyumanmu bahkan bisa mengalihkan duniaku. Dengan tawamu cukup meredam segala keletihan dan kejenuhanku. Kamu bukan sekedar senja, namun juga mentari di pagi hari dan gelapnya malam bagiku untuk selalu diingat. 

Memang benar, kamu sangat sulit kuraih, sangat sulit juga dimiliki. Kamu adalah sebuah berlian, sedangkan aku hanya sebutir pasir yang jika didekatkan aku tidak mungkin terlihat.

Itulah aku yang hanya seorang wanita biasa mengaku menjadi seseorang yang berarti disisimu. Padahal kamu bahkan tak tahu bahwa aku ada atau tidak. Tapi dengan segala harapanku, aku tetap mencintaimu walau aku tahu untuk mendapatkannya adalah mustahil.

Apakah ini yang dinamakan cinta sejati atau hanya ilusi? Mencintai orang yang bahkan tidak tahu kalau aku ada dan hidup di dunia ini. Sesaat aku berpikir kenapa Tuhan perkenankan aku denganmu apabila aku tak bisa bertemu? Untuk apa? 

Namun, hal tersebut tak sebanding dengan inspirasi yang telah kudapatkan darinya. Dan kini pun aku mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena telah mengenalkanku padanya. 

Sungguh sebuah anugerah terindah yang pernah kudapatkan. Beribu kata terima kasih saja mungkin tak cukup untuk membalas karunia dari Tuhan ini. Karena dirinya yang tak bisa kugapai, aku tahu apa arti semangat untuk berusaha.

Aku pun juga tahu apa arti dari sebuah perjalanan. Semuanya butuh proses dalam mencapai tujuan. Hal ini yang membuat aku tetap teguh dalam pendirian untuk tetap mengagumimu meskipun aku tahu kau tak bisa kugapai.

Memori yang lama terkadang membuatku bernostalgia awal mula aku bisa tahu tentang keberadaanmu. Teringat disaat pertama kali engkau muncul di kehidupanku, jerih payah dan segala usaha yang kau lakukan sangat berarti dalam menginspirasiku.

Kegigihan yang dalam mencapai mimpi dan maju membuat aku berpacu dalam menginginkan masa depan yang lebih cerah karena perjuangan tersebut.  

Namun, disisi lain aku juga takut kalau kamu semakin maju, dan tenar membuatku lebih sulit bertemu. Sebenarnya dalam hati berat rasanya mengetahui kamu semakin sukses.

Tapi sekali lagi, tidak apa apa asalkan kamu bisa menggapai yang kamu inginkan. Toh kebahagiaanmu juga menjadi bahagiaku juga. Senyumanmu, iya benar senyuman kesuksesanmu akan tetap menginspirasiku. 

Untuk kamu yang tak bisa kugapai. Aku memang hanyalah manusia biasa yang bahkan tak bisa bertemu langsung untuk menyemangatimu. Aku juga ingin bertemu dan bersenandung bersama dengan penuh semangat.

Yang ku keluhkan hanyalah kapan aku bisa merasakan semua itu? Kesabaranku terkadang hampir habis, karena telah lama menunggu kapan kesempatan yang bisa aku raih untuk bisa bertemu denganmu. 

Sampai kadang aku merasa kalau aku tidak akan bisa bertemu kamu. Tetapi semangatku juga bisa menggebu gebu untuk bisa bertemu denganmu sampai tak bisa dikendalikan.

Bahkan aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan meskipun kamu tak tahu aku di sini selalu mendukungmu. Jika saja kamu melihat surat ini, aku harap yang terbaik untuk kesehatanmu dan kesuksesan selalu menyertai di keseharianmu. 

Satu hal lagi yang ingin kusampaikan kepadamu adalah jika sudah di atas puncak, kumohon jangan rubah sifatmu itu. Tetaplah menjadi kau yang ku kenal dulu.

Selalu tersenyum untuk semua orang, dan tidak sombong. Aku mohon dengan sangat apabila kamu mendengarkan aku mohon jangan hilangkan sifat tulusmu itu. Tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati dan selalu menginspirasi banyak orang seperti saat ini. 

Jika Tuhan mengizinkan, mungkin aku akan tetap berada disisimu dan mendukung kesuksesanmu.

Maka dari itu, Ya Tuhan berikan kesempatan untuk bertemu dengannya. Aku akan selalu menunggu dan berusaha sekuat tenaga agar bisa bertemu.

Aku mohon Tuhan, jika suatu saat nanti kau izinkan pertemukan aku dengannya sebelum bertemu denganMu walau hanya sekali saja. Untukmu yang disana tolong tunggu aku agar bisa menemuimu.

Artikel Terkait:

8 cara menjadi bahagia

Merasa Bersalah dan 8 Cara Menjadi Bahagia yang Sering kita Lupakan

surat-perpisahan

Satu Halaman Surat Perpisahan Untukmu

teman-abadi

Surat untuk Sahabatku yang Damai dalam Keabadian

ultah-untuk-ibu

Surat ini Adalah Kado Ulang Tahunmu, bu

teman-yang-aku-lihat

Surat untuk Teman Masa Kecilku yang hanya Terlihat Olehku

ilustrasi-keabadian

Surat untuk Perempuan yang telah Berpulang dalam Keabadian