Mengenang 4 tahun bersama Orang-orang yang Mengisi Hidupku

Rasanya tiada yang lebih indah ketimbang mengenang orang-orang yang telah menemaniku selama 4 tahun.


kenangan

Ilustrasi memori manusia dalam lembaran foto. (Foto: Kelly lewat Pexels)

Oleh: Pak Pos
Diterbitkan:

Masih teringat dengan jelas, mengenai cita cita dan impianku untuk bisa melanjutkan studi di sebuah kota nan jauh dari kampung halaman. Awalnya aku memutuskan untuk bisa melanjutkan studi ini karena impian dari orang tuaku terutama bapak.

Kalau boleh jujur di masa masa terakhir sekolah tingkat atas, aku sangat bingung memilih kota manakah yang menjadi tujuan berlabuhku untuk menggantung impian.

Namun sebelum tahun terakhir sekolah tersebut, di kelas sebelas SMA sekolah mengadakan study tour ke salah satu perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur yaitu Malang.

Kampus yang menjadi pilihan kita semua merupakan salah satu perguruan tinggi berstatuskan negeri. Aku sangat antusias sekali ketika menginjakkan kakiku pertama kali ke tempat satu ini. Meski awalnya aku belum tau bagaimana kualitas dari perguruan tinggi tersebut.

Ketika memasuki sebuah ruangan yang telah disiapkan sebelumnya oleh pihak panitia, pihak kampus memberikan penjelasan singkat mengenai informasi perguruan tinggi.

Mulai dari jurusan, fakultas, sampai beragam kewajiban yang harus dilakukan oleh mahasiswa tingkat pertama hingga akhir. Dari penjelasan tersebut aku merasa ada sesuatu yang menarik perhatian dan menginginkan aku untuk bisa melanjutkan studi disana.

Saat akhir  masa sekolah tiba, aku memutuskan untuk bisa melanjutkan studi di universitas tersebut. Meski jurusan yang aku ambil bukanlah terfavorit dan masih tergolong baru, paling tidak aku bisa satu langkah lebih maju untuk mewujudkan impian orang tuaku. Sebelum mulai perkuliahan, biasanya mahasiswa baru akan melakukan berbagai tahapan perkenalan kampus hingga jurusan.

Di masa masa seperti inilah aku menemukan orang orang baru yang mau berteman dan bergaul denganku. Karena di kampus yang aku masuki ini memiliki peraturan untuk mahasiswa tahun pertama harus masuk asrama, pada saat itulah aku mulai menorehkan beragam kisah bersama teman sekamarku.

Hai teman kamar nomor 23 apa kabar kalian? Ku harap sekarang masih dalam lindungan-Nya.

Tahukah kalian, berkat kalian aku mampu menghadapi berbagai macam permasalahan yang harus aku hadapi selama tahun tahun terakhir saat masa perkuliahan.

Kita selalu menghabiskan waktu bersama selama 24 jam penuh satu tahun dalam satu kamar, suka duka kita bagi bersama. Namun pada akhirnya kita harus berpisah untuk kembali melaksanakan aktivitas masing masing.

Memang tak ada yang namanya teman selamanya, karena setelah kita berpisah dari kamar tersebut kita jarang sekali berkomunikasi untuk sekedar menanyakan kabar.

Baca Juga:  Dariku sekarang untuk Diriku sendiri di Masa Depan

Bahkan untuk bertemu sapa pun sudah sangat sulit. Apa kalian tahu bahwa terkadang aku ingin kembali ke masa dimana kita bisa tertawa bahagia bersama dalam satu ruangan, berbagi kesedihan bersama dan saling merawat satu sama lain jika ada yang sakit.

Tak hanya teman satu kamar, di kampus ini juga terdapat kelas bahasa untuk arab pada semester tahun pertama. Proses memasuki kelas bahasa arab ini haruslah melalui serangkaian tes yang disiapkan oleh pihak kampus, baik itu tes tulis maupun berbicara.

Boleh dibilang aku bukanlah orang yang ahli berbahasa arab, sehingga aku masuk ke kelas C yang termasuk ke dalam golongan orang orang yang masih rendah pemahaman bahasa arabnya.

Tapi hal tersebut tak menjadikan semangatku surut, karena disini aku menemukan teman yang beragam dari berbagai jurusan di kampus. Bahkan disini juga aku menemukan sosok ustad yang selalu peduli terhadap keadaan siswanya.

Berkat kecerdasan yang aku miliki mampu membuat banyak orang menyukaiku, sehingga aku bisa menciptakan kisah yang tak terlupakan pada masa masa ini. Banyak kenangan yang tak bisa aku lupakan saat masa pembelajaran bahasa arab tersebut.

Memasuki tahun kedua, disini aku mulai terlepas dari aktivitas yang diwajibkan bagi mahasiswa tahun pertama. Kini aku tak tinggal lagi di asrama kampus, melainkan di kos bersama dengan teman satu jurusan.

Berbeda memang, tapi aku mulai menyesuaikan keadaan tersebut agar bisa betah di tempat ini. Tak hanya itu aku juga mulai dekai dengan teman teman satu jurusanku, karena biasanya aku hanya kenal dengan teman satu kamarku saja.

Namanya juga pertemanan, pastinya ada alur naik turunnya. Artinya ada teman yang mau bertahan hingga tahun terakhir, tetapi ada juga teman yang meninggalkanmu karena suatu hal tertentu.

Selain kegiatan perkuliahan, aku juga mengikuti UKM atau organisasi internal kampus yaitu pramuka. Tujuannya tidak lain ingin menyalurkan bakat serta minat terhadap dunia kepramukaan. 

Di kepramukaan ini juga aku telah menemukan teman satu angkatan yang selalu menemani mulai dari awal tahun pertama, dimana kita digembleng menjadi anggota pramuka yang tangguh hingga menjadi anggota dewan pramuka untuk mengurusi mengenai kepramukaan.

Namun kini di tahun terakhirku, hal tersebut terulang kembali yaitu dimana aku tak bisa bertemu dengan bebas bersama mereka.

Terimakasih teruntuk teman teman yang selalu mengisi kenanganku selama empat tahun ini di perantauan ku, semoga kalian selalu dalam keadaan yang baik. Serta semoga kalian bisa menggapai impian masing masing.

Baca Juga:  Surat untuk teman Seperjuangan yang Jejaknya Menghilang

Sampai jumpa lain hari saat aku dan kamu menjadi orang yang sukses. Aku tak akan melupakan semua kenangan yang telah aku torehkan bersama kalian selama empat tahun ini.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: kabar belakang

KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru