Mengenal Sampah Organik Rumah Tangga, Jenis, Serta Contohnya

Sampah organik bisa menimbulkan bau tak sedap dan menimbulkan penyakit bila tidak dikelola dengan benar.


sampah organik rumah

Tampilan tempat sampah (Foto : Vladislafv Vasnetsof/Pexels)

Diterbitkan:

the Monkey Times – Sampah adalah sisa buangan dari suatu barang atau produk yang sudah tidak digunakan tapi masih bisa diolah menjadi barang bernilai.

Jenisnya ada dua, yakni sampah organik dan anorganik. Di Indonesia masih jarang ada warga yang memisahkan sampah rumah tangga berdasarkan organik dan anorganik.

Bagi sebagian orang, kegiatan tersebut dinilai tidak bermanfaat dan tidak praktis. Padahal bisa dilakukan dengan mudah, tanpa perlu keluar banyak biaya dan bisa memberi banyak manfaat bagi lingkungan.

Uraian singkat ini membahas mengenai sampah organik rumah tangga beserta jenis dan contohnya.

Pengertian Sampah Organik

Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia dan berasal dari sisa makhluk hidup. 

Jenis sampah ini bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat dan lebih ramah lingkungan.

Sampah organik bisa menimbulkan bau tak sedap dan menimbulkan penyakit bila tidak dikelola dengan benar.

Hal ini dapat terjadi karena pembusukannya berlangsung lebih cepat, berbeda dengan sampah anorganik yang sulit terurai.

Ciri-ciri dan Jenis Sampah Organik

Ciri-ciri sampah organik sangat mudah dikenali, umumnya itu bersifat dinamis, berukuran mikro, dampaknya jangka panjang bahkan terbilang antargenerasi, hingga penyebarannya yang luas. Berikut ini jenis-jenisnya.

  1. Sampah Organik Kering

Jenis sampah ini memiliki kandungan air yang sangat rendah. Beberapa diantaranya adalah kulit telur, kayu, serbuk gergaji, tempurung kelapa, kerang, ranting pohon, hingga sisik ikan. Sampah organik kering bisa kembali diolah menjadi jenis kerajinan yang memiliki daya jual, lho.

  1. Sampah Organik Basah

Adalah jenis limbah yang mengandung air cukup tinggi. Misalnya daun-daunan, kulit buah, jerami, kulit jagung, biji-bijian, hingga kulit bawang.

Limbah basah ini harus dikeringkan di bawah sinar matahari langsung jika ingin diolah, dan pastikan kadar air yang terkandung di dalamnya sudah habis.

Setelah kering, kamu dapat mengolahnya menjadi kerajinan yang memiliki banyak kegunaan.

Contoh Sampah Organik di Lingkungan Sekitar

  • Sisa makanan termasuk di dalamnya karena bisa didaur ulang menjadi kompos atau pupuk tanaman.
  • Dedaunan yang berjatuhan di tanah bisa diolah menjadi pupuk kompos.
  • Sampah kayu bisa didaur ulang dan dibuat menjadi furnitur sederhana.
  • Tulang ikan termasuk jenis sampah organik.
  • Kulit biji yang berasal dari buah atau sayuran.

Keuntungan Mengelola Sampah Organik

Tidak sedikit masyarakat kita yang tidak peduli dengan keberadaan sampah organik di lingkungan tempat tinggalnya.

Baca Juga:  Pengertian dan Fungsi Penting Ekosistem Garis Pantai

Orang-orang hanya membiarkan sisa sampah tersebut sampai dibersihkan oleh petugas kebersihan. 

Padahal kan bisa dikelola secara mandiri, terlebih bisa dapat banyak keuntungan.

  • Meminimalkan polusi udara karena tidak harus membakar sampah untuk membuat lingkungan bersih dan terbebas dari bau tidak sedap.
  • Menghasilkan keuntungan berupa uang dengan cara mengelola sampah organik menjadi produk-produk bernilai jual.
  • Menyuplai energi yang baru untuk kehidupan. Seperti kotoran manusia atau kotoran hewan yang diolah menjadi biogas yang dapat menyuplai gas memasak dan listrik rumah tangga.

Cara Mengelola Sampah Organik Rumah

Mengelola sampah organik itu lebih mudah, bisa dibuang di tempat pembuangan akhir, dibakar, maupun di daur ulang.

Namun masyarakat tidak disarankan membakar sampah karena bisa menyebabkan polusi udara dari asap beracun yang dihasilkannya.

Sehingga pilihan terbaik untuk mengelola sampah organik adalah mendaur ulang menjadi produk yang bermanfaat.

Ada banyak cara mengolah sampah ini menjadi barang atau produk yang berharga, Anda bisa mengolahnya menjadi pupuk, kerajinan tangan, biogas, hingga makanan hewan. Beberapa cara ini dapat menjaga lingkungan tetap aman dan bersih.

Ingin membuat kompos dari sampah organik? Berikut caranya:

  • Kumpulkan sisa bekas makanan yang tidak bisa dimakan lagi.
  • Sediakan tanah dan ember/bak.
  • Masukan tanah setengah ember beserta sisa bekas makanan.
  • Kubur beas makanan yang tersisa dengan tanah sampai tertutup.
  • Diamkan selama 3-5 hari setelah menutupnya rapat-rapat.
  • Kompos pupuk organik siap untuk digunakan.

Kemudian terkait dengan pengelolaan sampah organik ini juga cukup mudah dilakukan, Anda hanya perlu menyiapkan beberapa alat dan bahan saja. Terlebih alat dan bahan berikut ini cukup mudah didapatkan.

  • Siapkan alat dan bahan, misalnya kardus bekas, gunting, lem, dan beberapa peralatan lainnya.
  • Tentukan kerajinan yang ingin dibuat dari kardus, misalnya kotak tisu, laci kecil kotak penyimpanan, dan lain sebagainya.
  • Bila ingin membuat kotak tisu, Anda harus menggunakan kardus yang kuat seperti bekas smartphone, sarung, atau parfum.
  • Rapatkan kedua sisi kardus dengan lem, kemudian bungkus dengan karton.
  • Hias bagian luar kotak tisu dan pastikan memberi luabng pada bagian atas tutupnya.

Dengan mengelola sampah organik rumah, Anda dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah.

Hasilnya, lingkungan tempat tinggal terbebas dari berbagai penyakit terkait sampah, lebih sehat dan juga bersih. Bila dikelola dengan baik, sisa produk tak terpakai ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Sejarah Barter dari Masa ke Masa
Temukan artikel menarik lainnya di topik: panduan mengelola sampah

KOMENTAR

Demi etika berkomentar yang baik, segala macam komentar bernada kebencian, rasisme dan serangan terhadap keyakinan orang lain, akan dihapus. Kamu bisa menyimak bagaimana data komentar pembaca diproses, dengan mengeklik tautan berikut ini.

artikel Terkait

Artikel Terbaru