Memahami Gaya Hidup Minimalis menurut Para Pesohor

Minimalisme mungkin terdengar mudah diucapkan, namun susah dilakukan. Nah, kami mengajak Anda untuk memahaminya terlebih dulu.


pengertian-gaya-hidup-minimalis

Gaya hidup minimalis memiliki banyak pengertian, mesti semuanya saling berkaitan. (Foto: the Monkey Times)


Oleh: Kaisar

Diterbitkan:

the Monkey Times – Kebanyakan orang sepertinya sudah pernah mendengar istilah ‘gaya hidup minimalis’. Kendati ia memang benar-benar terdengar seksi sebagai istilah, namun hidup minimalis bukanlah sesuatu yang gampang dilaksanakan.

Ada banyak pengertian tentang minimalisme. Suatu kali istilah itu diartikan sebagai gaya hidup dimana seseorang memutuskan untuk membuang segala sesuatu yang tidak ia butuhkan, dan menyisakan benda-benda yang penting saja.

Tapi ada juga yang mengatakan minimalisme berhubungan dengan usaha seseorang untuk fokus pada hal-hal paling penting dalam hidupnya, sekaligus menyingkirkan segala hal yang mengganggu hidupnya.

Sekilas pandang, menyingkirkan sesuatu yang tidak penting di hidup kita jadi tindakan yang gampang diucapkan tapi tidak mudah dilaksanakan.

Tapi tentu saja pertanyaannya: adakah orang yang siap membuang semua hal yang dia punyai? Lantas bagaimana membedakan yang penting dan yang tidak?

Memahami konsep gaya hidup minimalis

ilustrasi-gaya-hidup-minimalis
Ilustrasi minimalisme. (Foto: Getty Images lewat Canva Pro)

Gaya hidup minimalis sebetulnya bukan konsep yang susah dipahami, namun seiring berjalannya zaman, ada beberapa pesohor, individu yang mencoba mengartikannya dengan cara yang relatif berbeda satu sama lain:

Gaya hidup minimalis menurut Fumio Sasaki

Fumio Sasaki pernah menulis sebuah buku berjudul Goodbye, Things: On Minimalist Living pada 2015, yang diterbitkan Penguin Books.

Sasaki berpendapat pengertian gaya hidup minimalis erat kaitannya dengan ‘membuang benda-benda’ yang tidak penting dan hanya menyisakan yang benar-benar penting. Dengan kata lain hidup minimalis, menurut Sasaki, adalah melatih diri untuk membuang segala sesuatu yang tidak penting.

Jadi bagi Sasaki, hidup minimalis bukan lah tindakan yang dilakukan dengan tujuan mengubah sifat personal.

“Sederhananya, saya mempelajari teknik dan mengembangkan kebiasaan membuang [segala sesuatu] yang berlebihan,” tulis Sasaki di dalam bukunya itu.

Gaya hidup minimalis menurut Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus

Di tahun yang sama ketika Fumio Sasaki menerbitkan Goodbye, Things, Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus menerbitkan sebuah buku berjudul Minimalism: Live a Meaningful Life .

Baik Millburn maupun Nicodemus mengelola blog theminimalists.com yang menurut pengakuan mereka dikunjungi 4 juta orang setiap hari.

Menurut Millburn dan Nicodemus, pengertian gaya hidup minimalis berkaitan erat dengan kepemilikan materi. Mereka berdua beranggapan akumulasi kepemilikan benda-benda tidak akan membuat kita bahagia.

Karena itu mereka berdua memaknai hidup minimalis sebagai tindakan yang dilakukan untuk memisahkan prioritas: mana yang penting dicapai dan bisa didahulukan, dan mana yang tidak penting dan bisa dilakukan belakangan.

Baca Juga:  10 Manfaat Jalan Kaki bagi Kesehatan Tubuh, Jangan Anggap Sepele

“Untuk menjadi seorang minimalis, Anda harus hidup dengan kurang dari 100 benda,” tulis keduanya di blog the Minimalist.

Baca Juga: Bolehkah Perempuan Hamil Makan Ketoprak?

Gaya hidup minimalis menurut Caleb Blake

Caleb Blake, seorang pakar kesehatan dan kesejahteraan yang bekerja di Maple Holistic mengartikan gaya hidup minimalis sebagai usaha untuk fokus pada hal-hal paling penting.

“Seorang minimalis secara sadar fokus pada hal-hal yang sangat penting. Bagi sebagian orang, ini berarti menyingkirkan ‘sesuatu’ yang tidak membuat Anda bahagia,” kata Blake seperti dikutip the Monkey Times (Kamis, 21/01/2021) dari Oprahmag.

Gaya hidup minimalis menurut Stephanie Seferian

“Minimalisme adalah pilihan sadar untuk hidup dengan lebih sedikit,” kata pemandu podcast Sustainable Minimalist, Stephanie Seferian, seperti tertulis di Oprah Mag.

Seferian memaknai minimalisme dengan cara mencontohkan dirinya yang menjaga rumah dan hidupnya dari kekacauan, dengan cara melakukan manajemen waktu waktu guna mengerjakan hal sesedikit mungkin.

“Hasilnya adalah [aku] punya lebih banyak waktu bebas untuk melakukan hal-hal yang aku cintai, dengan orang-orang dimana aku merasa senang berada di dekat mereka,” ujar Seferian.

Kesimpulan

Meski terlihat berbeda satu sama lain, namun sekilas kita sudah bisa memahami apa yang dimaksud dengan gaya hidup minimalis.

Mungkin kalau kita ambil inti sarinya, hidup minimalis bisa jadi berarti berbahagia dengan apa yang kita miliki, tanpa perlu terobsesi untuk memiliki lebih banyak materi dalam hidup kita.

Temukan artikel menarik lainnya di topik: Pengetahuan sehari-hari, tips gaya hidup

Atau baca artikel lain yang ditulis: Kaisar

artikel Terkait

Terbanyak Dibaca


Artikel Terbaru